TANJUNG PRIOK- Peliknya masalah sampah yang kerap kali menumpuk di bibir jalan maupun di saluran air membuat pihak Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara berupaya untuk bisa meminimalisir sampah sehingga tidak terjadi penumpukan. Dalam satu hari volume sampah di Jakarta Utara mencapai 1.200 ton. Yang bisa tertanggulangi sebesar 1.000 ton, sisanya berceceran dijalan maupun di bantaran kali. Untuk itulah masyarakat agar tidak membuang sampah disembarang tempat, buanglah sampah pada tepat waktu dan membangun pola bersih hidup sehat di lingkungan tempat tinggalnya. Bambang Sugiono Walikota Jakarta Utara menegaskan, agar masyarakat untuk tetap membangun semangat untuk peduli bersih lingkungan dan membangun pola hidup sehat.
"Kalau mau sehat maka jagalah lingkungan kita tetap bersih, dan jangan buang sampah sembarangan apalagi ke kali. Kemudian buanglah sampah pada tepat waktunya" kata Bambang Sugiono.
Sementara itu Zainuri Kasudin Kebersihan Jakarta Utara menambahkan, dalam masa transisi dari PU Air ke Pihak Kebersihan saat ini memang sedang dilakukan upaya untuk dapat meminimalisir sampah di wilayah maupun di saluran air. Begitu juga minimnya sarana peralataan dan angkutan serta petugas sampah di bantaran kali membuat pihak Sudin berupaya semaksimal mungkin.
"Saat ini kita sedang berupaya selain sampah yang ada di bibir jalan maupun sungai sedang kita bersihkan. Termasuk juga mengusulkan agar sarana transportasi truk pengangkutan perlu ditambah" tuturnya.
Ditambahkan Zainuri, saat ini pihaknya memiliki 130 unit truk pengangkut sampah. dari jumlah tersebut 70 persen usia kendaraan sudah diatas 20 tahun. berbeda dengan kendaraan yang dimiliki Sudin PU Air yang masih berusia muda. Begitu juga soal petugas kebersihan di sungai untuk saat ini hanya ada 60 petugas dibagi 4 komando bertugas membersihkan di 13 sungai yang ada di Jakarta Utara. Namun layaknya untuk petugas kebersihan di Kali ini harus ada 120 petugas.
"Insya Allah tahun depan kita akan usulkan untuk penambahan petugas kebersihan untuk disungai guna meminimalisir sampah kiriman yang mengalir di sungai" tegasnya.Hasil pantauan beberapa lokasi penumpukan sampah yang terlihat menggunung ada di Jalan Plumpang-Semper (Gang Masjid- Dpn Gang Toar) dan Jalan Semper Baru (Beting Indah). (Bian/Yani)
"Kalau mau sehat maka jagalah lingkungan kita tetap bersih, dan jangan buang sampah sembarangan apalagi ke kali. Kemudian buanglah sampah pada tepat waktunya" kata Bambang Sugiono.
Sementara itu Zainuri Kasudin Kebersihan Jakarta Utara menambahkan, dalam masa transisi dari PU Air ke Pihak Kebersihan saat ini memang sedang dilakukan upaya untuk dapat meminimalisir sampah di wilayah maupun di saluran air. Begitu juga minimnya sarana peralataan dan angkutan serta petugas sampah di bantaran kali membuat pihak Sudin berupaya semaksimal mungkin.
"Saat ini kita sedang berupaya selain sampah yang ada di bibir jalan maupun sungai sedang kita bersihkan. Termasuk juga mengusulkan agar sarana transportasi truk pengangkutan perlu ditambah" tuturnya.
Ditambahkan Zainuri, saat ini pihaknya memiliki 130 unit truk pengangkut sampah. dari jumlah tersebut 70 persen usia kendaraan sudah diatas 20 tahun. berbeda dengan kendaraan yang dimiliki Sudin PU Air yang masih berusia muda. Begitu juga soal petugas kebersihan di sungai untuk saat ini hanya ada 60 petugas dibagi 4 komando bertugas membersihkan di 13 sungai yang ada di Jakarta Utara. Namun layaknya untuk petugas kebersihan di Kali ini harus ada 120 petugas.
"Insya Allah tahun depan kita akan usulkan untuk penambahan petugas kebersihan untuk disungai guna meminimalisir sampah kiriman yang mengalir di sungai" tegasnya.Hasil pantauan beberapa lokasi penumpukan sampah yang terlihat menggunung ada di Jalan Plumpang-Semper (Gang Masjid- Dpn Gang Toar) dan Jalan Semper Baru (Beting Indah). (Bian/Yani)

