Kekisruhan di ITC Mangga Dua terus berlanjut. Pedagang di pusat
perbelanjaan itu melaporkan Koperasi Pedagang Pasar Mangga Dua (Koppas
Madu) ke Direskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara karena
diduga melakukan penggelapan dana pembayaran tagihan listrik, air, dan
service charge. Pedagang menuntut pertanggungjawaban Koppas Madu dan
segera mengembalikan uang tagihan yang terlanjur disetor ke rekening
koperasi tersebut.Dalam laporan ke Polda Metro Jaya Nomor TBL/2837/VIII /2013/PMJ/Dit Reskrimum, Jefry, salah seorang pedagang mengaku telah membayar tagihan listrik, air, dan service charge pada tanggal 21 Agustus 2013 lalu. Jefry menyetorkan uang ke rekening Koppas Madu karena ada selebaran yang dikirimkan oleh Koppas Madu kepada para pedagang. Dalam selebaran itu, pedagang diminta untuk membayar tagihan listrik air dan service charge ke rekening BNI atas nama Koppas Madu yang mengklaim sebagai pengelola sah.
Jefry, yang ikut melaporkan penggelapan dana menceritakan nasib sial yang dialami dirinya bersama rekan-rekan sesama pedagang, Senin (9/9). Awalnya, Jefry sering mendapat surat ajakan untuk membayar tagihan listrik, air, dan service charge ke Koppas Madu. Oleh koperasi itu, para pedagang diiming-imingi bakal mendapat tagihan yang lebih murah dan lebih aman.
Ia pun sempat santai-santai saja karena merasa sudah membayar ke pengelola yang sah. Namun, Jeffry kaget ketika tiba-tiba awal bulan listrik diputus. "Habis kami bingung. Dikirimi surat terus-menerus dan menyatakan seolah-olah mereka pengurus yang sah berdasarkan pertemuan di Novotel, Juli. Saya kan sibuk dan tidak ada waktu mengeceknya, akhirnya saya bayar ke Koppas Madu," ucap pedagang tas di ITC Mangga Dua Lantai Dasar, Blok A No 25 ini.
Merasa tertipu, dia pun mendatangi kantor Koppas Madu dan menyerahkan bukti pembayaran. Namun hingga sekarang uangnya tak kunjung kembali seperti dijanjikan. "Jawabannya ntar sok ntar sok terus. Di kantornya juga cuma ada satu karyawan," ujar Jefry.
Nasib serupa juga dialami Antony. Berawal dari surat pemberitahuan yang disebar berkali-kali oleh Koppas Madu. Antony pun termakan rayuan koperasi palsu tersebut. Begitu aliran listrik diputus, dia tersadar. "Totalnya sekitar dua jutaan. Saya merasa dibohongi karena begitu saya cek ternyata saya termasuk orang yang belum melakukan pembayaran," kata pedagang di lantai dasar Blok B-54 ini.
Alasan Antony mau membayar ke Koppas Madu karena terpengaruh ajakan teman-temannya. "Kemudian, banyak banget surat edaran, mulai Juli. Saya jadi bingung dan termakan bujuk rayuan. Mereka (Koppas Madu pimpinan Haida dan Suresh-red) mengklaim sebagai pengelola yang sah. Lagipula siapa yang nggak terpengaruh diiming-imingi tagihan lebih murah atau pakai tarif lama," tutur pedagang tas ini
Antony pun meminta agar Koppas Madu segera mengembalikan uang miliknya dan pedagang-pedagang lain yang telanjur membayar. "Saya sudah tagih, mereka tak bisa menjawab," ujarnya.
Pantauan di lapangan Senin (9/9), pengelola ITC Mangga Dua tetap kooperatif dengan tetap menyalakan air dan listrik. Berdasarkan data di kantor pengelola ITC Mangga Dua lantai 6, dari 3.700 pedagang di ITC Mangga Dua, hanya sekitar 300 pedagang atau 10 persen yang menolak membayar tagihan listrik, air, dan service charge. (bjc)
