PADEMANGAN - Tidak ada kepastian peminjaman dana bergulir melalui sejumlah Koperasi Jasa Keuangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK - PEMK) di sejumlah tempat di Jakarta Utara membuat anggota koperasi beralih kembali ke rentenir. Hal ini sangat disayangkan mengingat koperasi yang notabenenya dapat mengakomodir kebutuhan pedagang kecil kini satu-persatu mulai mengundurkan diri dan memanfaatkan jasa rentenir.
"Kami sebenarnya sudah lama tidak berhubungan dengan rentenir atau bank keliling namun mau bagaimana lagi kami butuh modal untuk usaha. Sementara menunggu pinjaman dana dari koperasi yang ada di kelurahan belum juga di cairkan," kata Ny. Siti, 43, salah seorang warga Pademangan kepada jakartautara.co, Minggu (27/4/2014).
"Hampir satu tahun kami menunggu pinjaman koperasi tetapi belum juga dapat. Bahkan ada yang lebih dari satu tahun. Kabarnya dari atas belum menurunkan dananya di koperasi Kelurahan," tambahn dia.
Kondisi tersebut dibenarkan pengurus KJK PEMK Pademangan Barat, Mulyono. Menurutnya kini koperasi yang di kelolanya mengalami kemunduran bahkan terancam bangkrut. "Kami nyaris tidak lagi dapat beroperasi karena Dinas Koperasi DKI Jakarta belum juga menggulirkan dananya. Ratusan nasabah kami pun sudah banyak yang mengambil dana simpanannya dan mereka memilih minjam dana pada rentenir," ucapnya.
Hal yang serupa juga dialami pengurus KJK PEMK Ancol, KJK PEMK Sungai Bambu, KJK PEMK Papanggo dan sejumlah KJK lainnya di Jakarta Utara. Mereka tidak mengelak bila kini ribuan anggota Koperasi di Jakarta Utara telah beralih ke rentenir.
"Enam bulan lagi koperasi kami akan mengalami kebangkrutan. Penyebabnya karena UPDB Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta belum juga mencairkan dana, semantara masyarakat sudah banyak yang menanti. Kami tidak dapat mencegah masyarakat yang beralih pada rentenir meski kami sangat menyayangkan," kata Djoko Sulantip, Ketua KJK-PEMK Papanggo.
"Enam bulan lagi koperasi kami akan mengalami kebangkrutan. Penyebabnya karena UPDB Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta belum juga mencairkan dana, semantara masyarakat sudah banyak yang menanti. Kami tidak dapat mencegah masyarakat yang beralih pada rentenir meski kami sangat menyayangkan," kata Djoko Sulantip, Ketua KJK-PEMK Papanggo.
