CILINCING- Dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei nanti, ratusan buruh di KBN yang tergabung dalam Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP) akan melakukan aksi konvoi dan longmarch dari Jakarta (KBN) menuju ke Surabaya (Sidoarjo).
Hal ini disampaikan oleh Koordinator FBLP Jumisih dalam kegiatan peringatan Kartini membela bumi di Aula Kantor Disnaker Jakarta Utara,Minggu (20/4/2014). " Peringatan Hari buruh nanti bersama rekan-rekan organisasi buruh lainnya kita berencana akan melakukan konvoi marathon dengan mengunjungi 25 kota di Jawa " ujar Jumisih.
Dalam konvoi marathon ini para buruh dari KBN ini akan mendatangi rekan buruh yang sudah menunggu di Bekasi, Kerawang, Subang,Purwakarta,Cirebon hingga ke Jawa Tengah lalu beriringan menuju ke Sidoarjo. Peserta konvoi juga akan dihibur berbagai kegiatan disetiap daerah yang dikunjunginya. "Jadi pada 10 Mei nanti, tepatnya di alun-alun Sidoarjo kita berkumpul bersama untuk memperingati obor Marsinah salah seorang pejuang hak buruh" tutur Jumisih.
Ditambahkan Jumisih, sejauh ini perhatian pemerintah terhadap nasib buruh masih jauh dari harapan. Dari mulai persoalan upah, sistem kerja, jaminan sosial dan kesehatan, sarana dan prasarana buat pekerja di dalam pabrik masih jauh dari harapan. Tak heran jika sampai hari ini nasib buruh di Jakarta hidupnya tetap pas-pasan. "Dalam rapat akbar nanti kita akan teriakan nasib buruh yang belum adil hingga saat ini" ujarnya.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator FBLP Jumisih dalam kegiatan peringatan Kartini membela bumi di Aula Kantor Disnaker Jakarta Utara,Minggu (20/4/2014). " Peringatan Hari buruh nanti bersama rekan-rekan organisasi buruh lainnya kita berencana akan melakukan konvoi marathon dengan mengunjungi 25 kota di Jawa " ujar Jumisih.
Dalam konvoi marathon ini para buruh dari KBN ini akan mendatangi rekan buruh yang sudah menunggu di Bekasi, Kerawang, Subang,Purwakarta,Cirebon hingga ke Jawa Tengah lalu beriringan menuju ke Sidoarjo. Peserta konvoi juga akan dihibur berbagai kegiatan disetiap daerah yang dikunjunginya. "Jadi pada 10 Mei nanti, tepatnya di alun-alun Sidoarjo kita berkumpul bersama untuk memperingati obor Marsinah salah seorang pejuang hak buruh" tutur Jumisih.
Ditambahkan Jumisih, sejauh ini perhatian pemerintah terhadap nasib buruh masih jauh dari harapan. Dari mulai persoalan upah, sistem kerja, jaminan sosial dan kesehatan, sarana dan prasarana buat pekerja di dalam pabrik masih jauh dari harapan. Tak heran jika sampai hari ini nasib buruh di Jakarta hidupnya tetap pas-pasan. "Dalam rapat akbar nanti kita akan teriakan nasib buruh yang belum adil hingga saat ini" ujarnya.
