CILINCING- Menjelang kenaikan harga BBM yang akan di lakukan oleh Pemerintah membuat keluh kesah nasib ribuan nelayan di pesisir pantai Cilincing. Kenaikan ini memicu biaya tinggi operasionalnya para nelayan.Sementara hasil tangkap terus menurun. Andri Nelayan tangkap Marunda Kepu membenarkan jika kenaikan BBM akan berdampak keterpurukan bagi nasib nelayan. " bayangkan saja mas! Sekarang ini tangkapan ikan terus menurun. Sementara biaya transport perahu saja pas-pasan. Kalau BBMnya naik hanya cuma pas modal saja" ujarnya.
Senada disampaikan Yosep Tokoh Nelayan Cilincing maupun Sueb Magbud Ketua Nelayan Marunda bahwa kenaikan BBM ini jelas berdampak pada nasib nelayan. Seperti contoh sebagian besar nelayan Cilincing dan Marunda menggunakan perahu dibawah 5 GT dengan kapasitas 100 liter. Dari hasil tangkapnya hanya mendapatkan keuntungan 20 persen. " Bisa dibayangkan kalau BBMnya naik mau dapat keuntungan apa dari hasil tangkap ikan" ujarnya.
Mereka juga menyesalkan dalam kondisi belum naik harga BBM saja nelayan sulit mendapatkan pasokannya bagimana jika nanti naik BBMnya. Dan saat ini ada 13 Ribu nelayan di Jakarta Utara yang profesinya mencari ikan di pesisir pantai Jakarta.
Lilik Litasari Kasudin P2K Jakarta Utara menerangkan, saat ini pihaknya sedang melakukan upaya agar nelayan-nelayan ini memiliki keahlian dengan pelatihan untuk menciptakan profesi lain . Begitu juga dengan adanya kenaikan harga BBM ini pihaknya juga akan mengusulkan kopensasi bagi nelayan -nelayan di pesisir Jakarta Utara. " Kami akan mengusulkan kopensasi bagi nelayan, tetapi kami juga sedang membuat program untuk pelatihan bagi nelayan" tuturnya. ( Bian)
Senada disampaikan Yosep Tokoh Nelayan Cilincing maupun Sueb Magbud Ketua Nelayan Marunda bahwa kenaikan BBM ini jelas berdampak pada nasib nelayan. Seperti contoh sebagian besar nelayan Cilincing dan Marunda menggunakan perahu dibawah 5 GT dengan kapasitas 100 liter. Dari hasil tangkapnya hanya mendapatkan keuntungan 20 persen. " Bisa dibayangkan kalau BBMnya naik mau dapat keuntungan apa dari hasil tangkap ikan" ujarnya.
Mereka juga menyesalkan dalam kondisi belum naik harga BBM saja nelayan sulit mendapatkan pasokannya bagimana jika nanti naik BBMnya. Dan saat ini ada 13 Ribu nelayan di Jakarta Utara yang profesinya mencari ikan di pesisir pantai Jakarta.
Lilik Litasari Kasudin P2K Jakarta Utara menerangkan, saat ini pihaknya sedang melakukan upaya agar nelayan-nelayan ini memiliki keahlian dengan pelatihan untuk menciptakan profesi lain . Begitu juga dengan adanya kenaikan harga BBM ini pihaknya juga akan mengusulkan kopensasi bagi nelayan -nelayan di pesisir Jakarta Utara. " Kami akan mengusulkan kopensasi bagi nelayan, tetapi kami juga sedang membuat program untuk pelatihan bagi nelayan" tuturnya. ( Bian)
