Cilincing- Paska banjir di Penjaringan dan relokasi di Rusun Marunda banyak para siswa belum aktif mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Kendati sebagian sudah menempati sudah menempati unit rusunawa Marunda hingga memasuki minggu kedua paska banjir Penjaringan masih banyak siswa SD dan SMP yang belum sekolah.
Ini disebabkan lantaran orangtua mereka belum menetap di Rusun Marunda.Dan pihak Sudin kesulitan untuk mendata siswa korban banjir yang akan pindah sekolah. Pihak Sudin Dikdas Jakarta Utara mengklaim sudah 48 siswa yang terdiri dari 34 siswa SD dan 14 siswa SMP yang berangsur-angsur bersekolah di sekolah barunya.
Dian Hardian Kasudin Dikdas Jakut mengatakan sudah banyak yang pindah sekolah lamanya di Penjaringan dan masuk ke sekolah baru di kawasan Cilincing "para siswa SD yang berasal dari penjaringan sebagian besar sekolah di SDN 02 Marunda, dan Siswa SMP ditampung di SMP 244,266,143 dan 162 di Marunda" ujarnya.
Sementara itu waluyo orangtua murid yang kini tinggal di Rusun Marunda merasakan banyak ongkos pengeluaran untuk transportasi anaknya. Mengingat jarak dari Rusun ke sekolah sangat jauh."Saya kasih ongkos untuk dua anak sebesar Rp 20 ribu. Untuk ongkos angkot pulang pergi Rp 4 ribu. Kalau ojek motor Rp 10 ribu" ujarnya.
Untuk mendapatkan uang kebutuhan sehari-hari ia terpaksa mengutang dengan teman-temannya. Maklum saja profesi sebagai nelayan tak punya penghasilan tetap apalagi sekarang lagi angin barat. ( Bian)
