TANJUNG PRIOK - Banyak wajah baru calon 'penghuni' Senayan. Mulai dari orang terkenal (selebritis) hingga yang tadinya bukan siapa-siapa. Berikut pemaparan salah seorang Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil 3 (Tiga) yang 'berhasl' ke Senayan seperti di kutip jakartautara.co pada Poskota Senin 28 April 2014.
Tidak pernah diprediksi kalau Ahmad Sahroni mantan 'sopir tembak' mampu menembus perolehan suara 48.231 suara yang akan mengantarnya ke Senayan menduduki kursi DPR RI. Hasil real count yang dirilis KPU Jakarta Utara menetapkan Caleg Partai Nasional Demokrat (NasDem) Ahmad Sahroni meraih suara terbanyak dari seluruh Caleg yang bertarung di Jakarta Utara.
| AHMAD SAHRONI |
Ahmad Sahroni yang akrab disapa Roni ini, menjadi anggota DPR bukan untuk gagah-gagahan atau numpang hidup dengan gaji yang tinggi sebagai anggota parlemen. Tujuan dia untuk memperjuangkan kepentingan rakyat banyak, terutama rakyat kecil.
"Visi saya ingin menjadikan wakil rakyat khususnya didapil saya. Saya akan berbuat yang terbaik buat masyarakat dan akan memperjuangkan kepentingan mereka," ujar Roni dengan nada pelan dan bermakna.
Partai pembawa perubahan melalui gerakan restorasi itu mempercayakan kepada anak priok ini bertarung dan meraih kemenangan. Dia berada di Dapil III (Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu) Dengan Nomor Urut Satu.
"Alhamdulillah, Tuhan memberikan jalan kepada saya. Kini saatnya saya berjuang demi rakyat dan memberikan kemenangan buat Partai NasDem yang pasti akan membawa perubahan bagi bangsa ini," kata mantan 'sopir tembak' itu.
MERASA YAKIN
Sebelum pileg digelar Roni merasa yakin dirinya akan mendapatkan kursi di Senayan. Kepada beberapa wartawan Roni sempat mengatakan. "Hanya denga merem (memejamkan mata), satu kursi pasti saya dapatkan," katanya saat itu sambil bergurau.
Ternyata, apa yang diucapkan itu bukan pepesan kosong. Roni kini telah menjawab optimismenya itu. Tetapi apa yang diraihnya itu bukan faktor kebetulan belaka, karena Roni begitu dikenal konstituennya. Sebab, sejak kecil Roni mengenyam hidup susah dan meraih sukses di Tanjung Priok yang dikenal sebagai daerah keras. Roni bahkan sangat bangga dikenal sebagai 'Anak Priok'.
"Saya bukan sombong tapi saya menunjukkan bahwa kader NasDem itu sudah kaya sebelum menjadi Anggota DPR," ucap Roni.
BUKAN BUAT HARTA
Roni mempertegas kehadirannya di Senayan kelak, bukan untuk mengumpulkan harta dan status. "Kalau mau cari keuntungan, untuk apa jadi wakil rakyat, mending jadi pengusaha yang lebih menjanjikan. Pendapat perbulannya bisa miliaran," paparnya.
Roni tidak ingin seperti penyelenggara negara lain yang mencari kekayaan dari jabatannya. Roni ingin seperti pejabat Amerika serikat, kaya dulu sebelum duduk menjadi anggota parlemen. "Kalau di Amerika, mereka kaya dulu sebelum menjadi pejabat. Bukan terbalik, jadi pejabat dulu baru kaya. Itu namanya mencari keuntungan dari jabatan," tegas Presiden Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) itu.
Kesuksesan Roni dengan dua rumusan, yakni doa dan usaha. Lewat perjalanan panjangnya yang berliku namun itu tak membuatnya putus asa. Dia bekerja keras dan tetap berani bermimpi. "Dulu diusir-usir orang. Jadi, sekarang ngak jadi orang kaya yang sombong," ucapnya sambir tersenyum.
Suami Feby Belinda yang berdomisili di Jalan Swasembada Timur XXII No.52 Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara itu selalu bersilaturahmi dengan warga Tanjung Priok.
Meski sudah menjadi pengusaha terpandang, Roni tetap dikenal sosok yang ramah. "Saya akan konsekuen dan konsisten membantu mereka jika memang saya benar-benar terpilih menjadi anggota DPR. Mereka ternyata bisa memahami dan rela tanda tangan berkomitmen untuk memilih saya," kata pemilik Grup perusahaan PT Ruwanda Satya Abadi itu. (bersambung)
