H.Cholid Mawardi
Sosok tokoh masyarakat Betawi ini memberikan pencerahan maupun ide untuk membangun masyarakatnya maju dan intelektual. Menurutnya ketokohan itu bukannya sekedar untuk mencari popularitas melainkan bagiamana menjaga ketokohan karena kepercayaan masyarakat kepadanya. Karena itu, ia selalu memberikan ruang publik bagi warganya guna menampung keluhan maupun usulan yang bertujuan untuk memajukan lingkungannya. "Bagi saya ketokohan merupakan amanah yang harus dipegang kokoh, sebab disitulah sikap peduli dan tanggung jawab harus di wujudkan, agar masyarakat bisa terayomi" kata H.Cholid Mawardi yang juga menjabat sebagai Ketua RW 2 Sukapura.
Ditambahkan H.Cholid, sebagai pemuda betawi iapun berupaya agar Warga Betawi sebagai tuan rumah bisa menunjukkan bahwa orang betawi menerima siapa saja, mengedepankan kerukunan dan silahtuhrami untuk menjaga lingkungannya maju,aman dan nyaman. Tak heran jika warga di lingkungannya ini selalu rukun, menjaga toleransi serta memberikan sumbangsihnya dalam program pembangunan lingkungan.
"Kalau semua kita lakoni dengan sikap terbuka dan saling menerima, Insya Allah pencapaiannya akan berjalan baik" kata H.Cholid Lelaki kelahiran Jakarta 15/5/1965 ini. Bahkan Iapun selalu melakukan silahtuhrami kepada warganya untuk menjaga kebersamaan dan persatuan.
Sosok tokoh masyarakat Betawi ini memberikan pencerahan maupun ide untuk membangun masyarakatnya maju dan intelektual. Menurutnya ketokohan itu bukannya sekedar untuk mencari popularitas melainkan bagiamana menjaga ketokohan karena kepercayaan masyarakat kepadanya. Karena itu, ia selalu memberikan ruang publik bagi warganya guna menampung keluhan maupun usulan yang bertujuan untuk memajukan lingkungannya. "Bagi saya ketokohan merupakan amanah yang harus dipegang kokoh, sebab disitulah sikap peduli dan tanggung jawab harus di wujudkan, agar masyarakat bisa terayomi" kata H.Cholid Mawardi yang juga menjabat sebagai Ketua RW 2 Sukapura.
Ditambahkan H.Cholid, sebagai pemuda betawi iapun berupaya agar Warga Betawi sebagai tuan rumah bisa menunjukkan bahwa orang betawi menerima siapa saja, mengedepankan kerukunan dan silahtuhrami untuk menjaga lingkungannya maju,aman dan nyaman. Tak heran jika warga di lingkungannya ini selalu rukun, menjaga toleransi serta memberikan sumbangsihnya dalam program pembangunan lingkungan.
"Kalau semua kita lakoni dengan sikap terbuka dan saling menerima, Insya Allah pencapaiannya akan berjalan baik" kata H.Cholid Lelaki kelahiran Jakarta 15/5/1965 ini. Bahkan Iapun selalu melakukan silahtuhrami kepada warganya untuk menjaga kebersamaan dan persatuan.
