MARUNDA- Penghuni Rusun Marunda di Blok B, yang telah terjaring razia oleh pengelolah lantaran melanggar peraturan penghunian yang bukan haknya, memprotes soal pengusiran. Pasalnya mereka yang tinggal di Blok B1 adalah flat untuk umum. Dan mereka sudah menempati selama 2 tahun.
"Saya engga tau, tiba-tiba petugas meminta kami untuk segera mengosongkan ruang hunian, katanya hunian ini bukan atas nama yang menghuni sebenarnya" kata B. Saragih salah seorang penghuni yang sedang ikut pendidikan pelayaran di sekolah yang tak jauh dari Rusun Marunda.
Ditambahkan Saragih, ia bersama tiga rekannya baru tinggal beberapa bulan untuk mengikuti sekolah dan ujian di sekolah pelayaran yang tak jauh dari Rusun Marunda. Flat yang ia tinggali selama ini dihuni oleh kakaknya. "Saya engga ngerti, selama ini kakak saya yang tinggal disitu dan menyewa kepada salah seorang bernama Hermawan. Dan orang yang menyewakan tak muncul lagi" ujarnya.
Ia juga bertanya selama ini, sang kakak sudah tinggal selama dua tahun. Hunian yang ia tempati merupakan fasilitas khusus umum. "Sekarang kami bingung mau tinggal dimana, dan barang-barang sudah dikeluar semua. Saya minta keadilan kepada pihak pengelolah" cetusnya.
Hasil pantauan, para penghuni yang terusir dari Rusun Marunda saat ini berada di pinggir Jalan Rusun Marunda dan di warung-warung yang ada di lokasi badan jalan. Ada sebagian yang sementara tinggal dengan rekan-rekannya yang tak jauh dari lokasi Rusun. Mereka sebagian besar adalah mahasiswa yang sedang bersekolah di sekolah pelayaran. (Bian)
"Saya engga tau, tiba-tiba petugas meminta kami untuk segera mengosongkan ruang hunian, katanya hunian ini bukan atas nama yang menghuni sebenarnya" kata B. Saragih salah seorang penghuni yang sedang ikut pendidikan pelayaran di sekolah yang tak jauh dari Rusun Marunda.
Ditambahkan Saragih, ia bersama tiga rekannya baru tinggal beberapa bulan untuk mengikuti sekolah dan ujian di sekolah pelayaran yang tak jauh dari Rusun Marunda. Flat yang ia tinggali selama ini dihuni oleh kakaknya. "Saya engga ngerti, selama ini kakak saya yang tinggal disitu dan menyewa kepada salah seorang bernama Hermawan. Dan orang yang menyewakan tak muncul lagi" ujarnya.
Ia juga bertanya selama ini, sang kakak sudah tinggal selama dua tahun. Hunian yang ia tempati merupakan fasilitas khusus umum. "Sekarang kami bingung mau tinggal dimana, dan barang-barang sudah dikeluar semua. Saya minta keadilan kepada pihak pengelolah" cetusnya.
Hasil pantauan, para penghuni yang terusir dari Rusun Marunda saat ini berada di pinggir Jalan Rusun Marunda dan di warung-warung yang ada di lokasi badan jalan. Ada sebagian yang sementara tinggal dengan rekan-rekannya yang tak jauh dari lokasi Rusun. Mereka sebagian besar adalah mahasiswa yang sedang bersekolah di sekolah pelayaran. (Bian)
