Ribuan rumah warga yang tinggal di RW 011, 08 dan 20, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara sejak tiga bulan lalu kesulitan air bersih, karena kondisi air selain keruh juga bau. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka warga terpaksa membeli air isi ulang untuk dikomsumsi, sedangkan untuk mandi cuci dan kakus MCK menggunakan air sumur.
Menurut H Kafidin, ketua RW 11, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dirinya dan warga sekitar kesal dengan layanan PT Palyja yang dianggap buruk. “Kami dalam satu hari bisa membeli air lima pikul atau Rp 25 ribu itupun terkadang kurang karena keluarga kami cukup banyak. Yang lebih membuat kami sengsara lagi, sudah sulit mendapat air juga berebut dengan warga lainnya,” keluh Kafidin saat dihubungi via telepon selulernya Senin (13/11).
Dia juga menambahkan kesulitan air bersih itu terjadi sejak bulan Agustus hingga saat ini. Meskipun kami sudah beberapa kali meminta kepada pihak PT Palyja yang bertanggungjawab, namun hingga saat ini belum ada tindakan untuk meningkatkan pelayanan soal pasokan air.
Akibatnya kesulitan air bersih ini, beban hidup masyarakat di kelurahan Muara Angke yang sebagian besar nelatan menjadi bertambah. Untuk itu dia bersama warga berharap kepada pemerintah Pemkot Jakarta Utara untuk menindak lanjuti kesulitan warga.
Kekesalan yang sama juga diungkapkan oleh Suprato, warga RW 08, Muara Angke, Pluit, Penjaringan, , Jakarta Utara. Menurutnya, setiap pagi-pagi dirinya sudah keluar rumah dengan membawa gerobak yang berisi jerigen untuk membeli air bersih. Ini dilakukan karena selain untuk kebutuhan masak dan minum, juga akan digunakan kedua anaknya untuk bersekolah.
“Biasanya, sebelum saya berangkat kerja beli air dulu untuk keperluan masak dan mandi anak-anak, jika tidak mungkin kami seharian tidak ada mandi. Terkadang kami juga sekali sehari mandi, itu karena tidak ada uang untuk membeli air,”jelas Suparto, yang berkerja sebagai kuli bangunan.
Menanggapi hal itu, Sekertaris Kecamatan Penjaringan Yani Wahyu didampingi Sekertaris Kelurahan Pluit Awang, mengakui adanya kelurahan warga soal pasukan air bersih di 3 RW dan 31 RT yang ada di Muara Angke. Meski begitu pihaknya saat ini juga berupaya untuk menindak lanjuti keluhan warga tersebut dengan cara mengirim surat kepada pihak Palyja untuk meningkatkan pelayanan. “Memang kami sudah berusaha memfasilitasi antara warga dan pihak PT Palyja soal kesulitan air berih ini. Namun, sampai saat ini pasokan air tersebut kembali tersedat sehingga warga merasa kesulitan dengan pasokan air tersebut,”jelas Yani Wahyu.
Sumber / Link : poskota
