Marunda- Pembangunan waduk kendal di Wilayah Marunda dan Rorotan, Cilincing Jakarta Utara membuat puluhan petani yang menggarap lahan tersebut sejak tahun 1980 an.Lahan persawahan yang mereka garap untuk menanam padi itu kini di sulap menjadi waduk untuk mengantisipasi banjir. Sebanyak 34 Petani Peggarap dari wilayah RW 5 Marunda ini hanya bisa pasrah melihat lahan persawahannya sudah dikeruk beko.
Warah 58, peggarap sawah di wilayah RW 5 Marunda ini tak bisa berbuat apa-apa hanya berharap pemerintah DKI Jakarta memberikan ganti rugi atau pekerjaan lain agar bisa kembali mendapatkan penghasilan.
"Saat proses pengerukan kami para penggarap sempat dikumpulkan. Informasinya akan berikan pengganti atau kerohiman" kata Warah.
Irvan Dadi 50, Ketua RW 5 Marunda menjelaskan, pihaknya tidak pernah diberitahu akan adanya pembangunan waduk di wilayahnya maupun sosialisasi dan koordinasi. Dan mengejutkannya lagi tiba-tiba beko sudah banyak datang.
"Meskinya pihak Pemda melakukan koordinasi dan sosialisasi soal pembangunan waduk ini, agar para penggarap tidak kaget saat lahan garapannya sudah dikeruk beko" ujarnya.
Irvan Dadi, juga menyesalkan dalam proses rencana pembangunan waduk ini tak melibatkan pengurus warga. "Lihat saja gara-gara pembangunan waduk ini banyak orang kehilangan pekerjaannya" tungkasnya.
Sementara itu, Heru Bambang Hartono Walikota Jakarta Utara menjelaskan pembangunan Waduk Kendal Rorotan ini harus dilakukan termasuk pembangunan waduk Marunda. Waduk kendal seluas 21 Ha ini bertujuan untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut. Soal petani penggarap,pihaknya berupaya untuk memberikan kerohiman serta lapangan pekerjaan buat penggarap. " Soal lahan petani yang terkena waduk ini kita sedang diupayakan untuk mencari kerohiman serta pekerjaan baru buatnya" kata Heru Budi Hartono.
