SEKKO Jakarta Utara Tri Kurniadi menerima anggota DPRD komisi B Kabupaten Buleleng, Bali, bidang kehutanan yang di Ketuai Putu Mangkubudiase di Ruang Fatahilah Lantai 2, Kantor Walikota, Rabu(30/11/11). Kedatangan anggota DPRD Kabupaten Buleleng bermaksud Ingin mengetahui cara pengolahan tanaman mangrove hingga menjadi hutan mangrove yang baik. Dalam sambutannya Sekko Jakarta Utara Tri Kurniadi menjelaskan, bahwa penanaman mangrove di DKI Jakarta, Khususnya Jakarta Utara sudah berlangsung dari tahun 2007. Daerah pemeliharaan serta pengembangan tanaman Mangrove yaitu Taman Suaka Margasatwa Muara Angke, luasnya mencapai 25,02 hektare. Selain ditumbuhi tanaman bakau atau Mangrove, daerah ini juga di huni berbagai macam satwa khas hutan bakau seperti burung Sikatan, burung Prenjak Jawa bahkan monyet jenis ekor panjangpun dapat ditemukan di kawasan ini.
"Penanaman dan pelestarian tanaman Mangrove dilakukan pemerintah daerah serta pemerintah pusat, dan dukungan dari stake holder dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) ikut serta dalam penanaman tanaman Mangrove," ujar Sekko.
Lanjutnya Sekko menambahkan, selain melestarikan lingkungan yang ada di Jakarta Khususnya Jakarta Utara. Tanaman Mangrove juga sangat berguna untuk Wilayah Jakarta Utara, karena menurut data yang ada wilayah Jakarta Utara sudah di bawah permukaan laut, diharapkan tanaman mangrove ini dapat mencegah terjadinya banjir Rob (Banjir Pasang Air Laut) yang diakibatkan turunnya permukaan tanah. "Dengan adanya hutan Mangrove diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir Rob yang sering terjadi di kawasan kami," jelas Sekko.
Sementara Jaja Suarja, selaku Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara menuturkan, Salah satu Upaya Pemerintah Kota untuk masyarakat, adalah mengikutsertakan dan pemberdayaan masyarakat agar ikut melestarikan tanaman Mangrove. "Karena buah mangrove dapat dijadikan makanan olahan yang dapat menambah penghasilan masyarakat sekitar dari hasil penjualan hasil olahan tersebut," ujarnya.
"Penanaman dan pelestarian tanaman Mangrove dilakukan pemerintah daerah serta pemerintah pusat, dan dukungan dari stake holder dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) ikut serta dalam penanaman tanaman Mangrove," ujar Sekko.
Lanjutnya Sekko menambahkan, selain melestarikan lingkungan yang ada di Jakarta Khususnya Jakarta Utara. Tanaman Mangrove juga sangat berguna untuk Wilayah Jakarta Utara, karena menurut data yang ada wilayah Jakarta Utara sudah di bawah permukaan laut, diharapkan tanaman mangrove ini dapat mencegah terjadinya banjir Rob (Banjir Pasang Air Laut) yang diakibatkan turunnya permukaan tanah. "Dengan adanya hutan Mangrove diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir Rob yang sering terjadi di kawasan kami," jelas Sekko.
Sementara Jaja Suarja, selaku Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara menuturkan, Salah satu Upaya Pemerintah Kota untuk masyarakat, adalah mengikutsertakan dan pemberdayaan masyarakat agar ikut melestarikan tanaman Mangrove. "Karena buah mangrove dapat dijadikan makanan olahan yang dapat menambah penghasilan masyarakat sekitar dari hasil penjualan hasil olahan tersebut," ujarnya.
