Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Petugas P&K Jakut Musnahkan Serangga Tomcat

TUGU SELATAN- Serangga predator atau Tomcat yang menyerang para pengungsi korban banjir di Stadion Tugu,Koja akhirnya di musnahkan oleh petugas Pertanian dan Kehutanan (P&K) Jakarta Utara.
Para petugas langsung melakukan penyisiran ke sudut dan tangga-tangga stadion dengan menggunakan cairan marsah (Insektisida) untuk mematikan serangga predator.

"Kita sudah sisir dan semprot dengan insektisida agar tomcat-tomcat itu musnah" kata Jaja Suharja Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara.  Sebelumnya tomcat ini menyerang para pengungsi hingga membuat luka. Banyak anak-anak dan ibu terserang binatang tersebut,meski tidak membahayakan namun cairan hewan ini membuat kulit terbakar.

2000 Pohon Mangga Akan Dibagikan Warga Jakut

TANJUNG PRIOK - Suku Dinas (Sudin) Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara menggencarkan penanaman pohon produktif. Dalam hal ini penanaman pohon mangga. Sejumlah tempat akan dijadikan sentra penanaman mangga. Seperti di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Rorotan dan Marunda. Rencananya sebanyak 2000 pohon mangga akan dibagikan pada warga Jakarta Utara tujuannya untuk menjadikan lingkungan yang teduh dan menghasilkan nilai ekonomis.

"Tahun ini kami ajukan permintaan ke dinas sebanyak dua ribu pohon mangga. Alhamdulillah telah di setujui jenisnya mangga indramayu dan mangga manalagi dengan tinggi 1 hingga 1,5 meter. Selain itu, kami juga mendapatkan seribu pohon pelindung. Semuanya nanti akan diberikan pada warga maupun pihak sekolah," ujar Kasie Pertanian Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakut Wawan Ridwan, Jumat 22 Februari 2013.

Menurutnya, Warga Jakarta Utara memang senang menanam pohon mangga. Hampir setiap tahun, kata dia, warga mengajukan permintaan untuk menanam pohon mangga. Tahun lalu saja, sebanyak 3.000 pohon disebar ke warga. "Jadi kalau melintasi pemukiman warga di Jakarta Utara, akan dengan mudah menemui pohon mangga. Pohon produktif itu cocok tumbuh di sini," jelas Wawan.

Untuk tahun ini, katanya, pohon tersebut diantaranya ditanam di kawasan Rorotan dan Marunda. "Untuk di Rorotan akan ditanam seribu pohon mangga. Di marunda dua ratus pohon sisanya akan diberikan pada kelurahan lain," jelas Wawan. Hingga saat ini, sudah lebih 10 ribu pohon mangga tersebar di Jakut. Selain tidak membutuhkan perawatan yang sulit, juga membuat teduh. Serta menghasilkan buah.

"Warga yang ingin menanam pohon mangga, biasanya mengajukan surat atau bisa mengajukannya melalui pengurus RW setempat. Bisa diambil langsung di kebon kami di kawasan Marunda dan Rorotan atau kami kirim melalui kelurahan," jelas Wawan.

Disamping itu, Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakut, juga ikut mensukseskan program menanam 1 milyar pohon.  Pada  2010  lalu telah ditanam pohon sebanyak 184.761. Pada 2011 ditanam 114.845 pohon. Pada tahun 2012, jumlah pohon yang ditanam kurang lebih 200 ribu pohon.

"Tahun ini kami juga akan mensukseskan lagi program menanam satu milyar pohon," terangnya.
Wawan menambahkan, tidak ketinggalan pihaknya juga tetap memperhatikan soal pertanian. Pasalnya kata dia, di Jakut masih terdapat sawah dan pertanian.
"Untuk sawah ada sekitar 525 hektar di Rorotan dan Marunda. Lahannya ada yang punya petani dan pengembang. Adapun untuk sayur sekitar 25 hektar," pungkas Wawan.

Pemkot Jakut Razia Makanan Berformalin


Bulan Ramadhan ini, Suku Dinas Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (Sudin P2K) Jakarta Utara mengintensifkan monitoring pemakaian bahan tambahan pangan berbahaya atau formalin untuk daging ayam dan sapi di pasar–pasar yang ada di Jakarta Utara. Hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan keamanan bagi masyarakat uang akan mengkomsumsinya.
.
“Bulan Ramadhan permintaan daging ayam dan sapi di wilayah Jakarta Utara terus meningkat. Jika hal ini tidak kami lalukan dikhawatirkan situasi seperti saat ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk menjual daging rusak seperti berformalin, busuk, glondong dan adanya kandungan bahan tambahan pangan yang bisa membahayakan konsumen,” kata Kepala Sudin P2K Jakarta Utara, Sri Wahyuni Sensusiwati.

Diakui oleh Kasudin, pihaknya melakukan pengawasan dengan cara sidak di pasar-pasar yang ada di Jakarta Utara. Bahkan pada sidak ini pihaknya mengambil 75 sampel berupa usus serta air rendaman karkas ayam dan daging yang dicurigai yang diduga sudah diberi cairan berbahaya.

Sasaran sidak itu antara lain Pasar Kalibaru, Pasar Bendungan Melayu, Pasar Pluit, Pasar Pendongkelan, Pasar Teluk Gong, Pasar Pluit, Pasar Mandiri, Pasar Warakas, Pasar Sukapura, Pasar Rawa Badak, Pasar Pademangan Timur, Pasar Pademangan Barat.

Dalam kegiatan itu 12 petugas diterjunkan secara serentak ke pasar-pasar. “Sempel itu jika terbukti adanya pemakaian bahan tambahan pangan yang tidak dibenarkan, maka daging ayam atau sejenisnya kami sita untuk selanjutnya kami musnahkan, “tutur Sri Wahyuni.

Walikota Jakut Bambang Sugiyono menjelaskan, sidak ke pasar-pasar ini dilakukan dalam upaya pemerintah Jakarta Utara memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya sidak ini, masyarakat Jakarta Utara akan terhindar dari daging-daging yang membahayakan untuk dikomsumsi ini. Saya juga berharap kepada masyarakat untuk bekerja sama jika mengetahui adanya ada penjualan daging glondongan, berformalin atau lainnya agar secepatnya melaporkan agar secepatnya dapat di tindak lanjuti,”terangnya. Selain itu Walikota juga meminta kepada pihak Sudin P2K untuk terus meningkatkan pengawasan, jangan sampai ada orang – orang yang ingin mencari keuntungan sepihak seenaknya saja. Kalau terus dilakukan pengawasan langsung, tentunya para konsumen daging ayam dan sejenisnya di Jakarta Utara akan ikut merasa aman, tegasnya. 
 Sumber : poskotanews.com

DPRD Buleleng Belajar Tanam Mangrove ke Jakut

SEKKO Jakarta Utara Tri Kurniadi menerima anggota DPRD komisi B Kabupaten Buleleng, Bali, bidang kehutanan yang di Ketuai Putu Mangkubudiase di Ruang Fatahilah Lantai 2, Kantor Walikota, Rabu(30/11/11). Kedatangan anggota DPRD Kabupaten Buleleng bermaksud Ingin mengetahui cara pengolahan tanaman mangrove hingga menjadi hutan mangrove yang baik. 
 
Dalam sambutannya Sekko Jakarta Utara Tri Kurniadi menjelaskan, bahwa penanaman mangrove di DKI Jakarta, Khususnya Jakarta Utara sudah berlangsung dari tahun 2007. Daerah pemeliharaan serta pengembangan tanaman Mangrove yaitu Taman Suaka Margasatwa Muara Angke, luasnya mencapai 25,02 hektare. Selain ditumbuhi tanaman bakau atau Mangrove, daerah ini juga di huni berbagai macam satwa khas hutan bakau seperti burung Sikatan, burung Prenjak Jawa bahkan monyet jenis ekor panjangpun dapat ditemukan di kawasan ini.

"Penanaman dan pelestarian tanaman Mangrove dilakukan pemerintah daerah serta pemerintah pusat, dan dukungan dari stake holder dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) ikut serta dalam penanaman tanaman Mangrove," ujar Sekko.

Lanjutnya Sekko menambahkan, selain melestarikan lingkungan yang ada di Jakarta Khususnya Jakarta Utara. Tanaman Mangrove juga sangat berguna untuk Wilayah Jakarta Utara, karena menurut data yang ada wilayah Jakarta Utara sudah di bawah permukaan laut, diharapkan tanaman mangrove ini dapat mencegah terjadinya banjir Rob (Banjir Pasang Air Laut) yang diakibatkan turunnya permukaan tanah. "Dengan adanya hutan Mangrove diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir Rob yang sering terjadi di kawasan kami," jelas Sekko.

Sementara Jaja Suarja, selaku Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara menuturkan, Salah satu Upaya Pemerintah Kota untuk masyarakat, adalah mengikutsertakan dan pemberdayaan masyarakat agar ikut melestarikan tanaman Mangrove. "Karena buah mangrove dapat dijadikan makanan olahan yang dapat menambah penghasilan masyarakat sekitar dari hasil penjualan hasil olahan tersebut," ujarnya.

Buah Mangrove Jadi Produk Unggulan Jakut

Keberadaan buah mangrove yang terdapat di Hutan Mangrove Kawasan Eko Wisata Tol Sedyatmo, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara ternyata dapat diolah menjadi produk unggulan. Ya, olahan dari buah mangrove misalnya dapat dibuat sirup, kue, bahkan sabun mandi.

Untuk itu, Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara pun tengah mengkaji dengan memanfaatkan buah mangrove menjadi bahan olahan pangan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan warga sekitar.

Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara, Jaja Suarja mengatakan, buah mangrove di kawasan Hutan Mangrove Eko Wisata Tol Sedyatmo, memiliki manfaat yang baik untuk dijadikan salah satu alternatif pangan. Sebab, buah mangrove bisa diolah menjadi sirup, kue, dan juga sabun mandi. "Manfaat ekonomis buah mangrove jangan sampai terbuang percuma. Kita akan olah dan perkenalkan sebagai salah satu alternatif pangan kepada masyarakat di sekitar kawasan Hutan Mangrove Eko Wisata," kata Jaja, Jumat (25/11).

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove hanya berada di Jakarta Utara. Oleh karena itu, pihaknya berharap warga sekitar turut menjaga dan merawat hutan mangrove tersebut. "Kami berkewajiban untuk membina PKK dengan memanfaatkan buah mangrove. Kami sudah melakukan pembinaan hutan mangrove dari tahun 2008, dan olahan buah mangrove menjadi produk unggulan. Manfaatnya untuk keanekaragaman pangan untuk masyarakat sekitar," ucapnya.

Buah mangrove itu sendiri, lanjut Jaja, berbentuk bulat berwarna hijau dengan rasa yang manis. Untuk panennya, dua kali dalam setahun. "Buah ini dari dahulu sudah banyak yang konsumsi. Seperti di daerah Marunda, saya pernah melihat keluarga di Marunda membuat sirup, kue onde, nastar dari buah mangrove," ungkapnya.

Supaya bisa go public, ditambahkan Jaja, produk ini harus terlebih dahulu teruji melalui kandungan zat dan juga izin produksinya. Dalam hal ini Sudin Pertanian dan Kehutanan akan bekerjasama dengan Sudin Kesehatan, dan Sudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara. Oleh karena itu tahapannya harus ditempuh, sehingga produk unggulan ini bisa dikonsumsi masyarakat lokal. "Kami masih menunggu proses uji dan izin legalnya itu. Tetapi itu hanya bisa dikonsumsi masyarakat lokal dan belum bisa dipasarkan secara luas," tuturnya.

Dikatakannya, kawasan hutan mangrove ini memang dijadikan hutan lindung di DKI Jakarta. "Ke depan hutan mangrove ini juga akan dijadikan wisata alam, suaka margasatwa alam, dan taman wisata alam," tandasnya.

Sumber/Link : beritajakarta

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas