KOJA- Warga di sepanjang Bantaran kali Betik, RW 4 Kelurahan Tugu Selatan, Koja meminta kepada pihak PU Air Jakarta Utara tidak setengah-setengah dalam melakukan normalisasi di kali itu. Meski sudah dilakukan penurapan di bibir kali, tetapi lumpur (sedimen) di kali itu tak dikeruk. Akibatnya saat hujan turun air tak cepat mengalir. Jika tidak hujan sampahpun mengendap. Untuk itulah warga meminta pihak Sudin PU Air Jakarta Utara segera melakukan pengurasan di kali itu."Lihat saja pak! dulu bilangnya selesai diturap mau di kuras lumpurnya. Tapi kapan! tanya Ida 34, warga RW 4 Tugu Selatan, Koja Jakarta Utara.
Begitu juga disampaikan, Wawang Ketua RW 4 Tugu Selatan, Koja. Keinginan warga agar endapan lumpur di kali itu untuk dikuras, jika tidak cepat dikuras kuatir endapan itu akan mengeras dan dapat menjadi endapan sampah sehingga menyumbat aliran air kali. "Kali Betik merupakan kali yang membatasi dua wilayah pemukiman warga yakni warga Pegangsaan Dua, Kelapa Gading dan Tugu Selatan Koja" tuturnya.
Kuriatna Kasie Prasarana dan Sarana Sudin PU Tata Air Jakarta Utara menjelaskan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan ke lokasi Kali Betik ini. Kali Betik merupakan anak kali Cakung Lama yang mempunyai cabang ke Kali Cakung Lama dan Kali Gubuk Genteng. "Dalam waktu dekat ini setelah kita lakukan pengecekan akan kita lakukan pengurasan lumpur di kali itu" ujarnya.
Sekedar diketahui, Kali Betik ini di lakukan perbaikan Turapnya pada akhir tahun 2012 lalu. Selama satu bulan dilakukan penurapan kali. Pasalnya kawasan tersebut merupakan kawasan rawan banjir. Jika hujan turun air mudah menggenangi rumah-rumah warga sekitar. (Bian)
Begitu juga disampaikan, Wawang Ketua RW 4 Tugu Selatan, Koja. Keinginan warga agar endapan lumpur di kali itu untuk dikuras, jika tidak cepat dikuras kuatir endapan itu akan mengeras dan dapat menjadi endapan sampah sehingga menyumbat aliran air kali. "Kali Betik merupakan kali yang membatasi dua wilayah pemukiman warga yakni warga Pegangsaan Dua, Kelapa Gading dan Tugu Selatan Koja" tuturnya.
Kuriatna Kasie Prasarana dan Sarana Sudin PU Tata Air Jakarta Utara menjelaskan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan ke lokasi Kali Betik ini. Kali Betik merupakan anak kali Cakung Lama yang mempunyai cabang ke Kali Cakung Lama dan Kali Gubuk Genteng. "Dalam waktu dekat ini setelah kita lakukan pengecekan akan kita lakukan pengurasan lumpur di kali itu" ujarnya.
Sekedar diketahui, Kali Betik ini di lakukan perbaikan Turapnya pada akhir tahun 2012 lalu. Selama satu bulan dilakukan penurapan kali. Pasalnya kawasan tersebut merupakan kawasan rawan banjir. Jika hujan turun air mudah menggenangi rumah-rumah warga sekitar. (Bian)

