KELAPA GADING- Kondisi gedung sekolah berada lingkungan pemukiman RW 10, Kelurahan Pegangsaandua, Kelapa Gading, gedung sekolah SMKN 33, di Jl Gading Mas Timur II, dirasa sudah tak layak lagi. Ditambah lagi minim akses kendaraan umum, keberadaan sekolah seluas 3000 m2 itu sudah tidak memungkinkan untuk pengembangan fasilitas, sehingga pihak sekolah berharap dipindahkan.
Sekolah yang saat ini memiliki siswa sebanyak 497 orang, terbagi dalam 4 jurusan, Perhotelan, Busana Butik, Restoran dan Usaha Perjalanan Wisata. Untuk mengikuti pelajaran, mereka dibagi dalam 18 kelas.
Sedangkan fasilitas penunjang, walau mereka memiliki labotarium dan ruang praktek yang lengkap, namun secara keluasan dirasa tidak standar bila dibandingkan dengan SMK sejenis. Sehingga proses belajar mengajar sekolah kejuruan yang memfokuskan pada praktek, dirasa pihak sekolah menjadi kurang optimal.
Wakil Kepala Bidang Manajemen Mutu Sekolah SMKN 33, Jakarta, Richard Maghani, mengatakan bahwa selama ini beberapa ruang praktek memiliki keterbatasan luas. Sehingga, seperti ruang praktek hotel, jahit, masak dan restoran disulap dari kelas yang di sekat-sekat.
"Kalau berdasar tuntutan kurikulum, harus moving class, tapi karena keterbatasan itu belum kita terapkan. Unit produksi di sekolah kita juga terbatasi lahan yang ada," ujarnya, Kamis (24/4). Bahkan jika ruang kelas penuh siswa terpaksa menggunakan ruang praktek dapur atau Lab untuk belajar.
Lanjut Richard, sebagai satu-satunya sekolah kejuruan perhotelan di Jakarta Utara, animo peminat SMK 33 amat tinggi. Sehingga rencananya, pada tahun depan akan menambah satu kelas lagi setiap jurusan.
"Rencananya tahun ajaran 2014-2015 kita mau menambah kelas. Masing-masing jurusan 1," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Utara, Mustafa Kemal, membenarkan bahwa fasilitas SMK 33 untuk mendukung kurilkulum memang sudah tidak laik. Sebab, idealnya untuk lahan SMK memiliki luas 5000m2.
"Memang karena SMK itu karakternya beda dengan SMA. Karena kan kurikulumnya berdasar link and Match dengan dunia profesi, sehingga selain praktek dengan dunia usaha, sekolah dapat membawa dunia industri ke dalam yang dinamakan unit produksi," ujarnya.
Mengenai pemindahan lokasi, Kemal mengatakan bahwa Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, sudah memberi beberapa solusi. Diantaranya dengan mencari sendiri lahan yang ada di sekitar Sunter dan Kelapa Gading atau meminta kompensasi pembangunan dari pengembang yang menggunakan lahan Pemda.
"Kalau mencari sendiri, pak wali sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 M untuk beli lahan dan membangun. Sedangkan opsi kedua, karena ada lahan Dinas PU yang dibangun oleh Agung Podomoro sebagai apartemen, akan dimintakan oleh pak Wali untuk membangun sarana pendidikan," jelasnya.
Selanjutnya, Kemal mengatakan bahwa proses tersebut akan dilaksanakan secepatnya. Paling tidak diharapkannya, tahun ini sudah ada kepastian lokasi lahan, sehingga perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan.
Sekolah yang saat ini memiliki siswa sebanyak 497 orang, terbagi dalam 4 jurusan, Perhotelan, Busana Butik, Restoran dan Usaha Perjalanan Wisata. Untuk mengikuti pelajaran, mereka dibagi dalam 18 kelas.
Sedangkan fasilitas penunjang, walau mereka memiliki labotarium dan ruang praktek yang lengkap, namun secara keluasan dirasa tidak standar bila dibandingkan dengan SMK sejenis. Sehingga proses belajar mengajar sekolah kejuruan yang memfokuskan pada praktek, dirasa pihak sekolah menjadi kurang optimal.
Wakil Kepala Bidang Manajemen Mutu Sekolah SMKN 33, Jakarta, Richard Maghani, mengatakan bahwa selama ini beberapa ruang praktek memiliki keterbatasan luas. Sehingga, seperti ruang praktek hotel, jahit, masak dan restoran disulap dari kelas yang di sekat-sekat.
"Kalau berdasar tuntutan kurikulum, harus moving class, tapi karena keterbatasan itu belum kita terapkan. Unit produksi di sekolah kita juga terbatasi lahan yang ada," ujarnya, Kamis (24/4). Bahkan jika ruang kelas penuh siswa terpaksa menggunakan ruang praktek dapur atau Lab untuk belajar.
Lanjut Richard, sebagai satu-satunya sekolah kejuruan perhotelan di Jakarta Utara, animo peminat SMK 33 amat tinggi. Sehingga rencananya, pada tahun depan akan menambah satu kelas lagi setiap jurusan.
"Rencananya tahun ajaran 2014-2015 kita mau menambah kelas. Masing-masing jurusan 1," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Utara, Mustafa Kemal, membenarkan bahwa fasilitas SMK 33 untuk mendukung kurilkulum memang sudah tidak laik. Sebab, idealnya untuk lahan SMK memiliki luas 5000m2.
"Memang karena SMK itu karakternya beda dengan SMA. Karena kan kurikulumnya berdasar link and Match dengan dunia profesi, sehingga selain praktek dengan dunia usaha, sekolah dapat membawa dunia industri ke dalam yang dinamakan unit produksi," ujarnya.
Mengenai pemindahan lokasi, Kemal mengatakan bahwa Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, sudah memberi beberapa solusi. Diantaranya dengan mencari sendiri lahan yang ada di sekitar Sunter dan Kelapa Gading atau meminta kompensasi pembangunan dari pengembang yang menggunakan lahan Pemda.
"Kalau mencari sendiri, pak wali sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 M untuk beli lahan dan membangun. Sedangkan opsi kedua, karena ada lahan Dinas PU yang dibangun oleh Agung Podomoro sebagai apartemen, akan dimintakan oleh pak Wali untuk membangun sarana pendidikan," jelasnya.
Selanjutnya, Kemal mengatakan bahwa proses tersebut akan dilaksanakan secepatnya. Paling tidak diharapkannya, tahun ini sudah ada kepastian lokasi lahan, sehingga perencanaan pembangunan dapat dilaksanakan.

