TANJUNG PRIOK- Sejak dibuka awal bulan Maret dan ditutup pada 12 April, sebanyak100 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pemilihan Abang-None di wilayah Jakarta Utara. Namun, peserta yang mendaftar untuk menjadi duta pariwisata tersebut didominasi oleh kaum hawa.
Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, mengungkapkan, menjadi seorang Abnon tidak cukup hanya memahami strategi pembangunan Pemkot setempat. Namun, juga harus Memiliki akhlak yang baik dan profesional dalam menjalankan tugas serta berwawasan luas. Ia pun meminta dewan juri cermat melihat potensi masing-masing calon Abnon.
"Abnon jangan sekedar cantik dan tampan, serta luwes dan cerdas, namun juga harus memiliki peran strategis dalam proses pembangunan. Abnon adalah duta pariwisata, yang bisa ikut memajukan kota Jakarta,” ujarnya, saat acara pengarahan kepada peserta calon Abnon, di ruang serbaguna Kantor Walikota Jakarta Utara, Sabtu (12/4).
Menurut Saefullah, prestasi dan kualitas Abnon Jakarta Utara tidak perlu diragukan lagi. Calon Abnon Jakarta Utara pada tahun ini harus dapat menunjukan prestasi yang telah diraih oleh para seniornya. "Saya ingin prestasi yang telah diraih supaya dipertahankan, agar Jakarta Utara menjadi yang terbaik,” Ujarnya
Sementara itu, Kasudin Pariwisata Jakarta Utara, Grace Mandagi mengatakan, pada saat membuka pendaftaran pihaknya telah menentukan berbagai persyaratan, seperti peserta yang mendaftar wajib melampirkan kartu identitas (KTP), berusia minimal 19 tahun dan dan maksimal 25 tahun, berpendidikan minimal SLTA, serta belum menikah. Selain itu, bagi peserta pria diharuskan memiliki tinggi badan minimal 170 sentimeter dan 165 sentimeter bagi peserta wanita.
"Selain berpenampilan menarik, peserta juga harus berwawasan luas terutama tentang kebudayaan Betawi," ucapnya. Ditambahkannya, para peserta harus mengikuti sebanyak 7 rangkaian tes yang telah ditetapkan panitia, antara lain meliputi pengetahuan tentang pemerintahan daerah, kebudayaan Betawi, pariwisata, psikologi, public relation, etika dan kecakapan dalam berkomunikasi atau berbahasa baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing.
Selanjutnya, para peserta akan diseleksi menjadi 15 pasang finalis dan wajib menjalani karantina. Selain itu, dari 15 pasang finalis tersebut kembali akan disaring menjadi 4 pasang dan akan mewakili Jakarta Utara dalam pemilihan Abnon di tingkat provinsi. "Pada saat masa karantina para peserta nantinya juga akan mejalani malam keakraban (makrab).Ini bertujuan guna menjalin keakraban dan kebersamaan sesama peserta, panitia, ikatan abnon, maupun pejabat wilayah setempat," ujarnya. Dan calon Abnon ini berasal dari berbagai kalangan, siapa saja bisa ikut tidak memandang status apapun. "Mudah-mudahan hasil seleksi ini bisa memberikan yang baik dan bisa membawa Jakarta Utara untuk lebih baik lagi " tandasnya. (bian)
Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, mengungkapkan, menjadi seorang Abnon tidak cukup hanya memahami strategi pembangunan Pemkot setempat. Namun, juga harus Memiliki akhlak yang baik dan profesional dalam menjalankan tugas serta berwawasan luas. Ia pun meminta dewan juri cermat melihat potensi masing-masing calon Abnon.
"Abnon jangan sekedar cantik dan tampan, serta luwes dan cerdas, namun juga harus memiliki peran strategis dalam proses pembangunan. Abnon adalah duta pariwisata, yang bisa ikut memajukan kota Jakarta,” ujarnya, saat acara pengarahan kepada peserta calon Abnon, di ruang serbaguna Kantor Walikota Jakarta Utara, Sabtu (12/4).
Menurut Saefullah, prestasi dan kualitas Abnon Jakarta Utara tidak perlu diragukan lagi. Calon Abnon Jakarta Utara pada tahun ini harus dapat menunjukan prestasi yang telah diraih oleh para seniornya. "Saya ingin prestasi yang telah diraih supaya dipertahankan, agar Jakarta Utara menjadi yang terbaik,” Ujarnya
Sementara itu, Kasudin Pariwisata Jakarta Utara, Grace Mandagi mengatakan, pada saat membuka pendaftaran pihaknya telah menentukan berbagai persyaratan, seperti peserta yang mendaftar wajib melampirkan kartu identitas (KTP), berusia minimal 19 tahun dan dan maksimal 25 tahun, berpendidikan minimal SLTA, serta belum menikah. Selain itu, bagi peserta pria diharuskan memiliki tinggi badan minimal 170 sentimeter dan 165 sentimeter bagi peserta wanita.
"Selain berpenampilan menarik, peserta juga harus berwawasan luas terutama tentang kebudayaan Betawi," ucapnya. Ditambahkannya, para peserta harus mengikuti sebanyak 7 rangkaian tes yang telah ditetapkan panitia, antara lain meliputi pengetahuan tentang pemerintahan daerah, kebudayaan Betawi, pariwisata, psikologi, public relation, etika dan kecakapan dalam berkomunikasi atau berbahasa baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing.
Selanjutnya, para peserta akan diseleksi menjadi 15 pasang finalis dan wajib menjalani karantina. Selain itu, dari 15 pasang finalis tersebut kembali akan disaring menjadi 4 pasang dan akan mewakili Jakarta Utara dalam pemilihan Abnon di tingkat provinsi. "Pada saat masa karantina para peserta nantinya juga akan mejalani malam keakraban (makrab).Ini bertujuan guna menjalin keakraban dan kebersamaan sesama peserta, panitia, ikatan abnon, maupun pejabat wilayah setempat," ujarnya. Dan calon Abnon ini berasal dari berbagai kalangan, siapa saja bisa ikut tidak memandang status apapun. "Mudah-mudahan hasil seleksi ini bisa memberikan yang baik dan bisa membawa Jakarta Utara untuk lebih baik lagi " tandasnya. (bian)
