CILINCING- Jumisih 26, perempuan kelahiran Pati, 28 Nopember 1988 ini tak pernah lelah dan capek untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang berstatus sebagai buruh perempuan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Keberaniannya maupun kekritisannya untuk menyampaikan kebenaran dan keadilan selalu ia sampaikan untuk membela teman-teman buruh yang kerap kali tak pernah mendapatkan pembelaan.Upaya perjuangannya ia tunjukkan seperti bernegoisasi, unjuk rasa turun ke jalan hingga ia harus menyampaikan aspirasi rekan-rekannya ini ke Istana Negara.
"Kartini zaman sekarang ini adalah bagimana kita harus menunjukkan keberanian dalam membela dan memperjuangkan hak-hak kaum perempuan atau buruh perempuan yang kerap kali di abaikan" tutur Jumisih saat diminta keterangannya oleh JakartaUtara.Co.
Menurutnya, masih banyak teman-teman buruh perempuan yang acak kali dilakukan semena-mena saat bekerja, pelecehan, kekerasan verbal hingga harus dibayar upah murah saat bekerja.Karena itulah ia bersama rekan-rekannya tak berhenti berjuang untuk membela kebenaran dan keadilan."setiap kali kami bertemu dengan para buruh, selalu mengajak agar teman-teman mau berorganisasi.Karena akan banyak pengetahuan yang bisa didapatkannya" sahutnya.
Jumisih, juga meminta kepada pemerintah maupun instansi terkait di moment hari kartini ini agar tidak lagi menyepelekan atau melakukan tindak semena-mena kepada hak perempuan. Karena keberadaan sudah diatur dalam UU. Termasuk untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap kaum perempuan agar cepat diselesaikan.
"Kartini zaman sekarang ini adalah bagimana kita harus menunjukkan keberanian dalam membela dan memperjuangkan hak-hak kaum perempuan atau buruh perempuan yang kerap kali di abaikan" tutur Jumisih saat diminta keterangannya oleh JakartaUtara.Co.
Menurutnya, masih banyak teman-teman buruh perempuan yang acak kali dilakukan semena-mena saat bekerja, pelecehan, kekerasan verbal hingga harus dibayar upah murah saat bekerja.Karena itulah ia bersama rekan-rekannya tak berhenti berjuang untuk membela kebenaran dan keadilan."setiap kali kami bertemu dengan para buruh, selalu mengajak agar teman-teman mau berorganisasi.Karena akan banyak pengetahuan yang bisa didapatkannya" sahutnya.
Jumisih, juga meminta kepada pemerintah maupun instansi terkait di moment hari kartini ini agar tidak lagi menyepelekan atau melakukan tindak semena-mena kepada hak perempuan. Karena keberadaan sudah diatur dalam UU. Termasuk untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap kaum perempuan agar cepat diselesaikan.
