Cilincing- Pengrajin Tempe Tahu di Jakarta Utara, mengeluhkan dampak kenaikan harga kedelai ini bisa membuat produsen tahu dan tempe gulung tikar. Jika harga ini masih bertahan hingga akhir bulan ini. Bahkan dikuatirkan pedagang tempe yang modalnya sedikit bakal tergusur.Jika harga terus tak terkendali, pihaknya kuatir banyak pengrajin bakal gulung tikar. ''Perkembangan soal ini terus kami pantau," tutur Awang Pengrajin tahu tempe di RW 5 Semper Barat.
Senada disampaikan Rohani pengrajin tempe lainnya. Menurutnya, upaya menstabilkan harga kedelai berada di tangan pemerintah. Pemerintah harus ambil sikap segera melakukan operasi pasar. Dikatakan, saat ini tata niaga kedelai dipegang oleh importir, sehingga pemerintah sulit mengendalikan harga kedelai.
"Pemerintah harus memberikan kesempatan Bulog untuk melakukan impor kedelai. Juga pemerintah harus segera menurunkan bea masuk kedelai, bahkan kalau bisa mengnolkan bea masuk," ujarnya.
Bayangkan saja hingga saat ini harga kedelai sudah menembus sebesar Rp 9.300/kg. Sebelumnya harga normal sebesar Rp.7.800/kgnya. Jika harga tempe atau tahu dinaikan justru akan mengurangi pembeli. Untuk mensiasatinya para pengrajin memperkecil ukuran panjang dan ketebalan tempe itu sendiri. " kalau naikkan harganya tidak akan mungkin,paling kami mengurangkan aja ukurannya" katanya.
Di kelurahan Semper Barat ini merupakan salah satu lokasi pengrajin tempe tahu berada. Ada 200 pengrajin tahu tempe yang bermukim di kawasan RW 5 Semper Barat. Mereka berharap pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kenaikan harga kedelai ini.
Senada disampaikan Rohani pengrajin tempe lainnya. Menurutnya, upaya menstabilkan harga kedelai berada di tangan pemerintah. Pemerintah harus ambil sikap segera melakukan operasi pasar. Dikatakan, saat ini tata niaga kedelai dipegang oleh importir, sehingga pemerintah sulit mengendalikan harga kedelai.
"Pemerintah harus memberikan kesempatan Bulog untuk melakukan impor kedelai. Juga pemerintah harus segera menurunkan bea masuk kedelai, bahkan kalau bisa mengnolkan bea masuk," ujarnya.
Bayangkan saja hingga saat ini harga kedelai sudah menembus sebesar Rp 9.300/kg. Sebelumnya harga normal sebesar Rp.7.800/kgnya. Jika harga tempe atau tahu dinaikan justru akan mengurangi pembeli. Untuk mensiasatinya para pengrajin memperkecil ukuran panjang dan ketebalan tempe itu sendiri. " kalau naikkan harganya tidak akan mungkin,paling kami mengurangkan aja ukurannya" katanya.
Di kelurahan Semper Barat ini merupakan salah satu lokasi pengrajin tempe tahu berada. Ada 200 pengrajin tahu tempe yang bermukim di kawasan RW 5 Semper Barat. Mereka berharap pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kenaikan harga kedelai ini.

