TANJUNG PRIOK- Pintu air Danau Papanggo yang berada di lahan taman BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara sepertinya tidak dapat beroperasional dengan normal. Pasalnya, pintu air tersebut dipenuhi dengan eceng gondok dan sampah hingga panjang 100 sampai 200 meter. Tersumbatnya aliran air di kuatirkan berdampak banjir yang melanda sejumlah kawasan hunian di Tanjung Priok.
"Air yang dari danau akan di buang kelaut jadi tersumbat dengan banyaknya sampah dan eceng gondok. Kondisi tumpukan sampah ini sering terjadi, kami tidak melihat petugas yang secara rutin membersihkan area di sekitar pintu air danau ini," ujar Maman, 40, salah seorang warga Kebon Kelapa RW 06 Tanjung Priok, Selasa (25/2/2014).
Ia berharap petugas kebersihan kali yang kini di tanggulangi Dinas Kebersihan maupun Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara dapat secara rutin melakukan tugasnya. "Jangan sampai luas danau tunggu dipenuhi eceng gondok dulu baru dikerjakan menjadi proyek," tandas pria itu.
Pantauan jakartautara.co dilokasi pintu air danau Papanggo nampak tumpukan sampah dan eceng gondok setinggi 50 sampai 1 meter memenuhi pintu air yang dilengkapi dengan alat otomatis pengangkut sampah. Sayangnya alat tersebut tidak dapat beroperasi dan tidak ada petugas. Danau Papanggo yang didaulat akan menjadi sarana olahraga air sebagai penunjang stadion BMW saat ini sedang dalam pengerukan.
Sebuah kapal pengeruk lumpur sejak tahun 2013 lalu sudah melakukan penyedotan lumpur danau agar mencapai kedalaman yang maksimal. Namun kini kapal keruk itu sudah tidak beroperasi kembali, kondisi kapal hanya mangkrak di tengah danau Papanggo.
