Beberapa hari menjelang perayaan Natal dan tahun baru, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta kembali menggelar sidak pengawasan barang beredar dan parsel secara serentak di lima wilayah kota di Jakarta. Di Jakarta Utara, sidak digelar di Mal Kelapagading, Mal Artha Gading dan Pasar Sunter. Hasilnya, petugas berhasil menyita empat produk makanan asal Cina dari sejumlah penjual di Pasar Sunter.Keempat produk makanan itu disita lantaran tidak ada keterangan berbahasa Indonesia pada labelnya.
"Di Pasar Sunter kami menemukan 4 produk makanan asal Cina berkemasan plastik yang tidak memberikan keterangan berbahasa Indonesia dalam labelnya. Barang tersebut langsung disita oleh petugas, dan nanti kami akan memanggil agen importirnya," ujar Almont Daniel, Kepala Sudin KUMKMP Jakarta Utara, Kamis (22/12).
Pada pemeriksaan kali ini, dikatakan Daniel, pihaknya mememeriksa barang-barang yang beredar di mal dan pasar tradisional. "Pemeriksaannya meliputi keterangan kadaluarsa jenis barang dan penggunaan bahasa Indonesia pada label merk barang. Jadi, label merk impor tidak hanya menggunakan bahasa asing, tetapi harus disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia, agar tidak membingungkan masyarakat yang membeli barang tersebut," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Almont, sebanyak 6 orang petugas dari suku dinas KUMKMP dikerahkan untuk memeriksa makanan dan minuman di tiga lokasi tersebut. "Saya imbau kepada agen-agen importir agar memberikan keterangan yang jelas mengenai jenis produk dan tanggal kadaluarsa dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat umum. Sebab, banyak produk di pasaran yang menuliskan tanggal kadaluarsa di tempat yang tidak mudah dilihat. Harusnya penulisan tanggal kadaluarsa ada di tengah, dengah ukuran huruf standar, agar konsumen mudah mengetahuinya," ungkapnya.
Almont berharap, pengelola pasar atau mal untuk tidak menerima barang-barang bermasalah, dan juga para pengusaha agar tidak menjual produk-produk makanan yang bermasalah, karena bisa merugikan masyarakat. "Jangan memikirkan pada keuntungan saja, tetapi pikirkan juga masyarakat sebagai konsumen," tandasnya.
Reporter: al furqon | Editor: erik
