Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Pengunjung Padati Night Market Di Cilincing

Ada 100 kios dan kegiatan Night Market diikuti oleh 100 pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima ini merupakan binaan dari UKm jakarta Utara

Firman warga Cilincing cukup puas ada kegiatan ini selain jalan-jalan juga mendapatkan barangnya murah.

Almon Daniel Kasudin UMKM Jakarta Utara didampingi Sumanto Kasie UMKM Jakut menjelaskan, night market di Kecamatan Cilincing merupakan yang ke 11 dilakukan sepanjang Januari hingga November 2014. 

"Night Market ini diikuti sekitar 100 pedagang PKL Binaan Sudin. Dengan harapan kegiatan ini memberikan fasilitas buatnya agar menjajahkan barang usahanya kepada warga" tuturnya.

Kegiatan Night Market di Kecamatan Cilincing Cukup ramai didatangi warga. Night Market atau pasar malam ini dibuka dari jam 16.00-22 00 malam.

Ribuan Nasabah KJK - PEMK di Jakut Beralih ke Rentenir

PADEMANGAN - Tidak ada kepastian peminjaman dana bergulir melalui sejumlah Koperasi Jasa Keuangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK - PEMK) di sejumlah tempat di Jakarta Utara membuat anggota koperasi beralih kembali ke rentenir. Hal ini sangat disayangkan mengingat koperasi yang notabenenya dapat mengakomodir kebutuhan pedagang kecil kini satu-persatu mulai mengundurkan diri dan memanfaatkan jasa rentenir.

"Kami sebenarnya sudah lama tidak berhubungan dengan rentenir atau bank keliling namun mau bagaimana lagi kami butuh modal untuk usaha. Sementara menunggu pinjaman dana dari koperasi yang ada di kelurahan belum juga di cairkan," kata Ny. Siti, 43, salah seorang warga Pademangan kepada jakartautara.co, Minggu (27/4/2014).

 "Hampir satu tahun kami menunggu pinjaman koperasi tetapi belum juga dapat. Bahkan ada yang lebih dari satu tahun. Kabarnya dari atas belum menurunkan dananya di koperasi Kelurahan," tambahn dia.

Kondisi tersebut dibenarkan pengurus KJK PEMK Pademangan Barat, Mulyono. Menurutnya kini koperasi yang di kelolanya mengalami kemunduran bahkan terancam bangkrut.  "Kami nyaris tidak lagi dapat beroperasi karena Dinas Koperasi DKI Jakarta belum juga menggulirkan dananya. Ratusan  nasabah kami pun sudah banyak yang mengambil dana simpanannya dan mereka memilih minjam dana pada rentenir," ucapnya.

Hal yang serupa juga dialami pengurus KJK PEMK Ancol, KJK PEMK Sungai Bambu, KJK PEMK Papanggo dan sejumlah KJK lainnya di Jakarta Utara. Mereka tidak mengelak bila kini ribuan anggota Koperasi di Jakarta Utara telah beralih ke rentenir.

"Enam bulan lagi koperasi kami akan mengalami kebangkrutan. Penyebabnya karena UPDB Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta belum juga mencairkan dana, semantara masyarakat sudah banyak yang menanti. Kami tidak dapat mencegah masyarakat yang beralih pada rentenir meski kami sangat menyayangkan," kata Djoko Sulantip, Ketua KJK-PEMK Papanggo. 


Sunter Jaya Gelar Pasar Murah, Warga: Alhamdulillah

SUNTER JAYA - Guna meringankan beban masyarakat dalam menghadapi datangnya bulan suci Ramadhan, pemeritah Kelurahan Sunter Jaya bekerjasama dengan Unit Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar Pasar Murah Peduli, di Halaman Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/6/2013).

Pasar murah yang lebih di harapkan pada masyarakat menengah kebawah saat ini sangat diharapkan keberadaanya. Apalagi harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik, pasca kenaikan BBM yang baru-baru ini telah di tetapkan pemerintah pusat. 

Yani, 30, salah seorang warga RT 16/6 Sunter Jaya, mengaku bersyukur adanya pasar murah di kelurahan. Meski jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya bukan menjadi halangan baginya demi mengejar kebutuhan pokok murah.

"Alhamdulillah, kami sih inginnya setiap hari ada pasar murah seperti ini, karena sangat membantu. Kami berharap pemerintah terus menekan harga pasar agar tidak memberatkan masyarakat, apalagi dalam menghadapi bulan puasa seperti ini," ujarnya.

Lurah Sunter Jaya Een Hermawan, mengakui, pasar murah yang di gelar di area kantornya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. "Masyarakat kami sangat terbantu terutama bagi warga yang kurang mampu," ucap Een.

Sebab, katanya, pihak kelurahan yang bekerjasama dengan Suku Dinas Usaha Kecil Mikro  dan Koperasi (UKMK) Kota Jakarta Utara sebelumnya membagikan kupon sembako murah melalui pengurus RT/RW. "Sebanyak 750 kupon pasar murah telah kami bagikan melalui pengurus RT maupun RW. Kami harap kegiatan ini dapat bermanfaat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas UKMK Jakarta Utara, Almon Daniel, mengatakan kegiatan yang dilakukan pihaknya bersama pihak kelurahan diikuti 30 stand usaha mikro dari berbagai tempat. "Tujuan kami membantu masyarakat menengah kebawah untuk mermenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako)," ujarnya.

Camat Minta KJK Dapat Buat Program Trobosan

PADEMANGAN - Camat Pademangan M.Efiskal, mengatakan agar Koperasi Jasa Keuangan-Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (KJK PEMK) yang ada di wilayah tugasnya dapat membuat program trobosan. Hal itu, tujuannya agar dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari yang di peroleh dengan cara yang lebih ringan.

"Saya yakin banyak kaum Ibu yang telah memanfaatkan dana koperasi. Biasanya kaum Ibu kan senang kalau belanja (perabotan atau sembako) namun dengan harga yang di discon, beberapa persen. Untuk anggota koperasi tentu ini akan sangat membantu dan bagi yang belum menjadi anggota koperasi setidaknya mereka akan tertarik," imbau Camat Efiskal pada saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KJK PEMK Ancol, Rabu 20 Maret 2013. 

Apalagi, katanya, saat menghadapi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dimana hampir semua orang membutuhkan sembilan bahan pokok (sembako). Bila koperasi dapat mengadakan paket belanja murah seperti sembako dan daging, hal ini akan sangat membantu. "Saya harap Koperasi kedepan dapat mengarah kesana karena dengan belanja sembako di koperasi sendiri akan saling menguntungkan. Selain dapat meringankan beban warga pengelola koperasi juga akan dapat memutar keuangannya sehingga koperasi semakin berpariasi, maju dan berkembang," imbaunya. 

Ia juga mengaku bangga atas berkembangnya koperasi di kelurahan Ancol. "Saya sudah beberapa kali menghadiri berbagai kegiatan koperasi disini. Saya cukup bangga dan berharap koperasi ini dapat terus maju sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan masyarakat Pademangan khusunya warga Ancol," jelas mantan Camat Koja itu. 

Selain Camat Efiskal, hadir pula pada kesempatan itu, perwakilan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Ardin Purba, Kasudin UMKM Jakarta Utara Sumardi, Sekcam Fredy Setiawan, Lurah Ancol Arahap, Ketua KJK PEMK Ancol Dahlan, tokoh masyarakat Sukirno dan pengurus serta anggota koperasi tersebut.

Foto: Camat Pademangan Efiscal (kanan) saat menghadiri RAT KJK-PEMK Ancol.

 

607 Warga Ancol Manfaatkan Dana Koperasi Rp 1,5 M

ANCOL - Sebanyak 607 warga Ancol telah memanfaatkan dana bergulir Pemda DKI Jakarta melalui program KJK PEMK (Koperasi Jasa Keuangan-Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan) Ancol, Pademangan, Jakarta Utara dibawah naungan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut lebih dari Rp 1,5 M dana koperasi tersebar di 5 RW yaitu RW 01, 02, 04, 05 dan RW 08 Ancol.

"Sejak koperasi ini berdiri kami telah memiliki 607 anggota dengan nominal pinjaman yang beragam. Paling kecil Rp 2 juta dan paling besar Rp 5 juta. Total dana koperasi yang berada di masyarakat lebih dari Rp 1,5 M," ujar Ketua KJK PEMK Ancol, Dahlan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2012, di ruang pola Kantor Kelurahan Ancol, Rabu 20 Maret 2013.

RAT yang di hadiri perwakilan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, Ardin Purba, Kasudin UMKM Jakarta Utara Sumardi, Camat Pademangan M Efiskal, Sekcam Fredy Setiawan, Lurah Ancol Arahap, tokoh masyarakat Sukirno dan pengurus serta para anggota KJK Ancol.

"Pemanfaat umumnya pelaku usaha mikro seperti warung sembako, makanan ringan, kelontong dan lainnya. Besarnya pinjaman palin sedikit Rp 2 juta dan paling besar Rp 5 juta. Sistem pembayaran, kami terjunkan sejumlah petugas untuk door to door tujuannya agar masyarakat tidak perlu bolak-balik datang ke kantor kami di Kelurahan. Tinggal tunggu di rumah petugas akan datang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Jakarta Utara, Sumardi, turut memberikan apresiasi atas berjalannya RAT KJK PEMK Ancol. ""Koperasi kita masih balita dan masih perlu banyak belajar serta memerlukan kritik maupun saran yang membangun. Kami berharap kedepan koperasi ini semakin maju dan berkembang," harapnya.

Adanya 607 Anggota Koperasi di Ancol, menurutnya itu suatu kemajuan yang cukup pesat. "Di Kelurahan lain jumlah anggotanya tidak sebanyak disini. Apalagi tingkat pengembalian masyarakat sebagai pengguna koperasi cukup bagus, artinya lebih dari 90 persen tingkat pengembalian pemanfaat," katanya.

Ny.Fatimah, 45, salah seorang pemanfaat KJK PEMK Ancol yang berdomisili di lingkungan Rt 05 RW 04, mengaku telah tiga tahun menjadi anggota koperasi tersebut. "Saya dagang nasi uduk, lontong, lopis dan ketan. Alhamdulillah selama menjadi anggota koperasi usaha saya semakin beragam dan mulai ada perkembangan," katanya.

Ibu yang mengaku suaminya sudah tidak bekerja lagi itu, mengaku mengawali minjam dana Koperasi atas informasi pengurus setempat. "Dulu saya minjam pertama kali RP 2 Juta. Sekarang pinjaman saya sudah meningkat menjadi Rp 5 juta, setiap Minggu saya mengangsur Rp 162 ribu. Dua kali angsur lagi akan lunas rencananya saya akan lanjut minjam dana koperasi lagi," tuturnya.



One Day Service Telah Dilakukan 6 Kali Di Jakut

MINIMNYA sosialisasi yang dilakukan Sudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara, membuat banyak pelaku usaha di wilayah itu belum memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sebab, dari sekitar 750 ribu pelaku usaha, hanya sebanyak 113.532 atau 15 persennya saja yang telah membuat SIUP. Sedangkan sisanya, sebanyak 636.468 atau 85 persennya  diketahui tidak memiliki SIUP.

Selama tahun 2012 telah menggelar kegiatan one day service sebanyak enam kali yakni, di Pasar Koja Baru, Pasar Sunter, Pasar Teluk Gong, Pasar Muara Karang, Mal Kelapagading, dan Mal of Indonesia. Kami juga mempunyai program-program untuk membantu meningkatkan usaha melalui pameran-pameran yang setiap tahunnya sering kami gelar. Ujar sudin KUMKMP, Almon daniel

Kepala Sudin KUMKMP Jakarta Utara, Almon Daniel mengatakan, dari sebanyak 113.532 pelaku usaha yang memiliki SIUP terdiri dari kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Kami terus mengimbau kepada pelaku usaha untuk membuat SIUP seperti dalam kegiatan one day service kali ini," ujar Almon, saat menggelar program one day service di Mal of Indonesia Lower Groud Exhibition Hall, Kelurahan Kelapa Gading Barat Kecamatan Kelapa Gading Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (21/11).

Pada pelayanan jemput bola kali ini, sambung Almon, pihaknya mampu menerbitkan 69 SIUP dan 37 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dengan menyebar 120 undangan. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 16.00.

Melalui kegiatan ini, Almon berharap, pelaku usaha memiliki legalitas usaha agar usahanya dapat terus berkembang dan bisa menambah pinjaman modal dari bank atau lembaga lain.

Dikatakan Almon, para pelaku usaha ini kebanyakan tidak memiliki waktu jika harus mengurus SIUP di kantor Sudin KUMKMP Jakarta Utara. Oleh karena itu, pihaknya menggelar pelayanan dengan sistem jemput bola agar mempermudah pelaku usaha mendapatkan SIUP

Walikota Berikan Apresiasi Pedagang Pasar Ular Plumpang

Keluarga besar pedagang Pasar Ular Plumpang menggelar kegiatan Halal Bi Halal bertempat di Gedung DPD II Partai Golkar, Jalan Walang, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Rabu (04/09/2012) malam. Kegiatan pasca lebaran yang mengusung tema "Dengan Halal Bi Halal Kita Eratkan Persaudaraan Diantara Sesama Pedagang Guna Menciptakan Pasar Ular Yang Bersih", dihadiri Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono.


"Untuk membangun semangat kebersamaan kami memberikan apreasiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami harap kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan, karena ini sudah menjadi budaya dan hanya ada di Indonesia," ujar Bambang Sugiyono.

Orang nomor satu di Jakarta Utara itu, juga menyebutkan demi mempererat jalinan persaudaran dan silaturahmi antara sesama diperlukan kebersamaan. "Mari kita jaga ketertiban dan keamanan bersama-sama demi keberlangsungan pembangunan di Jakarta Utara. Kota Jakarta yang kondusif akan membawa perubahan baik infrastruktur hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua panitia halal bi halal, Mawardi, menyebutkan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan dan ini menjadi momentum untuk terus dilakukan setiap tahunnya.
"Kegiatan ini dari pedagang dan untuk para pedagang. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi," kata Mawardi.

Selain Walikota hadir pula dalam kegiatan itu, Kepala Suku Dinas KUMKM Kota Adm Jakarta Utara Almon Daniel, Camat Koja Dedy Tarmidzi, Wakil Camat Koja Nana Hadiatna, Lurah Rawa Badak Selatan Yoddi Santoso, Kordinator Pasar Ular Plumpang H. Ubaidillah.
Kegiatan yang dipenuhi para pedagang tersebut juga diisi ceramah agama oleh Ketua MUI Jakarta Utara, Zulfa Mustofa.

Foto: Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono saat memberikan sambutan halal bi halal pedagang Pasar Ular Plumpang, di balai golkar Jakarta Utara.

Ratusan Warga Sukapura Serbu Sembako Murah

Jakarta Utara kembali menggelar penjualan sembako murah menyambut bulan suci ramadhan serta mengantisipasi mahalnya barang-barang pokok di pasar. Sebanyak 5 ribu kupon disebar kepada warga Sukapura di 11 RW.

Dalam pasar murah ini warga bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok dengan harga terjangkau maupun yang sudah berbentuk paket.

Kasudin KUMKM dan Koperasi Jakarta Utara Almon Daniel menjelaskan kegiatan pasar murah ramadhan ini dilaksanakan secara bergantian di wilayah Jakarta Utara. Tujuannya agar beban beli warga yang saat ini tak mampu membeli harga kebutuhan pokok saat ramadhan maupun lebaran bisa membelinya di pasar murah. " di pasar murah ini harga kebutuhan pokok lebih murah 30 persen dari harga di pasar" ujarnya.

Dalam.kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta namun padatnya acara, gubernur DKI Jakarta diwakilkan oleh Natsir Sabara wkil walikota Jakarta Utara.

Foke Buka Bazar Sembako Murah Di Stadion Rawabadak


Rawabadak- Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo membuka pasar murah dan bazar sembako murah di stadion Rawabadak Koja Jakarta Utara. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap memasuki bulan Puasa ini disambut antusias ratusan warga untuk mendapatkan sembako murah.

"bazar dan pasar murah diperuntukan untuk warga Jakarta yang ingin membali bahan kebutuhan pokok menyambut datangnya bulan puasa" kata Foke.

Ditambahkan Fauzi, rangkaian kegiatan ini akan dilakukan disemua wilayah Jakarta bekerjasama dengan sejumlah stokholder serta Dinas UKM. Pasar murah juga mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasar tradisional yang dilakukan spekulan. " kalau kita gelar pasar murah ini secara berkelanjutan maka harga-harga kebutuhan pokok yang naik bisa diantisipasi" tuturnya.

Aliyah 34 warga Koja menyambut antusias pasar murah. Selain harga paket sembakonya murah dan terjangkau juga meringankan beban beli masyarakat pada kebutuhan pokok yang saat ini terus naik.

"alhamdullilah mas berkat adanya pasar murah ini kami mendapat bahan pokok yang terjangkau. kalau bisa di bulan puasa dilakukan seperti ini lagi" ujarnya.

Dalam bazar murah ini Gubernur DKI Fauzi Bowo berkesempatan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang hendak membeli sembako.

Walikota Berikan Bantuan Gerobag Mie Ayam

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono melalui Bazis jakarta Utara menyerahkan bantuan berupa tiga gerobag mie ayam kepada mustaghik, usai apel, Senin (30/1/2012) pagi, di Plaza Barat Kantor Walikota Jakut.

"Bantuan pelaku usaha mikro ini bersumber dari dana masyarakat yang terkumpul melalui ZIS (zakat, infak dan sodakoh). Oleh sebab itu bantuan berupa gerobag dorong untuk jualan mie bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Bambang Sugiyono.

Walikota juga mengingatkan bila berjualan jangan sampai di tempat yang terlarang dan harus berikan contoh yang terbaik, karena bantuan ini merupakan amanah.

"Zis tahun 2011 sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 6,050 milyar dari target pengumpulan Zis Rp 5,450 milyar yang ditetapkan oleh Gubernur Prov DKI Jakarta," jelasnya.

Jumlah tersebut, katanya, bersumber dari Pegawai Kantor Walikota Jakut, kalangan pendidik serta stakeholder dan masyarakat Jakarta Utara.
”Ini bisa di contoh oleh pengusaha di Jakarta Utara melalui CSRnya bisa membantu masyarakat untuk mandiri, namun sebelumnya juga diberi pelatihan, ”tambahnya.

Kepala Bazis Jakarta Utara, M.Alwi, mengatakan ketiga orang yang mendapat gerobak mie ini sebelumnya sudah dilatih kerja sama dengan PT Bogasari Tbk, tentunya mereka siap untuk memulai usaha.

Sumbangan dana yang dikumpulkan melalui Zis, lanjut Alwi, kemudian disalurkan kembali oleh Badan Amil Zakat dan Sodaqoh (Bazis) Jakarta Utara kepada mustaghik dengan harapan mereka bisa mandiri dan dapat menghidupi keluarha secara layak.

"Mereka adalah Suherman warga Kelurahan Penjaringan, Nurhayati warga kelurahan Rawabadak Selatan dan Iwan Hermawan warga kelurahan Ancol," katanya.

Sementara itu, Suherman, salah seorang penerima bantuan ZIS mengaku senang. "Alhamdulillah kami bisa usaha dengan menerima bantuan gerobak berikut peralatannya dan modal awal," ucap pria yang mengaku korban PHK itu. (min)

Pedagang Bubur Binaan KJK - PEMK Papanggo Raih Rp 25 juta


Koperasi Jasa Keuangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (KJK-PEMK) Papanggo, Tanjung Priok, bukan saja memberikan dana pengutan modal usaha. Namun lebih dari itu melakukan pembinaan dan turut mengembangkan usaha mikro warga sebagai anggota koperasi.

Kabar gembira yang dialami Muhammad Yamin, 33, warga Jalan Papanggo I A RT 03/01 Kelurahan Papanggo sebagai pedagang dan pengusaha bubur kacang hijau yang dirintisnya sejak tahun 2007, menjadi motivasi bagi pedagang lain. Ia baru-baru ini meraih juara dua wirausaha muda berprestasi dari PT Astra International dan berhak mendapatkan penghargaan berupa uang sebesar Rp 25 juta.

"Saya bersyukur dan tidak menyangka akan meraih prestasi juara dua program wirausaha berprestasi yang dilaksanakan oleh Astra. penghargaan yang saya peroleh rencana akan saya gunakan untuk mengembangkan usaha dengan membuka Cabang di Permai," ujar Yamin, yang mengaku mempunyai 12 pedagang bubur kacang hijau.

Bapak dua anak asal Tasik, Jawa Barat itu mengatakan bahwa apa yang dialaminya berkat ada dukungan dan menjadi binaan KJK-PEMK Papanggo yang terus memberikan semangat dan motivasi. Sehingga ia masuk dalam nominasi pengusaha muda berprestasi.

"Awalnya saya hanya mempunyai 5 orang pedagang namun setelah mendapatkan pinjaman dana KJK usaha kami semakin berkembang menjadi 12 orang. Bahkan dua orang kini telah membuka usaha sendiri di daerah Tasik," tutur pria yang menjaga kualitas dagangannya.

Sementara itu, Ketua KJK-PEMK Papanggo, H. Joko Sulantip membenarkan adanya nasabah binaan koperasi yang meraih juara dalam wirausaha muda berpretasi dari Astra International.

"Kami rasa yang menjadi kreteria dalam wirausaha muda berprestasi adalah usia yang belum 35 tahun. Lalu usaha berbasis kemasyarakatan sehingga dapat menciptakan pekerja sekaligus menghidupkan keluarga. Intinya adalah dapat memberdayakan masyarakat," ujar Joko bersama Iwan Darmawan.

Selain M. Yamin, katanya, Kamiran, pedagang gas elpiji warga RW 08 Papanggo sebagai binaan KJK lainnya juga meraih juara tiga dalam wirausaha muda berpretasi. "Mereka selain usaha juga dapat menciptakan tenaga kerja bagi lingkungannya," tambahnya. (min)

Puluhan Pedagang di Pasar Koja Bikin SIUP

Puluhan pedagang kecil dan menengah yang berada di Pasar Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara menyerbu layanan One Day Servis yang digelar oleh Sudin UMKM Pemkot Jakarta Utara di pasar tersebut. Mereka datang untuk mendapatkan pelayanan surat izin usaha perdagangan (SIUP) untuk memperlancar usahanya secara gratis Selasa (8/11).

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan, One Day Service adalah salah satu upaya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Maka dari itu Pemkot Jakarta Utara memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan pelaku usaha di wilayahnya. Adapun mekanisme telah dilakukan adalah perbaikan mekanisme pelayanan dengan menyempurnakan alur proses/ SOP pengurusan SIUP dan TDP.

“Manfaatkan SIUP ini sangat banyak sehingga kesempatan ini diharapkan jangan disia-siakan. Karena memiliki Surat Izin Usaha salah satu syarat untuk meminjam bank. Selain itu dengan adanya surat ini juga menghindari para pedagang dari raintenir,” kata Bambang Sugoyono yang didampingi Camat Koja Dedy Tarmizi. Kepala Suku Dinas UMKM Jakarta Utara Almon Danil, mengatakan, Sejak tahun 2010 hingga sekarang dari 113.532 pengusaha yang dikelompokan dalam usaha mikro kecil dan menengah namun yang telah terdaftar di Suku Dinas UMKM Jakarta Utara baru 23.760 atau 14,33 persen memiliki SIUP. Sedangkan sisanya sekitar 85,67 persen belum memiliki izin usaha lengkap.
 
Sumber : poskota


 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas