Kelapa Gading- Lantaran menolak ikut senam pagi Taiso dan kebebasan berserikat pekerja, pihak manajemen PT Kawasaki Motor Indonesia melakukan PHK sepihak kepada 39 pekerja kontrak dan 6 pengurus serikat pekerja.
Ijul Herman Sekertaris Pimpinan Unit Kerja SPAMK FSPMI PT.Kawasaki Indonesia menjelaskan, aksi mogok kerja yang dilakukan ribuan buruh ini dimulai pukul 06 pagi. Para pekerja menuntut agar pihak manajemen untuk mengembalikan status pekerja yang di PHK untuk kembali bekerja. Begitu juga merubah status pekerja menjadi karyawan tetap, pencabutan surat intruksi Direksi, melakukan perundingan PKB serta memberikan ruang kebebasan bagi serikat pekerja. "PHK yang dilakukan perusahaan dilakukan sepihak, hanya alasan menolak ikut senam dan berserikat. Ini jelas melanggar UU Tenaga kerja" tegasnya.
Para buruh juga membawa beberapa spanduk yang berisikan beberapa tuntutan seperti "Kembalikan Hak Teman Kami Untuk kembali Bekerja, Rubah Status Kami dari PKWT menjadi PKWTT dan lainnya.
Aksi pekerja PT Kawasaki juga melakukan penutupan jalan masuk ke dalam kawasan Pabrik. Aksi ini bejalan aman dan tertib serta di jaga puluhan petugas dari pihak polres Jakarta Utara. Hingga berita ini diturunkan aksi masih tetap berlangsung. ( Yani)
Ijul Herman Sekertaris Pimpinan Unit Kerja SPAMK FSPMI PT.Kawasaki Indonesia menjelaskan, aksi mogok kerja yang dilakukan ribuan buruh ini dimulai pukul 06 pagi. Para pekerja menuntut agar pihak manajemen untuk mengembalikan status pekerja yang di PHK untuk kembali bekerja. Begitu juga merubah status pekerja menjadi karyawan tetap, pencabutan surat intruksi Direksi, melakukan perundingan PKB serta memberikan ruang kebebasan bagi serikat pekerja. "PHK yang dilakukan perusahaan dilakukan sepihak, hanya alasan menolak ikut senam dan berserikat. Ini jelas melanggar UU Tenaga kerja" tegasnya.
Para buruh juga membawa beberapa spanduk yang berisikan beberapa tuntutan seperti "Kembalikan Hak Teman Kami Untuk kembali Bekerja, Rubah Status Kami dari PKWT menjadi PKWTT dan lainnya.
Aksi pekerja PT Kawasaki juga melakukan penutupan jalan masuk ke dalam kawasan Pabrik. Aksi ini bejalan aman dan tertib serta di jaga puluhan petugas dari pihak polres Jakarta Utara. Hingga berita ini diturunkan aksi masih tetap berlangsung. ( Yani)

