Kelapa Gading - Memasuki musim pancaroba berbagai macam penuakit mengancam masyarakat.Salah satunya penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty.
Di Jakarta Utara tercatat sejak Januari-April 2014 ini ada 548 kasus DBD yang diderita oleh warga Jakarta Utara.
"Sekarang ini memasuki musim pancaroba dan memungkinkan berkembangnya Jentik Nyamuk DBD. Tetapi jika masyarakat melakukan pola hidup sehat bisa terhindar" kata Bambang Suheri Kasudin Kesehatan Jakarta Utara.
Bambang Juga menambahkan, agar kegiatan PSN ( Pembasmian Sarang Nyamuk) tidak diabaikan. Sebab penyebaran jentik nyamuk DBD ini mudah berkembang jika masyarakat tak peduli pada lingkungannya.
Heni 45, Warga RW 3 Pegangsaan Dua menjelaskan, ditempat tinggalnya saat ini rawan demam berdarah. Ada beberapa warga yang sudah dirawat di Rumah sakit."Saya berharap agar petugas melakukan pogging untuk mematikan jentik nyamuk" ujarnya.
Data dari Sudin kesehatan Jakarta Utara tercatat Januari hingga April 2014 ada 548 kasus DBD. Itu tersebar di Kecamatan Tanjung Priok 124 kasus, Penjaringan 107 kasus, Cilincing 107 kasus, Koja 101 kasus, Kelapa Gading 80 kasus dan Pademangan 29 kasus.
Sementara itu Effiskal Camat Tanjung Priok yang menjadi kawasan tertinggi kasus DBD meminta kepada para lurah,puskesmas dan pengurus.RT/RW untuk menggencarkan Kegiatan PSN. Sebab selain Fogging cara PSN efektif untuk mematikan jentik nyamuk DBD itu.
