SUKAPURA- Sikap peduli ditunjukan pihak Rumah Sakit Islam Sukapura, Cilincing Jakarta Utara menyikapi setelah surutnya banjir disejumlah pemukiman warga di Sukapura yang berdampak rawannya penyakit. Pihak rumah sakit sendiri telah menawarkan kepada pihak kelurahan Sukapura jika membutuhkan obat-obatan maupun tenaga medis untuk membantu para pengungsi korban banjir di kelurahan.
Hal ini disampaikan Suyandi Humas RS Islam Sukapura, Cilincing kepada jakartautara.co melalui telepon selularnya.Sebagai bentuk kepedulian pihak RS akan memberikan pelayanan prima kepada pasien korban banjir maupun pasien KJS untuk mendapatkan fasilitas berobat maupun rawat inap di kelas III."Kami sudah komitmen dan melakukan perjanjian Mou dengan KJS untuk tidak mempersulitkan pasien KJS berobat disaat musibah banjir sekarang ini.Dan yang terpenting membawa KTP dan KK saja" ujar Suyandi.
Dijelaskan Suyandi, sering kali terjadinya miscomunikasi lantaran si pasien saat berobat dan mendaftarkan diri tidak menyebutkan sebagai pasien KJS. Mereka langsung mendaftarkan ke umum, kemudian setelah mendapatkan inap tiga hari baru melaporkan bahwa ia pasien KJS.
"Jangankan pasien KJS atau program lainnya, warga tidak mampu sekalipun akan kami berikan pelayanan kesehatan. Karena itu yang harus kami kedepankan adalah pelayanannya" ujarnya.
Hingga hari senin kemarin tercatat ada 66 pasien yang berasal dari korban banjir menggunakan program KJS berobat ke RS Islam Sukapura. Termasuk juga yang mendapatkan perawatan inap. Dan mereka tidak dipungut biaya apapun."Jadi kami siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berobat, dan pelayanan yang sama juga kami berikan kepada peserta KJS atau korban banjir" ujarnya. (Bian)
Hal ini disampaikan Suyandi Humas RS Islam Sukapura, Cilincing kepada jakartautara.co melalui telepon selularnya.Sebagai bentuk kepedulian pihak RS akan memberikan pelayanan prima kepada pasien korban banjir maupun pasien KJS untuk mendapatkan fasilitas berobat maupun rawat inap di kelas III."Kami sudah komitmen dan melakukan perjanjian Mou dengan KJS untuk tidak mempersulitkan pasien KJS berobat disaat musibah banjir sekarang ini.Dan yang terpenting membawa KTP dan KK saja" ujar Suyandi.
Dijelaskan Suyandi, sering kali terjadinya miscomunikasi lantaran si pasien saat berobat dan mendaftarkan diri tidak menyebutkan sebagai pasien KJS. Mereka langsung mendaftarkan ke umum, kemudian setelah mendapatkan inap tiga hari baru melaporkan bahwa ia pasien KJS.
"Jangankan pasien KJS atau program lainnya, warga tidak mampu sekalipun akan kami berikan pelayanan kesehatan. Karena itu yang harus kami kedepankan adalah pelayanannya" ujarnya.
Hingga hari senin kemarin tercatat ada 66 pasien yang berasal dari korban banjir menggunakan program KJS berobat ke RS Islam Sukapura. Termasuk juga yang mendapatkan perawatan inap. Dan mereka tidak dipungut biaya apapun."Jadi kami siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berobat, dan pelayanan yang sama juga kami berikan kepada peserta KJS atau korban banjir" ujarnya. (Bian)

