PEJAGALAN- Sebanyak 7 rumah di kawasan Jl B Raya Terusan, Teluk Gong Kavling, RT 08/13, Pejagalan, Jakarta
Utara, yang hingga saat ini masih kebanjiran, kini warga setempat harus
merasakan musibah kebakaran yang terjadi pada pukul 02.30, Kamis (24/1)
dinihari. Akibatnya rumah warga hangus terbakar. Untuk memenuhi
kebutuhan logistik korban banjir dan kebakaran tersebut, saat ini telah
didistribusikan bantuan makanan dan kebutuhan tenda untuk tidur para
pengungsi.
Joni S Mamat Lurah Pejagalan, menuturkan, musibah kebakaran yang menghanguskan 7
rumah warganya, pihaknya telah memberikan bantuan berupa 80 nasi
bungkus dan 100 dus air mineral untuk korban kebakaran. "Sebelumnya
ketinggian air di sana mencapai 120 sentimeter, tapi sekarang surut
menjadi 10-20 sentimeter. Mereka (korban kebakaran) adalah korban banjir
juga, dan sebagian besar di sana mereka tidak mengungsi karena mereka
memilih bertahan di lantai dua rumahnya," tuturnya, Kamis (24/1).Dalam peristiwa itu, kata Joni, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) atau dihuni 80 jiwa kehilangan tempat tinggalnya. Meski masih dalam keptihatinan lurah meminta agar warganya tetap semangat.
Sebelumnya, peristiwa
kebakaran terjadi di Jl B Raya Terusan, Teluk Gong Kavling, RT 08/13,
Pejagalan, Jakarta Utara, Kamis (24/1) pukul 02.30. Sebanyak 16 unit
mobil pemadam kebakaran dikerahkan Sudin Pemadam Kebakaran dan
Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara untuk menjinakkan
api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebuit. Namun,
kerugian dari peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Operator Sudin Damkar dan PB Jakarta Utara, Purwanto mengatakan,
peristiwa itu berasal dari kontrakan warga bernama Kosim (65), dan
diduga karena lilin jatuh menyambar kasur dan rumah warga di sebelahnya.
"Ada 7 rumah yang terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka
dalam peristiwa ini, petugas sempat mengalami kesulitan ke lokasi karena
masih tergenang banjir, dan akses masuk yang sempit. Pukul 04.30 dengan
mengerahkan 16 unit pemadam kebakaran api akhirnya bisa dipadamkan,"
tandasnya.

