MARUNDA- Penghuni di Rusun Marunda, Cilincing Jakarta Utara mengeluhkan pasokan air PAM di Blok C, Rusunawa Marunda yang terhenti sejak dua hari ini. Akibat para penghuni terpaksa membeli dari gerobak dorong hingga air galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhannya.
“Kalau memanfaatkan air tanah, kotor dan bau, bahkan menimbulkan gatal-gatal. Terpaksa membeli dari gerobak dorong,” kata Dewi 25, penghuni Rusunawa Blok C Marunda, Cilincing, Minggu (16/3).
Dewi menambahkan, terhentinya pasokan air ke Rusunawa ini bukan hanya sekali ini saja. Tapi selama dua bulan terakhir ini sering mati sehingga warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air.
Pernyataan yang sama juga disampaikan, Weni, 40,penghuni rusun Blok C lantai 3. Ia mengaku sangat kecewa dengan terhentinya pasokan air bersih ke tempat tinggalnya. Untuk kebutuhan minum, masak dan kebutuhan lainnya ia juga terpaksa membeli air galon isi ulang. “Sejak kemarin airnya mati, dan sudah 5 galon air isi ulang kami pakai. Kalau terus-terusan begini bisa rugi ” cetus Weni.
Ibu dua anak itu juga menambahkan untuk membeli satu buah galon isi ulang, dirinya terpaksa mengeluarkan kocek Rp5 Ribu/galonnya. Rata-rata dalam satu hari ia harus membeli antara dua hingga tiga galon, selain itu juga satu gerobak.
Terhentinya pasokan air bersih di kawasan Rusun Marunda ini bukanlah yang pertama kali, dua bulan lalu dirasakan sebagian warga di Rusun Marunda. Belum diketahui apa penyebabnya, namun warga di Rusun Blok C Marunda yang berjumlah 300 KK ini meminta agar pihak pengelolah air bersih segera memperbaikinya
