PADEMANGAN - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi yang membidangi antara lain tentang pembangunan beranggapan bahwa Dinas PU DKI lalai dalam menjalankan tugasnya. Sebab, kata Sanusi, banjir rob di kawasan Pademangan, Jakarta Utara beberapa hari lalu berasal dari luapan kali Ancol. Meski telah berlangsung cukup lama namun tindakan yang dilakukan kurang cepat.
"Kita bilang ini adalah kelalaian, kelalalaian dari Kepala Dinas PU. Harusnya sudah bisa di prediksi dan segera ditangani, jangan sampai kondisinya seperti saat ini, lamban ditangani," ujar Sanusi kepada wartawan Jakarta Utara, Senin (24/6/2013)
Penilaian Sanusi sehubungan kinerja Dinas PU DKI Jakarta dalam mengatasi banjir yang kurang maksimal. Apalagi dengan adanya rumah pompa pintu air Kampung Bandan di Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara yang seharusnya mampu mengurangi beban rumah pompa Jalan RE Martadinata namun belum juga dapat di operasionalkan. "Kami menyayangkan," ucapnya.
Sebelumnya, warga Pademangan berharap rumah pompa di Jalan Lodan Raya yang di bangun melalui APBD DKI Jakarta sejak tiga tahun lalu agar segera dapat di operasionalkan. Apalagi, katanya, banjir rob yang di prediksi akan kembali melanda kawasan Jakarta akan terjadi.
Sementara itu, Ketua LSM Masyarakat Peduli Pembangunan Kota (MP2K), Krisworo, sepakat bahwa kinerja Dinas PU DKI Jakarta lambat dalam menangani banjir di Pademangan. Ia juga menyesalkan keberadaan rumah pompa di Kampung Bandan tidak pula segera di gunakan.
"Keberadaan rumah-rumah pompa akan sangat menentukan bila rob kembali datang. setahu saya di kali Ancol ini ada dua rumah pompa satu di Jalan RE Martadinata yang di bangun oleh Departemen PU dan di Jalan Lodan Raya di bangun oleh Dinas PU DKI Jakarta. Banjir beberapa hari lalu karena tiga pompa di jalan RE Martadinata mengalami kerusakan sedangkan pompa di Jalan Lodan Raya sama sekali tidak digunakan, padahal barangnya masih baru," kata Krisworo.
"Kita bilang ini adalah kelalaian, kelalalaian dari Kepala Dinas PU. Harusnya sudah bisa di prediksi dan segera ditangani, jangan sampai kondisinya seperti saat ini, lamban ditangani," ujar Sanusi kepada wartawan Jakarta Utara, Senin (24/6/2013)
Penilaian Sanusi sehubungan kinerja Dinas PU DKI Jakarta dalam mengatasi banjir yang kurang maksimal. Apalagi dengan adanya rumah pompa pintu air Kampung Bandan di Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara yang seharusnya mampu mengurangi beban rumah pompa Jalan RE Martadinata namun belum juga dapat di operasionalkan. "Kami menyayangkan," ucapnya.
Sebelumnya, warga Pademangan berharap rumah pompa di Jalan Lodan Raya yang di bangun melalui APBD DKI Jakarta sejak tiga tahun lalu agar segera dapat di operasionalkan. Apalagi, katanya, banjir rob yang di prediksi akan kembali melanda kawasan Jakarta akan terjadi.
Sementara itu, Ketua LSM Masyarakat Peduli Pembangunan Kota (MP2K), Krisworo, sepakat bahwa kinerja Dinas PU DKI Jakarta lambat dalam menangani banjir di Pademangan. Ia juga menyesalkan keberadaan rumah pompa di Kampung Bandan tidak pula segera di gunakan.
"Keberadaan rumah-rumah pompa akan sangat menentukan bila rob kembali datang. setahu saya di kali Ancol ini ada dua rumah pompa satu di Jalan RE Martadinata yang di bangun oleh Departemen PU dan di Jalan Lodan Raya di bangun oleh Dinas PU DKI Jakarta. Banjir beberapa hari lalu karena tiga pompa di jalan RE Martadinata mengalami kerusakan sedangkan pompa di Jalan Lodan Raya sama sekali tidak digunakan, padahal barangnya masih baru," kata Krisworo.
