CILINCING- Minimnya pengawasan pihak Sudin Perhubungan Jakarta Utara terhadap sopir-sopir angkot yang tak menggunakan seragamnya, membuat mereka kerap melanggarnya kembali. Sebagian besar sopir-sopir tak berseragam ini merupakan sopir tembak alias sopir pengganti.Terkadang sopir tembak ini kerap membuat penumpang cemas dan was-was saat menumpang angkot yang dikemudikannya bahkan kerap kali menurunkan penumpangnya tidak sampai ke titik rutenya.
"Saya takut kalau sopirnya engga pakai seragam, terkadang sering ugal-ugalan dan kebut-kebutan. Bahkan saat macet seenaknya memindahkan penumpangnya" kata Dewi 33, karyawan KBN yang menumpang angkot KWK U 03 Jurusan Tg Priok-Cilincing.
Begitupun disampaikan Sutri 23, warga Lagoa, Koja sopir angkot tak berseragam ini biasanya di dominasi oleh anak-anak baru gede dan seenaknya mengemudi. "Mereka engga pernah memikirkan keselamatan penumpang" cetusnya.
Menanggapi hal ini Budiono Kasie Penertiban dan Pengawasan Sudinhub Jakut menegaskan pihaknya tak pernah henti-hentinya untuk menggelar penertiban maupun merazia sopir angkot yang tidak berseragam ini.Namun mereka selalu petak umpet memanfaatkan petugas saat tidak ada dilapangan."Jumlah personil kami sangat minim, kami tak pernah hentinya melakukan penindakan terhadap sopir angkot tak berseragam itu" jelasnya (Bian)

