Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   
Home » , , , , , » 'Manusia Gerobak' Adu Nasib Impikan Tempat Tinggal di Jakarta

'Manusia Gerobak' Adu Nasib Impikan Tempat Tinggal di Jakarta

Posted by JAKARTA UTARA on Selasa, 25 Februari 2014

TANJUNG PRIOK - Jakarta sebagai Kota Metropilitan sangat terbuka bagi kaum urban siapa saja dan dari daerah mana saja. Meski banyak Peraturan Daerah yang di terapkan namun tidak menyulutkan kaum urban untuk mengadu nasib di Kota besar Jakarta.

Mereka yang mempunyai keterampilan usaha mungkin saja lebih mudah mengais rizeki di Jakarta namun akan berbeda bagi mereka yang tidak mempunyai keterampilan. Mengemis dan memulung barang bekas mungkin saja menjadi pilihan bagi kaum pendatang yang tidak membekali diri dengan keterampilan.

Seperti kisah, Kusmiati, 35 Tahun, wanita asal Kebumen, Jawa Tengah ini adalah salah seorang pencari barang bekas atau rongsokan rumah tangga yang setiap harinya keliling kampung di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Terkadang ia juga harus melintasi sejumlah Jalan protokol yang banyak di lalui kendaraan umum seperti bus, angkot dan kendaraan lainnya.

Bermodal gerobak kesayangan yang dia beli dari hasil mengumpulkan barang bekas, Kusmiati, bersama dua anaknya bernama Sandi (7 tahun) dan Desti (9 tahun) setiap pagi mengadu nasib di Jakarta. Bermodalkan sabar dan yakin atas apa yang di lakukannya, kusmiati mengaku optimis kelak akan memiliki rumah kontrakan.

"Ingin mempunyai rumah kontrakan, tidak besar, tidak apa-apa asalkan murah. Ini impian saya bersama kedua anak saya," kata Kusmiati mengawali percakapannya di depan sebuah rumah kosong di Jalan Ganggeng, RT 03/ RW 01 Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/2/2014).

Sejak di tinggal suaminya pada tahun 2006, Kusmiati, tidak memiliki tempat tinggal lagi. Sejak itu pula ia memilih turun ke jalan mencari barang bekas. Setiap hari gerobak sematawayangnya-lah yang menjadi tempat tinggal bagi kedua anaknya.

"Kalau habis mencari barang bekas sampai siang hari kami istirahat, dan anak saya biasa tidur di gerobak. Begitupun bila malam, gerobak ini seperti rumah bagi kami. Tetapi saya kerepotan bila musim hujan seperti saat ini," ucapnya terbata-bata seraya mengatakan bila hujan mereka tidur di halaman kios warga.

Namun, kata wanita, yang pernah tinggal di kolong tol Warakas itu, apa yang dilakukannya tetap ia akan jalani terus. "Saya hanya mencari barang bekas tidak mengemis dan tidak melakukan perbuatan terlarang. Saya juga ingin hidup normal, menyekolahkan anak tetapi bagaimana anak bisa sekolah tempat tinggal saja kami tidak punya," akunya.

Kusmiati yang tidak mau menyebut-yebut nama suaminya itu mengaku dalam dua hari mengumpulkan barang bekas mendapatkan hasil Rp 30.000 sampai Rp 50.000. "Kalau ada sisa uang untuk makan kami, uangnya kami simpan di gerobak. Kami juga terimakasih karena banyak juga warga yang kasihan kepada kami ada yang memberi uang, makanan dan barang bekas," tuturnya.

Biasanya, kata dia, keliling kampung dengan gerobak sambil membawa dua anaknya di kawasan Sungai
Bambu, Kebon Bawang, Warakas, Tanjung Priok dan Sunter. "Kadang kami jalan sampai jauh, musim panas dan hujan sudah biasa kami alami. Yang penting anak-anak pada baik-baik saja," ujar Kusmiati seakan tegar menghadapi kerasnya hidup di tengah Metropolitan.

Wanita kelahiran tahun 1978 di Desa Blimbing, Kabupaten Kebumen, Jawa teengah mengutarakan niatnya akan tetap di berada di Jakarta. Pasalnya, di kampung kelahirannya sudah tidak mempunyai sanak saudara lagi.

"Kesulitan saya karena tidak punya rumah apalagi bila anak mengalami sakit, biasanya sakit perut. Saya sering minta air pada warga setelah itu saya obati dengan obat warung, alhamdulillah sembuh. Jadi tidak perlu membawa anak berobat ke dokter  dan Puskesmas," ungkapnya mengakhiri percakapan.

SHARE :
Kang Lintas
 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas