Sebanyak 4 warga Perumahan
Taman Permata Indah (TPI), Blok PN 3 RT 14/07, Tubagus Angke, Kelurahan
Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dilaporkan tewas akibat
menghirup asap genset. Keempat jenazah korban kini tengah dievakuasi
petugas untuk dibawa ke RSCM untuk diotopsi.
Lurah Pejagalan, Joni mengatakan, saat kejadian di perumahan tersebut
memang terjadi banjir sekitar 1 meter. Sehingga, listrik di perumahan
tersebut dipadamkan guna menghindari korsleting listrik. Untuk
menyiasati gelapnya keadaan warga memasang genset untuk memasok listrik.
Celakanya, tiba-tiba genset tersebut mengeluarkan asap, sehingga
keempat korban yang ada di dekatnya menghirup asap yang keluar dari
mensin genset itu hingga akhirnya tewas.
"Tiba-tiba asap keluar dari genset dan korban menghirup asap itu dan
langsung tewas di tempat. Mereka diduga keracunan menghirup asap yang
keluar dari genset. Apalagi, ruangan di rumahnya tertutup, sehingga
mereka sesak napas dan kehabisan udara," ujar Joni, Sabtu (19/1). Saat ini, sambung Joni, petugas Satpol PP dari Kelurahan Pejagalan,
tim SAR, maupun Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana
(Damkar dan PB) Jakarta Utara, PMI Jakarta Utara tengah mengevakuasi
jasad korban untuk dilarikan ke RSCM guna kepentingan otopsi. "Kami
belum mengetahui kejadiannya jam berapa, dan juga nama identitas korban.
Karena ini baru dapat laporan awal ada warga yang tewas," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, AKBP Aris Syahbudin membenarkan,
kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum menerima laporan mengenai nama
korban karena petugas masih di lokasi kejadian untuk mengevakuasi para
korban tewas tersebut. "Iya ada 4 orang tewas di TPI Pejagalan, Tubagus
Angke. Mereka tewas bukan dari listrik, tapi informasinya dari genset.
Anggota sedang menuju lokasi untuk evakuasi," tandasnya. (bjc)
