CILINCING- Pembangunan reklamasi pantai Jakarta, membuat nasib para nelayan yang dikenal sebagai pahlawan protein ini akan kehilangan pekerjaannya dan menguburkan masa depannya. Bayangkan saja, sepanjang 35 Km pesisir pantai dari Utara ke Timur semua telah dihuni industri, perumahan elite, pelabuhan serta wisata komersil. Dengan reklamasi ini, tempat para nelayan untuk mencari nafkah semakin sempit.
Ruslan 45, Nelayan Pesisir Cilincing menuturkan, terjadinya reklamasi pantai membuat ruang gerak para nelayan saat melaut menjadi sempit, sebab jika mereka melintasi kawasan pabrik, pelabuhan atau perumahan mereka berhadapan dengan petugas di laut. "Mau tidak mau kami nekat mencari ikan dengan jarak jauh, meski perahu kami tidak standard. Yaa kalau kami ini orang kecil engga bisa berbuat apa-apa mas! tungkasnya.
Senada disampaikan Slamet 50, nelayan Marunda sangat berbeda dibandingkan waktu 15 tahun lalu. Saat itu nelayan dengan mudah mencari ikan. Tidak ada larangan ke lokasi, tidak ada limbah pabrik serta memakmurkan nasib nelayan."Jika semua pesisir direklamasi, mungkin anak-anak dan cucu kita hanya bisa mendengar adanya cerita nelayan di Jakarta" ujarnya. (bian)
Ruslan 45, Nelayan Pesisir Cilincing menuturkan, terjadinya reklamasi pantai membuat ruang gerak para nelayan saat melaut menjadi sempit, sebab jika mereka melintasi kawasan pabrik, pelabuhan atau perumahan mereka berhadapan dengan petugas di laut. "Mau tidak mau kami nekat mencari ikan dengan jarak jauh, meski perahu kami tidak standard. Yaa kalau kami ini orang kecil engga bisa berbuat apa-apa mas! tungkasnya.
Senada disampaikan Slamet 50, nelayan Marunda sangat berbeda dibandingkan waktu 15 tahun lalu. Saat itu nelayan dengan mudah mencari ikan. Tidak ada larangan ke lokasi, tidak ada limbah pabrik serta memakmurkan nasib nelayan."Jika semua pesisir direklamasi, mungkin anak-anak dan cucu kita hanya bisa mendengar adanya cerita nelayan di Jakarta" ujarnya. (bian)
