Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Mobil Tangki Dinas Taman Mangkrak di Kecamatan

Mobil Tangki Pertamanan
TANJUNG PRIOK - Sejumlah mobil tangki operasional untuk perawatan penyiraman taman ibukota mangkrak di sejumlah tempat di Jakarta Utara, umumnya kendaraan tersebut berada di kantor-kantor Kecamatan. Dari pantauan situs ini mobil tangki mangkrak berada di kantor Kecamatan Tanjung Priok, Kecamatan Kelapa Gading (di Kelurahan Pegangsaan Dua) padahal kendaraan tersebut baru dibeli tahun anggaran 2014. (red)

Limbah Baliho Bahayakan Pengguna Jalan Umum

PADEMANGAN - Limbah baliho kontruksi pipa besi mangkrak di tepian jalan Lodan Raya, Pademangan Jakarta Utara. Barang rongsokan itu sangat membahayakan baik pengendara motor, sepeda maupun pejalan kaki, pemilik baliho maupun Pemerintah Kota Jakarta Utara diharapkan dapat menertibkannya sebelum ada korban. (red)

Ini Daerah Rawan Pohon Tumbang di Jakut

Memasuki musim penghujan, warga Jakarta diminta selalu waspada terhadap banjir, genangan maupun pohon tumbang yang belakangan marak terjadi. Di Jakarta Utara, dari 1.750 pohon yang telah dipangkas, 30 diantaranya teridentifikasi rawan tumbang. 

Ke-30 pohon rawan tumbang itu tersebar di sejumlah ruas jalan di tiga kecamatan di Jakarta Utara seperti di Jl Cemara, Jl Kramat Jaya dan Jl Berdikari Kecamatan Koja. Lalu di Jl Yos Sudarso, Jl Pluit Raya, Jl Enggano di Kecamatan Tanjung Priok serta Jl Cakung Cilincing di Kecamatan Cilincing. Kebanyakan pohon rawan tumbang itu merupakan jenis pohon angsana.

"Kebanyakan pohon rawan tumbang jenis angsana dengan usia rata-rata 10-15 tahun," ujar Muhammad Fajar Sauri, Kepala Sudin Pertamanan Jakarta Utara, Rabu (10/12).

Sebagai antisipasi pohon tumbang, sambung Fajar, pihaknya telah membentuk posko dan tim pemburu pohon tumbang yang beranggotakan 30 personel. Tim juga bertugas melayani permintaan warga yang membutuhkan pemangkasan pohon di wilayah pemukimannya.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/6833/Ini_Daerah_Rawan_Pohon_Tumbang_di_Jakut

Banyak PKL, Taman Gorontalo Akan Dijadikan Taman Layak Anak

SUNGAI BAMBU - Pemerintah Kota Jakarta Utara rencananya akan menjadikan Taman Gorontalo menjadi Taman Layak Anak (TLA). Taman yang berada di Jalan Gorontalo dan Jalan Gadang, Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara dianggap cukup strategis berada di tengah kota, namun sayangnya taman ini masih di penuhi pedagang kaki lima (PKL). Apalagi pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur, taman tertutup dengan tenda-tenda PKL.

"Kami sangat setuju dengan adanya rencana Walikota membuatkan taman layak untuk anak. Kami sangat senang apalagi bila di dukung dengan sarana prasarana untuk bermain jadi anak akan lebih riang dan kreatif," ujar Ny. Jumilah, 45, warga Warakas, Senin (2/12/2013).

Namun, kata Ibu lima anak satu cucu itu, menyayangkan taman yang seharusnya benar-benar dapat di manfaatkan untuk anak-anak bermain malah di serobot oleh para pedagang kaki lima. "Pedagang bukan saja berjualan di luar area taman tetapi sudah masuk kedalam, campur aduk sudah seperti pasar. Apalagi bila hari minggu dan hari libur ramai sekali," katanya.

Ia berharap Pemkot Jakarta Utara dapat membersihkan Taman Gorontalo dari 'serangan pedagang'. "Kami berharap bila taman ini (Gorontalo) ingin di tata, di tata lah yang rapih dan benar jangan sampai di salah fungsikan. Sebab masyarakat sangat menginginkan banyak ruang terbuka hijau dan area bermain untuk anak-anak," harapnya.

Pantauan jakartautara.co, Taman Gorontalo yang jaraknya lebih kurang 1 KM dari Kantor Walikota Jakarta Utara selalu ramai di kunjungi warga. Taman yang berbentuk segi tiga dengan luas sekitar 500 sampai 700 m2 banyak PKL. Umumnya PKL mulai berdatangan menjelang sore hari saat taman mulai ramai. Mereka menjajakan dagangan seperti pecel lele, warung rokok, makanan ringan, kelapa hijau, es campur, VCD/DVD, dan lainnya. 

Ironisnya, para pedagang berjualan di atas trotoar taman yang baru dibangun Pemkot Jakarta Utara sehingga kerab menimbulka kepadatan lalulintas. Selain itu, masalah parkir motor yang memakan sebagian bahu jalan dan sejumlah pengais delman menambah suasana taman semakin semerawut.




Di Jalan Enggano Pohon Tumbang Menimpa Tukang Ojek


TANJUNG PRIOK - Akibat tertiup angin sebuah pohon berukuran cukup besar berada di area ruko Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara tumbang ke jalan dan menimpa seorang tukang ojek motor bersama penumpangnya saat melintasi jalan tersebut, Senin (2/12/2013). 

"Kejadiannya tadi siang sekitar pukul 14.00 WIB pohon tiba-tiba tumbang dan menimpa tukang ojek yang sedang membawa penumpang dari arah Terminal Tanjung Priok menuju lampu merah Jalan Yos Sudarso. Sepertinya lukanya cukup parah dan langsung di bawa kerumah sakit kalau tidak salah rumah sakit Sukmul," kata Waslam, 42, salah seorang warga di Jalan Enggano.

Ia mengaku tidak mengetahui nama tukang ojek yang tertimpa pohon. "Tadi banyak yang menolongnya dan langsung di bawa kerumah sakit, petugas juga belum sempat datang saat kejadian. Petugas baru datang saat korban sudah dilarika kerumah sakit," ucapnya.

Menurutnya, pohon tumbang akibat usia yang sudah tua. "Sepertinya pohon tumbang karena sudah lapuk sehingga patah saat tertiup angin. Padahal angin tidak terlalu kencang," katanya. 

Pantauan jakartautara.co pohon setinggi lima meter dengan diameter sekitar satu meter tumbang menutupi sebagian bahu jalan Enggano. Petugas Pol PP Kelurahan Tanjung Priok yang tidak jauh dari lokasi tersebut turut membantu menepikan pohon agar tidak mengganggu arus lalulintas.  


300 Pohon di Jakarta Dipangkas


yoping_pohon_moanSudin Pertamanan Jakarta mulai melakukan pemangkasan atau penopingan sejumlah pohon. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pohon rawan tumbang terutama saat memasuki musim penghujan.

“Selama tujuh bulan terakhir ini sebanyak 300 pohon sebagian besar jenis angsana yang kodisinya sudah tua, rawan tumbang dan keropos sudah dipangkas petugas. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, apalagi saat seperti ini musim kemarau dan sering terjadi angin kencang,” kata Kasudin Pertamanan Jakut Bambang Heru, kemarin.

Menurut Bambang, sejumlah ruas jalan yang pohonnya sudah dipangkas antara lain berada di ruas Jl Yos Sudarso, Jl Enggano, dan Jl Perintis Kemerdekaan, Komplek Bea Cukai, Jl Sungai Berantas, dan Jl Raya Cilincing. “Kegiatan ini lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, seperti pohon tumbang,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, pihakya terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah pohon rawan tumbang. Bahkan, pihaknya bersedia dengan tangan terbuka melayani permintaan warga yang hendak melakukan pemotongan atau pemangkasan pohon.

“Pemangkasan pohon itu ada tiga kategori yaitu ringan, sedang, dan berat. Namun demikian, yang akan diprioritaskan adalah pohon yang daun dan rantingnya sudah sangat rimbun atau yang keropos dan rawan tumbang. Kami juga bersedia melayani permintaan warga yang akan melakukan pemangkasan pohon,” katanya.

Sedangkan selama 2012, kata Bambang, di Jakarta Utara tercatat ada 25 pohon yang tumbang. Ini disebabkan hujan deras disertai angin kencang dan sebagian lainnya akibat sudah tua dan keropos. Dari jumlah itu tidak ada korban jiwa dan luka, hanya materi.

Bambang menambahkan selain melakukan pemangkasan pohon, pihaknya akan memperbaiki taman-taman yang ada di Jakarta Utara. “Dari 155 taman di Jakarta Utara hanya 67 taman yang telah di rawat pada periode Januari hingga Juni. Sedangkan, 88 sisanya belum dirawat dan rencananya akan dilakukan periode Juli hingga Desember 2012,” tuturnya.

Sumber : harianterbit.com

Taman di Jakarta Utara Gelap Gulita

Warga Kelurahan Sempet Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan sejumlah taman tidak ada lampu penerangan. Pasalnya, selain jadi gelap gulita, warga juga khawatir jika hal ini tidak segera di pasang lampu digunakan hal-hal negatif oleh oknum tak bertanggungjawab.

Keluhkan itu disampaikan oleh Nawawi, warga RT 14/5, Kelurahan Semper Barat. Menurutnya, kondisi taman yang setiap malam gelap gulita sudah terjadi cukup lama. Meskipun beberapa kali warga meminta kepada PJU Kecamatan Cilincing, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Taman di sini memang sudah ditata dengan bagus oleh Sudin Pertamanan, tapi sayang kalau malam hari kondisinya gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan, ” terangnya.

Hotman Siregar Ketua RT 14/5 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, mengakui adanya keluhan warga tersebut. Menurutnya, dirinya sudah berapa kali mengirim surat dan menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait namun hingga saat ini belum ada kejelasan atau realisasinya.

Menanggapi hal itu Wakil Walikota Jakarta Utara Natsir Sabara saat inventarisasi dan pengecekan taman-taman yang ada di Jakarta Utara berjanji akan segera meminta kepada Sudin PJU Jakarta Utara untuk segera memasang lampu penerangan tersebut. “Saya minta kepada Sudin Perindustrian dan Energi, Jakarta Utara untuk segera memasang lampu-lampu tersebut,”jelas Natsir Sabara didampingi oleh Wakil Camat Cilincing Haryadi.

Wakil Walikota juga menambahkan, pihaknya akan segera memperbaiki sejumlah taman yang ada di Jakarta Utara. Diharapkan dengan adanya perbaikan taman ini akan menambah keindahan wilayah Jakarta Utara. Kasudin Pertamanan, Pemkot Jakarta Utara, Heru Bambang pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan PJU agar supaya memasang lampu-lampu di sejumlah taman yang belum ada penerangannya. Warga Kelurahan Sempet Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan sejumlah taman tidak ada lampu penerangan. Pasalnya, selain jadi gelap gulita, warga juga khawatir jika hal ini tidak segera di pasang lampu digunakan hal-hal negatif oleh oknum tak bertanggungjawab.


Keluhkan itu disampaikan oleh Nawawi, warga RT 14/5, Kelurahan Semper Barat. Menurutnya, kondisi taman yang setiap malam gelap gulita sudah terjadi cukup lama. Meskipun beberapa kali warga meminta kepada PJU Kecamatan Cilincing, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Taman di sini memang sudah ditata dengan bagus oleh Sudin Pertamanan, tapi sayang kalau malam hari kondisinya gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan, ” terangnya.

Hotman Siregar Ketua RT 14/5 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, mengakui adanya keluhan warga tersebut. Menurutnya, dirinya sudah berapa kali mengirim surat dan menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait namun hingga saat ini belum ada kejelasan atau realisasinya.

Menanggapi hal itu Wakil Walikota Jakarta Utara Natsir Sabara saat inventarisasi dan pengecekan taman-taman yang ada di Jakarta Utara berjanji akan segera meminta kepada Sudin PJU Jakarta Utara untuk segera memasang lampu penerangan tersebut. “Saya minta kepada Sudin Perindustrian dan Energi, Jakarta Utara untuk segera memasang lampu-lampu tersebut,”jelas Natsir Sabara didampingi oleh Wakil Camat Cilincing Haryadi.

Wakil Walikota juga menambahkan, pihaknya akan segera memperbaiki sejumlah taman yang ada di Jakarta Utara. Diharapkan dengan adanya perbaikan taman ini akan menambah keindahan wilayah Jakarta Utara. Kasudin Pertamanan, Pemkot Jakarta Utara, Heru Bambang pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan PJU agar supaya memasang lampu-lampu di sejumlah taman yang belum ada penerangannya.
 
Sumber : poskotanews.com

WALIKOTA:Segera Pangkas Pohon Rawan Tumbang


CILINCING- Walikota Jakarta Utara meminta pihak Suku Dinas Pertaman agar memperhatikan titik-titik wilayah yang rawan pohon tumbangnya. Dan meminta untuk melakukan pemangkasan (Penoping) supaya tidak menimbulkan bahaya atau cidera bagi pengguna jalan.

Hal inilah disampaikan Bambang Sugiono Walikota Jakarta Utara disela-sela kegiatan Gebyar KB di Balai Samudera Kelapa Gading. " Tiga hari yang lalu memang angin kencang melanda di jakarta Utara, kami sudah meminta kepada Sudin agar memperhatikan dan mengecek mana pohon yang rawan tumbang agar segera ditebang maupun dipangkas" kata Bambang. Supaya pohon yang sudah usianya tua dan rawan roboh saat angin kencang datang tidak membayakan masyarakat baik itu menimpah rumah warga,pejalan kaki maupun kendaraan umum yang melintas.

Bambang juga menambahkan, masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati, khususnya rumah-rumah yang semi permanen terbuat dari kayu atau bambu dan dekat dengan pohon rawan tumbang agar menghindar saat ada angin kencang. Supaya tidak jadi korban.

Seperti kejadian beberapa waktu lalu di kawasan RW 15 Semper Barat sebuah pohon Mangga menimpah rumah warga yang semi permanen yang mengakibatkan penghuni terluka.Hasil pantauan di lokasi beberapa kawasan pohon rawan tumbang berada Jalan Tipar Cakung, jalan Pegangsaan Dua, jalan Roa Malaka, Rorotan dan Jalan Sungai Kendal Marunda. (BIAN)

Warga Minta Puluhan Pohon di Ancol Dipangkas

Sejumlah warga kampung muka dan kampun Bandan berharap Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Ancol dapat mengusulkan pemangkasan pohon. Pasalnya, banyak pohon ditengah pemukiman warga yang telah berusia sekitar 30 hingga 40 tahun belum pernah dipangkas.


"Kami sangat kuatir bila musim hujan dan angin kencang pohon akan tumbang. Jangan sampai ada korban baru segera dilakukan pemangkasan, apalagi sekarang ini cuaca sedang musim hujan angin," kata Masudin, salah seorang warga RT 03/4 Kelurahan Ancon.

Ia berharap keluhannya dapat didengar dan dapat ditindaklanjuti hingga masalah tersebut terealisasi. "Kami ingin segera terealisasi karena usia pohon sudah sangat tua dan rentan tumbang," harapnya. Keluhan senada juga dikatakan Welli, 40, warga Kampung Bandan.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Ketua LMK Ancol, Sukirno, membenarkan pihaknya kerap mendapatkan keluhan warga melalui pengurus RT dan RW sehubungan masalah pohon yang mengkuatirkan tumbang. "Keluhan tersebut datangnya dari pengurus RW 01 dan RW 04 Ancol. Kami sudah melakukan cek lapangan ke wilayah tersebut, ada sekitar 30 pohon yang rawan tumbang. Kami pun sudah melaporkan perihal itu melalui Seksi Pertamanan di Kecamatan Pademangan, satu tahun lalu," ucapnya mengaku belum ada realisasi.

Ia menyesalkan pihak pertamanan yang belum juga melakukan penopingan maupun penebangan pohon-pohon yang dianggap membahayakan warga sekitar. "Kami juga sangat berharap sekali keluhan ini dapat didengar sebab bila warga yang akan menebang sendiri kami kuatir dipersalahkan. Selain itu, warga tidak mempunyai mesin pemotong dan teknik pemotongan harus yang profesional," jelasnya.

Pohon rawan tumbang tersebut, katanya, berjenis pohon Asem Ranji, Kayu Kapuk, Angsana dan pohon Ambon. "Usianya rata-rata antara 30 hingga 40 tahun dengan ketinggian mencapai 30 meter," tambah Sukirno kepada jakartautara.com, Selasa (13/03/2012). (min)



Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Tiang Listrik

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Jakarta Utara, Jumat (25/11) mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Cakung Cilincing (Cacing) Raya sekitar pukul 10.30. Parahnya lagi, pohon tumbang menimpa satu unit Toyota Avanza bernopol 1933 PFZ dan tiang penerangan jalan umum (PJU). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, pemilik mobil diperkirakan mengalami kerugian sebesar belasan juta rupiah.

Imam Asnawi (34), pemilik mobil Avanza yang tertimpa pohon menuturkan, sebelum kejadian, ia tengah melintas dari arah Tanjungpriok menuju Bekasi. Namun, saat melintas di Jalan Cacing Raya tiba-tiba saja sebuah tiang PJU berikut pohon tumbang menimpa mobil yang dikendarainya.

"Saat melintas memang tengah hujan deras dengan angin yang bertiup kencang. Tiba-tiba saja, bagian depan mobil saya tertimpa tiang PJU dan pohon yang tumbang," ujar Imam, Jumat (25/11/2011).

Akibat peristiwa itu, bagian depan mobil milk Imam mengalami penyok serta kaca depannya yang pecah. "Beruntung, sayanya masih selamat. Tapi, mobil saya jadi rusak," katanya.

Staff Seksi Jalur Hijau Sudin Pertamanan Jakarta Utara, Muhammad Kasudi di lokasi kejadian menuturkan, pohon yang tumbang merupakan jenis flamboyan dengan tinggi sekitar 10 meter dan berdiameter 40 sentimeter.

"Tidak hanya itu, akar pohon itu juga terangkat karena hembusan angin yang kencang serta hujan deras. Kami langsung mengevakuasi pohon tumbang tesebut," kata Kasudi.

Untuk mengevakuasi bangkai pohon dan tiang PJU, dikatakan Kasudi, pihaknya mengerahkan tujuh personil yang dibantu lima petugas Sudin Perhubungan Jakarta Utara.

Kasudi mengatakan, korban pohon tumbang akan mendapat biaya penggantian dari Dinas Pertamanan DKI dengan menyertakan surat laporan kejadian dari polisi setempat.

"Korban pohon tumbang mendapatkan asuransi dari Dinas Pertamanan DKI," kata Kasudi.


Sumber : kompas

Jakut Rawat Taman di Jalur Hijau

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara memerintahkan Suku Dinas Pertamanan untuk melakukan perawatan taman dan pot yang berada di jalur hijau.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono di Jakarta, Rabu (23/11/2011) mengatakan, taman yang tidak terawat sudah diperintahkan agar segera diperbaiki.

Bahkan bunga yang berada dalam pot di jalur hijau pun, dikatakan Bambang Sugiyono agar ditata dan dilakukan perawatan. "Jangan nanti pas datang tim penilaian, ada taman yang tidak terawat serta pot ditaruh sembarangan dan tidak ada tanamannya," tegas Walikota Jakarta Utara.

Sebab, dikatakan Bambang Sugiyono, keberadaan taman adalah untuk penghijauan dan keindahan juga dalam rangka penilaian Adipura. Namun kenyataannya, taman di wilayah Jakarta Utara sekitar 50 persen dan kondisinya memperihatinkan.

Taman yang merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan paru-paru Ibukota Jakarta tersebut, dalam kondisi tidak terawat dan rusak karena vandalisme.

Ironisnya, hal itu terjadi disaat penilaian adipura dan pemerintah kota administrasi Jakarta Utara menggalakan penghijauan sesuai dengan intruksi Presiden untuk menanam satu miliar pohon.

Saat ini taman yang kondisinya sangat memperihatinkan adalah taman Sungai Berantas, Darma Raya, Taman Kolong Sungai Bambu, Taman Karapan Sapi, Taman Kolong tol Papanggo, dan Taman Stasiun Tanjungpriok.

Taman Volker Karapan Sapi dan Taman depan BNI 46, pantauan dilapangan banyak pohon maupun tanaman kembang yang mati. Kerusakan taman akibat, adanya tangan jahil.

Padahal anggaran perawatan taman Volker Karapan Sapi sebesar Rp 46,2 juta. "Taman disini, tidak pernah diurus, jadi kelihatan jelek dan gersang. Bahkan beberapa bagian pagar taman rusak. Taman Karapan Sapi sekarang dijadikan tempat besi-besi tua dan kandang bebek," ujar Eko (47) warga Kampung Bahari, Tanjungpriok, Jakarta Utara.

Menurut Eko ayah tiga anak tersebut, kondisi pagar taman sudah sejak empat tahun lalu terbengkalai tidak pernah dibenahi. Padahal, setiap harinya, taman tersebut digunakan untuk arena bermain anak-anak, namun sangat membahayakan.

Kondisi serupa juga terlihat di taman Rawa Badak Jakarta Utara, dan kolong tol Taman Papanggo. Beberapa potong pagar besi pagar hilang. Tidak hanya itu saja, tumpukan sampah pun terlihat di dalam taman.

"Dulu taman ini bersih dan rapi. Sekarang kurang terawat dan jorok," ujar Suwandi (39) warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.

Sementara taman stasiun Tanjungpriok, berubah fungsi dijadikan tempat menjemur pakaian dan hunian gelandangan. Pemerintah DKI Jakarta tengah gencar melaksanakan RTH.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2007, tentang penataan Ruang Kota, luas ruang terbuka hijau harus mencapai 30 persen dari luas wilayah seluruhnya hingga tahun 2030. Namun saat ini DKI Jakarta baru memiliki 13 RTH.

Kasudin Pertamanan Jakarta Utara Ratna Diah Kurniati saat dikonfirmasi mengenai banyaknya taman bermasalah melalui stafnya Isdiantoro mengatakan, belum tahu kalau ada taman yang tidak terawat. "Nanti saja kalau ibu kasudin, lagi ada urusan," kilahnya. (***)
 
Sumber / Link : berita8com

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas