Janji Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang menyatakan delapan bulan pembangunan Waduk Maruda, Cilincing, Jakarta Utara, selesai nampaknya akan gagal. Pasalnya, saat ini belasan beko yang meskinya melakukan pengurasan di Waduk Marunda, Cilincing Jakarta Utara sejak kemarin mangkat atau tidak beroperasi.Pantauan di lapangan sedikitnya ada 12 beko yang di parkirkan di pinggir waduk Marunda. Dari jumlah itu tak satupun alat berat yang beroperasi. Lebih memprihatinkan lagi di lokasi waduk tak ada satupun petugas yang terlihat .
Yanto 45, warga RW 2 Bambu Kuning, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara mengakui sejak kemarin tak terlihat petugas yang biasa mengeruk lumpur di waduk. Dia memperkirakan pada hari hari Sabtu dan minggu libur.“Mungkin hari Sabtu dan Minggu libur kali, tapi minggu kemarin mereka tetap bekerja kok. Kami khawatir janji gubernur yang akan menyelesaikan waduk itu dalam delapan bulan akan sia-sia jika tidak dikerjakan,” ujarnya.
Hal berbeda disampaikan Jumadi, 46, Warga RW 2 Marunda lainnya. Kemungkinan tak beroperasinya pengerjaan pengerukan lumpur waduk lantaran belum diselesaikannya beberapa lahan milik warga yang belum mendapatkan ganti rugi.
“Sepengetahu saya mungkin pemilik lahan merasa belum mendapat ganti rugi, dan pekerja enggan melakukan pengurasan. Seharusnya pemerintah menyelesaikan ganti rugi dulu baru dikerjakan, tapi ini nggak,” tuturnya.
Sebelumnya, saat Gubernur DKI Jakarta Jokowi mendatangi kawasan pembangunan Waduk Marunda sempat mendapatkan protes dari beberapa warga yang belum menerima ganti rugi. Bahkan para pemilik meminta agar pada tanggal 4 April 2014 nanti proses ganti rugi segera diselesaikan.
Bahkan Januari 2014 lalu, Pemko Jakut telah membebaskan lahan yang ditempati 150 KK. Sisanya tertunda karena dana dari APBD 2013 untuk pembebasan lahan itu telah habis. Untuk itu para pemilik lahan yang hingga saat ini belum mendapat ganti rugi secepatnya meminta pemerintah untuk segera menyelesaikannya.
Kasie Sarana dan Prasarana, Sudin PU Tata Air Pemkot Jakarta Utara, Kuryatna Atmadja, ketika dikonfirmasi terkait mangkaknya beko-beko di Waduk Marunda mengakuinya. “Tadi saya ke lokasi untuk melihat itu. Tapi saya tidak tahu kenapa beko itu tidak beroperasi, ini merupakan pekerjaan Dinas DKI Jakarta,” katanya.
