CILINCING- Akses jembatan maupun taman interaktif yang berada dibawah kolong jembatan Sungai landak, Cilincing Jakarta Utara disulap menjadi terminal bayangan atau pangkalan angkot liar. Dampak dari terminal bayangan ini membuat akses jalan menyempit hingga jadi semerawut. Pengguna jalan maupun warga di sekitar meminta aparat untuk melakukan penertiban atau penataan. Yuli 24, warga Cilincing Bakti, Cilincing meminta kepada petugas untuk melakukan penataan atau penertiban terhadap pangkalan angkot liar ini. Terutama di jam sibuk membuat akses menjadi macet.
"Kalau bisa mereka diberikan tempat untuk parkir satu lokasi, tidak seperti terlihat sekarang! setiap sudut ada pangkalan angkot liar" tuturnya.Berbeda depan Udin 29, sopir angkot U 05 Jurusan CIlincing- Tg Priok. Ia memilih ngetem di jembatan tersebut untuk bisa mendapatkan penumpang. Mengingat rute tujuan angkot yang dikemudikannya sampai di CIlincing. Kalau bisa di CIlinicing ada terminal resminya.
Benyamin Bukit Kasudin Perhubungan Jakarta Utara menjelaskan, pihak sudah berupaya melakukan operasi rutin baik terhadap angkot yang mangkal disembarang tempat. Namun soal keinginan sopir agar dibuatkan terminal resmi, pihaknya akan segera menyampaikan usulan ini."Kita sudah sering melakukan penertiban, sementara usulan sopir angkot untuk pembuatan terminal resmi akan segera disampaikan ke Dinas" tunkasnya.
"Kalau bisa mereka diberikan tempat untuk parkir satu lokasi, tidak seperti terlihat sekarang! setiap sudut ada pangkalan angkot liar" tuturnya.Berbeda depan Udin 29, sopir angkot U 05 Jurusan CIlincing- Tg Priok. Ia memilih ngetem di jembatan tersebut untuk bisa mendapatkan penumpang. Mengingat rute tujuan angkot yang dikemudikannya sampai di CIlincing. Kalau bisa di CIlinicing ada terminal resminya.
Benyamin Bukit Kasudin Perhubungan Jakarta Utara menjelaskan, pihak sudah berupaya melakukan operasi rutin baik terhadap angkot yang mangkal disembarang tempat. Namun soal keinginan sopir agar dibuatkan terminal resmi, pihaknya akan segera menyampaikan usulan ini."Kita sudah sering melakukan penertiban, sementara usulan sopir angkot untuk pembuatan terminal resmi akan segera disampaikan ke Dinas" tunkasnya.

