KOJA- Minimnya jumlah petugas kebersihan di wilayah Jakarta Utara berdampak sejumlah titik lokasi penampungan sampah sering mengalami keterlambatan pengangkutan,akibatnya sering kali kita menemukan sampah masih berceceran di Jalan. Ditambah lagi kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di malam hari.
"Memang sangat berat untuk membangun kesadaran masyarakat agar buang sampah pada tempatnya atau malam hari.Tetapi kita akan terus mensosialisikannya" kata Zainuri Kasudin Kebersihan Jakarta Utara.
Dijelaskan, Zainuri saat ini di Sudin Kebersihan Jakarta Utara ada 585 petugas kebersihan, namun tidak semuanya di operasional karena 20 persen berada di staf kantor. Idealnya setiap 500 warga satu orang petugas kebersihan, kenyataannya satu orang petugas melayani penanganan sampah pada 2 ribu-3 ribu orang. "Memang jumlahnya belum ideal,begitupun keterbatasan anggaran, akan tetapi upaya penanganan kita terus lakukan agar sampah bisa diminimalisir" kata Zainuri usai memberikan penyaluran dana bantuan kepada para petugas kebersihan oleh Baziz Jakut di Aula Kantor Sudin Kebersihan Jakarta Utara.
"Memang sangat berat untuk membangun kesadaran masyarakat agar buang sampah pada tempatnya atau malam hari.Tetapi kita akan terus mensosialisikannya" kata Zainuri Kasudin Kebersihan Jakarta Utara.
Dijelaskan, Zainuri saat ini di Sudin Kebersihan Jakarta Utara ada 585 petugas kebersihan, namun tidak semuanya di operasional karena 20 persen berada di staf kantor. Idealnya setiap 500 warga satu orang petugas kebersihan, kenyataannya satu orang petugas melayani penanganan sampah pada 2 ribu-3 ribu orang. "Memang jumlahnya belum ideal,begitupun keterbatasan anggaran, akan tetapi upaya penanganan kita terus lakukan agar sampah bisa diminimalisir" kata Zainuri usai memberikan penyaluran dana bantuan kepada para petugas kebersihan oleh Baziz Jakut di Aula Kantor Sudin Kebersihan Jakarta Utara.
Begitupun kendala dengan sarana transportasi angkutannya, saat ini jumlah armada angkutan sampah ada 130 unit, namun yang usianya dibawah usia 10 tahun hanya ada 20 persen, padahal idealnya setiap satu kelurahan disiapkan dua unit truk pengangkut sampah. Pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atau Swasta untuk
menangangi sejumlah titik penumpukan sampah di Jalan -jalan protokol dan
Jalan Nasional. "Dengan dibantu pihak ketiga ini, paling tidak tumpukan
sampah di jalan-jalan akses protokol dan Nasional bisa teratasi,
sementara sampah dilingkungan akan di lakukan masing-masing pihak
kecamatan" tungkasnya.

