PENJARINGAN- Puluhan rumah padat penduduk di Gang Kambing Kalijodo, RT 02/05,
Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/3), hangus terbakar. Tidak ada
korban jiwa dalam musibah itu, namun warga sekitar lokasi dan wanita
pelacur berhamburan keluar rumah. Kebakaran yang terjadi, sekitar pukul: 13.30 itu diduga berasal dari
kompor gas ukuran 3 Kg di rumah salah satu warga. Api kemudian cepat
membesar lantaran sebagian besar rumah di lokasi tersebut terbuat dari
kayu dan triplek.
Meski petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan memadamkan api
karena gang yang dilalui sempit. Api baru bisa diatasi satu jam kemudian
mengerahkan 31 unit mobil DPK dibantu warga setempat. “Kita belum bisa
memastikan asal api, masih memeriksa keterangan saksi,” kata Kanit
Reskrim, AKP RM. Jauhari.
Kebakaran diduga akibat hubungan
pendek arus listrik (korsleting listrik) dari rumah seorang warga
bernama Lengkong (70). Warga yang mengetahui ada kebakaran langsung
berusaha menyelamatkan diri dan barang berharga. Warga juga sempat
berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya. Namun tidak
membuahkan hasil karena kobaran api semakin membesar dan merembet ke
bangunan di sebelahnya.
Api baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah 31 unit mobil pemadam dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Utara dikerahkan ke lokasi. "Api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini sedang tahap pendinginan," kata Nurdin Silalahi, Kasiops Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Rabu (13/3).
Dia mengaku menemui kendala saat memadamkan kobaran api. Sebab, akses menuju titik api sangat sempit dan arus lalu lintas juga macet. "Lokasi itu kan di pinggir kali, sehingga petugas sulit memadamkan api. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," ungkapnya.
Plt Lurah Pejagalan, Sumarno, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sudin Sosial Jakarta Utara untuk mendirikan tenda pengungsian dan bantuan makanan bagi korban kebakaran. "Ada 15 KK atau 40 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bila dibutuhkan, kami akan membuat tenda pengungsian dan bantuan makanan dari Sudin Sosial Jakarta Utara," katanya. (Bian)
Api baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah 31 unit mobil pemadam dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Utara dikerahkan ke lokasi. "Api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini sedang tahap pendinginan," kata Nurdin Silalahi, Kasiops Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Utara, Rabu (13/3).
Dia mengaku menemui kendala saat memadamkan kobaran api. Sebab, akses menuju titik api sangat sempit dan arus lalu lintas juga macet. "Lokasi itu kan di pinggir kali, sehingga petugas sulit memadamkan api. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," ungkapnya.
Plt Lurah Pejagalan, Sumarno, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sudin Sosial Jakarta Utara untuk mendirikan tenda pengungsian dan bantuan makanan bagi korban kebakaran. "Ada 15 KK atau 40 jiwa kehilangan tempat tinggal. Bila dibutuhkan, kami akan membuat tenda pengungsian dan bantuan makanan dari Sudin Sosial Jakarta Utara," katanya. (Bian)

