Menurut Kepala Stasiun Tanjung Priok Atin Supriatin, Senin (21/11/2011), mengatakan, tak lama lagi warga Jakarta Utara dapat menggunakan KRL sebagai alternatif bagi mobilitas warga di kawasan utara Jakarta.
Atin mengakui, dulu KRL sempat aktif. Namun, karena sepi penumpang, akhirnya KRL berhenti beroperasi. "Nanti tanggal 1 Desember kalau tidak ada halangan, KRL akan segera beroperasi," katanya.
Tahun 2004, PT KAI, Atin menjelaskan, terpaksa harus menutup jalur yang melintasi Stasiun Kota, Kampung Bandan, Ancol, dan Tanjung Priok.
Jalur KRL itu ditutup karena trek pelintasan kereta sudah tua sehingga tidak aman dilintasi. Selain itu, warga masyarakat kebanyakan menggunakan jalur transportasi angkutan kota ataupun bus.
"Sebelum KRL beroperasi, gubuk-gubuk liar yang yang sebelumnya berderet di sepanjang bantaran rel Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, sudah dibersihkan. Bahkan, peron Stasiun Ancol pun tampak lebih tinggi sesuai tinggi lantai KRL. Pembersihan lapak sudah dilakukan sejak tahun 2009," ujar Atin.
Pembukaan jalur KRL Komuter di stasiun itu merupakan program pengembangan komuter perkotaan untuk meningkatan jumlah penumpang yang terangkut serta sebagai upaya mengatasi kemacetan. Apaalagi, kemacetan di jalur darat antara Tanjung Priok dan Kota cukup parah.
