Tugu Utara- Blusukan ! cara efektif untuk mengetahui apa persoalan yang terjadi di masyarakat. Seperti yang dilakukan Mulyadi Lurah Tugu Utara, Koja saat kegiatan PSN di wilayah RW 10 Tugu Utara, Koja. Disaat blusukan itu, ia melihat seorang bocah terkena gizi buruk.
Keluarga pasangan suami istri bernama Fadilah 40 dan Ningsih 32 warga RT 2/10 Tugu Utara terkejut saat rombongan PSN mendatangi rumahnya. Bahkan di rumah yang berukuran 3x4 meter ini seorang bocah bernama Rizki Akbar 4,9 Tahun terkena gizi buruk.Kondisi tubuh dan badannya kurus.
Berat badan Rizki Akbar tidak normal yakni 10,4 Kg. Padahal normalnya adalah 15 Kg."Kenapa ibu tidak membawa anaknya ke puskesmas atau mengecek kondisi kesehatannya" kata Mulyadi didampingi Dr Lisbet Ka Puskesmas Koja Jakarta Utara.
Berat badan Rizki Akbar tidak normal yakni 10,4 Kg. Padahal normalnya adalah 15 Kg."Kenapa ibu tidak membawa anaknya ke puskesmas atau mengecek kondisi kesehatannya" kata Mulyadi didampingi Dr Lisbet Ka Puskesmas Koja Jakarta Utara.
"Saya malu pak! dan kami engga punya apa-apa jadi mau dibawa kerumah sakit takut bayar" kata Ningsih.
Tak pikir panjang lagi, pihak kelurahan bersama puskesmas Koja langsung membawa balita itu dan ibunya ke ruang perawatan khusus penanganan Balita Gizi Buruk untuk diberikan pengobatan dan penanganannya.
Pada kesempatan itu, pihak kelurahan langsung memberikan bantuan makanan tambahan buat balit berupa susu dan kacang ijo. Termasuk berat dua karung dan mie instan sebannyak 4 dus. "Bantuan ini diharapkan bisa memberikan asupan makanan buat si balita itu serta kebutuhan pokok bagi keluarganya" kata Mulyadi.
Sementara itu Dr Lisbet Panjaitan menjelaskan, balita yang diduga terkena penyakit gizi buruk ini akan di lakukan perawatan dan perbaikan gizi di ruang rawat inap puskesmas khusus gizi buruk untuk meningkatkan kebutuhan asupan gizi si anaknya. "Sejauh ini pasien yang masuk dalam penanganan perbaikan gizi dalam sepekan akan kembali membaik" tuturnya. (Bian)
