Kepala Dinas Pengawas dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta, I Putu
Ngurah Indiana, membantah bahwa yang melakukan tindakan pelecehan
seksual dan kekerasan pada seorang warga saat melakukan pembongkaran
adalah stafnya.Menurut Putu, dari foto pelaku yang ditunjukkan oleh para warga sudah dilakukan pengecekan kepada para stafnya.
"Saya tegaskan di sini, dari foto pelaku yang ada, saya sudah lakukan
pengecekan ke seluruh staf, bahwa pelakunya bukanlah dari pihak Dinas
P2B, Sudin P2B Jakut, maupun Kasie Kecamatan Penjaringan Sudin P2B
Jakut," kata Putu ditemui di Ruang Pola, Kantor Camat Penjaringan, Jalan
Pluit Raya No 5, Penjaringan, Jakarta utara, Selasa (19/3) siang.
Menurut Putu, pihaknya meyakini bahwa stafnya sampai berani melakukan
hal tidak senonoh itu. Pasalnya hal tersebut adalah pelecehan besar."Kalau itu adalah staf kami, sudah pasti berikan teguran keras, untuk
itu, sebaiknya kasus ini dilaporkan kepada pihak kepolisian agar bisa
diproses dan dicari pelakunya, karena perlakuan tersebut sudah merupakan
tindakan kriminal," kata Putu.
Sementara, Erna (35), warga Jalan Gedong Panjang Raya No 42,
Penjaringan, Jakarta Utara, korban yang mengalami pelecehan seksual dan
tindakan kekerasan itu saat ditemui enggan berkomentar.Saat itu Erna hadir dalam pertemuan antara warga Jalan Gedong Panjang
dengan Wali Kota Jakarta Utara; Bambang Sugiyono, Kepala Dinas P2B DKI
Jakarta; I Putu Ngurah Indiana, Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Utara;
Bambang Sudjimanto, Suku Dinas PU Jalan Jakarta Utara; Djoko S, dan
Kepala Suku Dinas PU Tata Air; Sisca Hermawati.
Erna datang dengan mengenakan baju putih tipis, celana panjang putih,
dan tas coklat. Ia juga mengenakan sebuah headset di telinga kanannya.
Selain itu jari manis tangan kirinya tampak masih diperban.Seusai acara saat ingin diwawancara ia mengelaknya. "Jangan sama saya
lagi, sama yang lain saja," kata Erna sambil berjalan ke luar ruangan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Erna mendapatkan perlakuan tidak senonoh
dan kekerasan oleh oknum yang diduga petugas Sudin P2B Jakarta Utara.Peristiwa yang terjadi dua pekan lalu itu, oknum itu mengeluarkan alat
kelaminnya kepada Erna dan oknum lainnya mematahkan jari manis tangan
kirinya, ketika Erna mencoba menghalangi pembongkaran tempat usahanya.(wkt/bian)
Kadis P2B Bantah Oknum Petugasnya Pamer Kemaluan
Posted by JAKARTA UTARA on Selasa, 19 Maret 2013
| Kang Lintas |
|
Label:
Kliping Berita,
News,
Utama
