Cilincing- Persoalan kemacetan meski menjadi perhatian bagi Pemerintah DKI Jakarta segera mencari solusinya. Mengingat dampak kemacetan telah banyak menggangu aktivitas masyarakat. Seperti yang terjadi selama beberapa hari ini hingga sekarang di sejumlah akses jalan di Cilincing dan Koja.
Ada beberapa penyebab terjadinya macet yakni akses jalan rusak akibat hujan, pembangunan tol yang belum rampung,parkir liar di jalan utama maupun jalan alternatif serta pangkalan angkot liar.
Lisna 30, salah seorang buruh Pabrik di KBN mengeluhkan kemacetan yang dirasakan setiap hari saat bekeja telah menyita waktu dan pengeluaran. Setiap kemacetan terjadi bukan hanya terlambat masuk bekerja, uang makannya terpaksa dipotong, ditambah lagi untuk mengejar waktu harus mengunakan ojek motor. "saya juga heran kenapa macet setiap hari,kok engga ada solusinya. Kalau begini terus banyak orang bisa kena darah tinggi" pungkasnya.
Senada disampaikan Budiono Kasie Op Pengawasan dan Penertiban Sudinhub Jakarta Utara. Pihaknya juga tidak tinggal diam untuk bereaksi guna meminimalisir kemacetan seperti penertiban parkir liar maupun angkot yang mangkal sembarangan. Namun minimnya jumlah petugas membuat banyak awak sopir memanfaatkan kelengahan petugas. "kita sudah berupaya dengan berbagai kegiatan untuk membantu kelancaran lalulintas"tuturnya.
Namun perlu adanya koordinasi semua sektor seperti pihak kepolisian,perhubungan, satpol PP, dan Bina Marga untuk mencari solusi agar macet dapat diminimalisir.
Beberapa lokasi kemacetan parah terlihat sepanjang hari di Jalan Tipar Cakung, Jalan Raya Cilincing, Jalan Cacing, Jalan Plumpang Semper dan Jalan Pegangsaan Dua.
