Warga Minta Kolong Tol Pademangan Timur di Tertibkan
Pakai Adat Betawi 196 RT Kebon Bawang Dilantik
Sementara itu, Rudi Ketua RT 02 RW 15 berjanji dirinya siap melayani masyarakat dengan tulus, iklas dan jujur serta penuh pengabdian. "Kami menjalankan amanah SK Gubernur nomor 36 Tahun 2001 dan siap bekerjasama dengan pemerintah kota dan provinsi DKI Jakarta untuk mensukseskan Jakarta Baru," ucapnya seraya berikrar.
Diguyur Hujan Dan Rob, Kantor kelurahan Kapuk Muara Terendam Banjir 1,5 Meter
"Tekanan air sangat deras apalagi laut juga sedang pasang, praktis air langsung mengalir ke pemukiman warga" ujar Timbo saat diminta keterangannya oleh jakartautara.co.
Sementara itu, untuk mengantisipasi pelayanan masyarakat senin nanti, pihak kelurahan memindahkan loket pelayanan ke lantai 2 kantor kelurahan.Untuk pelayanan kependudukan, pihak Sudin kependudukan akan mengerahkan KTP mobile ke lokasi banjir.
Sementara itu, H.Hamid Warga RW 5 Kapuk tokoh masyarakat setempat meminta kepada pemerintah DKI Jakarta segera memperbaiki tanggul atau Shiet File di Kali Angke yang menjadi sumber terjadinya banjir. Begitu juga kantor kelurahan untuk segera direhab total. "Saya berharap kantor kelurahan agar direhab total, supaya saat ada banjir kantor kelurahan bisa jadi tempat pengungsian" ujarnya.
Hasil pantauan di lokasi banjir ini merendam kawasan pemukiman warga di RW 1,4 dan 5. Namun secara menyeluruh ratusan rumah warga yang terendam ada di RW 1 Kapuk Muara, Penjaringan. Pihak kelurahan juga menyiapkan lokasi pengungsian dengan membangun tenda disertai kelengkapannya berlokasi di Jalan kapuk Muara pompa II RW 5 Kapuk Muara, Penjaringan. Mengingat curah hujan saat ini masih intensitas tinggi.
Banjir juga melanda kawasan pemukiman padat di Kampung Gusti di RT 1-10 RW 15 Pejagalan. Rumah-rumah warga yang berada disepanjang bantaran Kali Angke dan Tubagus Angke ikut terendam karena luapan kedua kali itu. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 50 cm-65 cm. "Tidak ada Pengungsian hingga saat ini dan sore ini air sudah mulai kembali surut" kata Joni S Mamat Lurah Pejagalan.
Serupa juga terlihat di pemukiman warga Gang Lengkong RT 4/10 Semper Timur dan Kampung Rawa Gatel RT 9/10 Sukapura. Air yang meluap dari Kali Cakung Lama langsung memasuki rumah-rumah warga yang berdekatan dengan kali tersebut. Banjir juga disebabkan karena mengecilnya kondisi kali akibat Okupulasi. Ketinggian air mencapai 60-70 cm. (Bian)
Antisipasi Banjir, Camat,Lurah Dan Warga Bersihkan Kali Cakung Lama
Warga yang melakukan aksi bersih tiga kecamatan adalah warga RW 5 Semper Barat, RW 10 Sukapura,RW 4 Tugu Selatan dan RW 3 Pegangsaan Dua. Dalam kerja bakti ini sampah di kali dibersihkan warga. Bahkan warga berjibaku mengangkat pohon yang tumbang ke dalam kali. Sejak pukul 06 pagi warga sudah mulai melakukan aksinya. Dengan membawa alat kebersihan seperti cangram, pacul,tambang, perahu keret bambu dan gerobak sampah. Nampak antusias warga bergotong royong untuk membersihkannya.
"Kalinya memang sudah bersih dari sampah dan ada juga petugas PU yang menguras lumpur. Kegiatan ini juga menjadi kegiatan rutin dua mingguan untuk membersihkan sampah di kali"Kata Budi siahaan Sekretaris RW 5 Semper Barat.
Senada disampaikan Encit 49, Ketua RT 9/4 Tugu Selatan. Jika kegiatan bersih kali dari sampah ini dikerjakan dengan gotong royong serta rasa tanggung jawab juga orang yang buang sampah ke kali punya malu sudah pasti kali akan selalu bersih dan bebas penyakit. "Kalau kalinya bersih sudah pasti lingkungan bebas penyakit dan terhindar banjir"tuturnya.
Kegiatan aksi bersih ini juga di pimpin para camat dan lurah setempat diantaranya Dedi Tarmidzi Camat Koja, Heriyadi Wakil Camat Cilincing, Kelik Sutanto Lurah Semper Barat, Mujakir Lurah Sukapura dan Didit Lurah Pegangsaan Dua serta ketua RW di lingkungan Kali Cakung Lama.
"Dengan rasa kebersamaan dan semangat kegotong royongan ini maka upaya masyarakat menciptakan lingkungan kali bersih mudah tercapai. Dan ini perlu dipertahankan serta terus digencarkan" kata Dedi Tamidzi Camat Koja. Bahkan kerja bakti ini dapat mempererat hubungan tali silahtuhrami warga dan berdiskusi dalam menyelesaikan persoalan diwilayahnya masing-masing.
Sekedar diketahui, Kali Cakung lama merupakan kali yang melintasi beberapa pemukiman warga di wilayah Kelapa Gading, Koja dan Cilincing, dengan panjang hampir 10 KM hingga muaranya di Cakung Draine. Kali ini kondisinya ada yang sudah menyempit luasnya hingga 4 meter dan masih ada juga kondisi normalnya masih 15 meter. Pada tahun 2002 dan 2007 lalu saat banjir besar melanda Jakarta kawasan pemukiman di bantaran kali ini terendam hingga 1,5 meter. Tetapi setelah dilakukan kerja bakti massal dari warga dan pengurasan lumpur oleh PU Air kawasan ini hanya terlihat beberapa titik genangan saja.
Pengurasan Lumpur Dan Pembongkaran Gubuk
Selain dibantu oleh warga untuk melakukan kerja bakti massal, pihak Sudin PU Air juga melakukan pengurasan lumpur di kali itu. Beberapa ratus karung sudah terisi lumpur hasil kurasan. Saat ini pengerjaan pengurasan sedang dilaksanakan di Kali Rawa Indah Dan Kali Betik. "Pengurasan saat ini sedang berjalan di Kali Cakung Lama ( Kali Betik dan Kali Rawa Indah) , sementara itu rencana penertiban gubuk di bantaran kali sedang tahap sosialisasi di kecamatan" kata Siska Herawati Kasudin PU Air Jakarta Utara.
Jalan Cacing Lumpuh, Warga Kampus Blokir Jalan
Ribuan warga Kampus ( Kampung Sawah) Semper Timur hari melakukan aksi blokir Jalan tepatnya di pos III Semper Timur. Ribuan warga yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak langsung menutup jalan dengan membentangkan spanduk.
Mereka blokir jalan lantaran wilayah yang mereka tempati akan dilakukan penggusuran dan eksekusi oleh pengadilan. Dan mereka juga menagih janji Jokowi untuk datang ke kampung sawah.
"Kami warga Kampung Sawah menolak jika tempat tinggal kami harus digusur, dan pak Jokowi harus datang" tutur Surana Koordinator lintas Blok Kampung Sawah.
Sementara itu Zakaria tokoh masyarakat Kampung Sawah menuturkan keinginan warga di Kampus ini hanya ingin tidak ada penggusuran serta segera dibentuk RT/RW agar mereka punya identitas resmi.
Para pengunjuk rasa juga berteriak sambil yel-yel "pak jokowi harus datang". Ada juga spanduk-spanduk bertuliskan "kami tak gentar untuk digusur dan rela mati untuk tempat tinggal kami".
Aksi blokir jalan ini juga mendapat pengawalan ketat ratusan petugas kepolisian dari Polres Jakarta Utara. Hadir juga Kapolres Jakarta Utara Kombes M.Iqbal.
"saat ini kami sedang negoisasi agar blokir jalan bisa dibuka" tuturnya.



