WARAKAS - Pelayanan air PAM kembali dikeluhkan warga Warakas. Kali ini warga di RW 04, 05 dan RW 09 Keluraha Warakas, Kecamatan Tanjung Priok yang mengeluhkan suplai air dari PT Aetra yang dianggap kotor dan bau sejak beberapa hari ini.
"Sebelumnya sekitar satu bulan lalu kami telah mengeluhkan maslah air pam dan mendatangai kantornya, satu hari kemudian air yang kami terima bersih. Namun dapat sepuluh hari kemudian air kembali kotor berwarna kuning dan bau obat," ujar Fendi, 50, salah seorang warga di Jalan Warakas Raya, RW 05 Warakas kepada jakartautara.com, Kamis (17/3/2011) siang.
"Kami warga Warakas merasa kecewa dengan air yang kami dapat dari Aetra. Padahal kami tidak pernah nunggak bayar tagihan air," tukasnya. Keluhan senada juga dikatakan Ny. Kus, 35, warga RW 09 dan Jumari, 42, warga RW 04.
Mereka berharap PT Aetra dapat segera memprbaiki kualitas airnya agar tidak mengecewakan konsumen yang telah memberikan kepercayaan. "Jangan nagihnya saja yang getol, terlambat beberapa hari meteran di segel sementara konsumen sering mendapatkan air yang tidak bersih," tandas warga Warakas itu.
Sementara itu, informasi yang di peroleh jakartautara.com bahwa PT Aetra telah mencatat keluhan warga Warakas tersebut dan akan melakukan pengecekan dilapangan. "Buktinya sampai sekarang ini air pam masih berwarna kekuningan tidak jernih seperti biasanya," timpal Fendi. (min)
"Kami warga Warakas merasa kecewa dengan air yang kami dapat dari Aetra. Padahal kami tidak pernah nunggak bayar tagihan air," tukasnya. Keluhan senada juga dikatakan Ny. Kus, 35, warga RW 09 dan Jumari, 42, warga RW 04.
Mereka berharap PT Aetra dapat segera memprbaiki kualitas airnya agar tidak mengecewakan konsumen yang telah memberikan kepercayaan. "Jangan nagihnya saja yang getol, terlambat beberapa hari meteran di segel sementara konsumen sering mendapatkan air yang tidak bersih," tandas warga Warakas itu.
Sementara itu, informasi yang di peroleh jakartautara.com bahwa PT Aetra telah mencatat keluhan warga Warakas tersebut dan akan melakukan pengecekan dilapangan. "Buktinya sampai sekarang ini air pam masih berwarna kekuningan tidak jernih seperti biasanya," timpal Fendi. (min)
