Intensitas penertiban terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama SEA Games XXVI berlangsung terus ditingkatkan. Selama perhelatan pesta olahraga terbesar negara-negara di kawasan Asia Tenggara itu berlangsung, Sudin Sosial Jakarta Utara berhasil menjaring sebanyak 20 PMKS. Terlebih, di kawasan Jakarta Utara terdapat sejumlah tempat yang mempertandingakan cabang olahraga SEA Games XXVI.Ke-20 PMKS yang berhasil dijaring langsung dikirim ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBIBD) I di Kedoya, PSBIBD II di Cipayung dan PSBIBD III di Cengkareng untuk diberikan pembinaan.
Kasie Rehabilitas Tuna Sosial (RTS) Dinas Sosial DKI Jakarta, Prayitno mengatakan, terdapat tiga lokasi di Jakarta Utara yang menjadi titik rawan maraknya PMKS, yaitu perempatan Kelapagading, perempatan Coca cola, dan GOR Tanjungpriok menuju MOI Kelapagading. `Tiga lokasi tersebut merupakan rute menuju tempat penginapan dan tempat pertandingan tamu negara peserta SEA Games,` ujar Prayitno, Selasa (22/11).
Menurutnya, selama berlangsungnya SEA Games, jumlah PMKS yang terjaring di Jakarta Utara hanya sedikit. Ini artinya pendekatan persuasif yang dilakukan pihaknya berjalan lancar.
Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Utara, Israk menambahkan selama perhelatan SEA Games, sebanyak 20 PMKS yang terdiri dari anak jalanan, orang stress, dan jukir liar terjaring dalam razia di sejumlah titik rawan PMKS. `Penertiban PMKS akan terus kami lakukan hingga ketertiban umum tercipta,` katanya.
Israk mengimbau kepada masyarakat atau pengguna jalan, untuk tidak memberikan uang atau sesuatu apapun kepada para PMKS. Sebab, hal itu membuat para PMKS menjadi malas bekerja dan semakin menjamur di jalanan. `Kami ingin membuat para PMKS itu jera. Namun, jika ingin membantu, disarankan menyalurkan bantuan ke lembaga-lembaga yang membutuhkan,` tandasnya.
