CILINCING- Beberapa waktu lalu pihak Sudinhub Jakarta Utara bersama aparat kepolisian melakukan razia sopir angkot tak berseragam mulai terlihat tertib. Namun kini kembali lagi maraknya sopir angkot yang mulai tidak menggunakan seragam alias sopir tembak. Penumpang cemas jika mereka yang tidak berseragam ini mengemudi, kuatir akan marak kejahatan dalam angkot maupun sopir mengemudi ugal-ugalan.
"Saya kesal sekali, kalau sopir angkotnya tak berseragam,mengemudinya ugal-ugalan dan kerap tidak pernah sampai tujuan antar penumpangnya" kesal Eno 34, warga Lagoa, Koja Jakarta Utara saat menumpang angkot KWK 03 Jurusan Tg Priok- Cakung.
Sementara itu, Hermansyah 35, sopir angkot KWK 03 Jurusan Tg Priok- Cilincing membenarkan, biasanya sopir angkot yang tidak berseragam ini adalah sopir tembak atau pengganti. Namun sangat disayangkan jika dari mereka banyak yang masih dibawa umur atau tidak mengantongi SIM diperbolehkan oleh si sopir aslinya untuk mengemudi. "Biasanya sopir tembak ini masih punya hubungan saudaranya, tapi jelas keberadaannya juga mengganggu kenyaman kami karena sering ugal-ugalan" tuturnya.
Menanggapi hal ini, Benyamin Bukit Kasudin Perhubungan Jakarta Utara akan segera melakukan tindakan dan menggelar razia rutin terhadap sopir angkot yang tidak menggunakan seragamnya. "Kita setiap hari selalu melakukan razia rutin, namun kemarinnya ini petugas kami sibuk melakukan pengaturan lalulintas di lokasi banjir" ujarnya.Beberapa lokasi area atau rute banyak sopir angkot yang tidak berseragam adalah Jalan Tipar Cakung, Jalan Kramat Jaya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Sunter Agung, Jalan Kebantenan Raya, dan Jalan Raya Cilincing. (Bian)
"Saya kesal sekali, kalau sopir angkotnya tak berseragam,mengemudinya ugal-ugalan dan kerap tidak pernah sampai tujuan antar penumpangnya" kesal Eno 34, warga Lagoa, Koja Jakarta Utara saat menumpang angkot KWK 03 Jurusan Tg Priok- Cakung.
Sementara itu, Hermansyah 35, sopir angkot KWK 03 Jurusan Tg Priok- Cilincing membenarkan, biasanya sopir angkot yang tidak berseragam ini adalah sopir tembak atau pengganti. Namun sangat disayangkan jika dari mereka banyak yang masih dibawa umur atau tidak mengantongi SIM diperbolehkan oleh si sopir aslinya untuk mengemudi. "Biasanya sopir tembak ini masih punya hubungan saudaranya, tapi jelas keberadaannya juga mengganggu kenyaman kami karena sering ugal-ugalan" tuturnya.
Menanggapi hal ini, Benyamin Bukit Kasudin Perhubungan Jakarta Utara akan segera melakukan tindakan dan menggelar razia rutin terhadap sopir angkot yang tidak menggunakan seragamnya. "Kita setiap hari selalu melakukan razia rutin, namun kemarinnya ini petugas kami sibuk melakukan pengaturan lalulintas di lokasi banjir" ujarnya.Beberapa lokasi area atau rute banyak sopir angkot yang tidak berseragam adalah Jalan Tipar Cakung, Jalan Kramat Jaya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Sunter Agung, Jalan Kebantenan Raya, dan Jalan Raya Cilincing. (Bian)

