Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Warga Minta Kolong Tol Pademangan Timur di Tertibkan


PADEMANGAN TIMUR - Warga Pademangan Timur berharap kolong tol yang berada di lingkungan RW 10 Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara segera di tertibkan. Pasalnya, kolong tol selama ini hanya di gunakan sekelompok orang untuk usaha penampungan barang bekas, besi tua, warung, parkir mobil dan tempat billiard. 

"Kami melihatnya semerawut padahal berada di tengah kota dan dekat dengan kantor kelurahan. Seharusnya di lakukan penataan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Kris, 40, salah seorang warga Pademangan, Senin 20 Mei 2013. 

Menurutnya, dirinya lebih setuju bila kolong tol di jadikan taman maupun sarana olahraga. Bila, perlu, katanya di buatkan tempat untuk anak-anak bermain edukatif. "Dari pada kelihatan kumuh dan semerawut lebih baik di gunakan yang lebih baik. Apalagi kolong tol itu merupakan akses masuk bagi masyarakat Pademangan Timur. Masa baru masuk wilayah Pademangan Timur kelihatan kumuh," jelasnya. 

lebih jauh di katakannya, lokasi kolong tol Pademangan Timur berada di tengah kota antara kemayoran dan Ancol. "Sayangnya lokasi tersebut banyak dimanfaatkan untuk kegiatan usaha seperti penampungan barang bekas dan besi tua, serta lainnya," ucapnya. 

Ditempat terpisah, pengelola tol Cawang Tanjung Priok-Pluit PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) sendiri sesungguhnya sangat mendukung keinginan warga dan rencana Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang ingin menertibkan bangunan liar di kolong tol tersebut. 

Menurut Direktur operasional PT CMNP Suarmin Tioniwar, CMNP bersama Pemda DKI Jakarta sempat beberapa kali melakukan penertiban kolong tol. Namun, setelah di tertibkan bangunan kembali bermunculan. "Tidak jarang penghuni kolong tol menutup pipa pembuangan air diatasnya sehingga jalan tol jadi tergenang," kata Suarmin seperti di kutip Poskota (20/5/2013).

Suarmin mengaku tidak tahu persis berapa jumlah penghuni kolong tol mulai dari Sungai Bambu, Warakas, Papanggo, Pademangan Timur, Pademangan Barat hingga Pluit. Namun yang pasti, kata dia, jumlah mereka setiap saat terus bertambah sehingga lingkungan semakin kumuh. 

Pakai Adat Betawi 196 RT Kebon Bawang Dilantik

KEBON BAWANG - Hari Kartini bukan saja di rayakan bagi kaum Ibu atau wanita yang umumnya banyak merayakan dengan menggunakan pakaian adat. Di Kebon Bawang, bertepatan Hari Kartini kaum Bapak juga turut menggunakan pakaian adat Betawi dalam rangka pelantikan pengurus dan Ketua RT. Sebanyak 196 ketua RT dari 14 RW se Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara di lantik oleh Lurah Kebon Bawang Ma'mun S.Sos, di halaman kantor tersebut, Minggu 21 April 2013.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus RT periode 2012-2015 dan 2013-2016 di hadiri pejabat teras Walikota Jakarta Utara, Asisten Tata Praja Suroto. Turut hadir pula Camat Tanjung Priok Supriyono, tokoh masyarakat, tokoh agama, para Ketua RW, LMK, PKK, Katar, Babimkamtibmas, Babinsa dan lainnya.


Asisten Tata Praja Kota Jakarta Utara Suroto, pada kesempatan itu mengatakan bahwa penggunaan operasional RT dan RW kini berbeda dengan sebelumnya. "Tahun ini penggunaan operasional RT dan RW harus dapat di laporkan (LPJ/Laporan Pertanggung jawaban). Ini kebijakan baru, satu rupiah pun kita menggunakan APBD maupun APBN harus di LPJ kan. Mudah-mudahan ini perubahan yang baik sebab RT dan RW sebagai organisasi yang diakui dan dibina pemerintah agar kedepan semakin di percaya dan terus mendapatkan perhatian," terangnya. 

Lurah Kebon Bawang Mamun, mengatakan pihaknya sengaja melantik dan mengukuhkan pengurus RT bersamaan dengan pemberian operasional. "RT ada 196 namun yang dilantik bukan Ketua RT saja. Sekretaris dan bendahara RT juga kami lantik dan semuanya menggunakan pakaian adat Betawi. Alhamdulillah semua hadir dan semua kompak," ujar Lurah Kebon Bawang Mamun, usai pelantikan itu.

kekompakan seperti inilah, katanya, yang harus terus di jaga dan ditingkatkan. Bila RT dan RW kompak akan memudahkan segala program kelurahan maupun program, visi dan misi 'Jakarta Baru' yang di gagas Gubernur DKI Jokowi. "Hari ini juga kami memberikan operasional RT dan RW untuk bulan Januari, Februari dan Maret. Kami berharap pengurus dan Ketua RT dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan kepada warganya. Selain itu lebih giat dalam melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan, keamanan, ketertiban dan menjaga kerukunan," imbuhnya.

Sementara itu, Rudi Ketua RT 02 RW 15 berjanji dirinya siap melayani masyarakat dengan tulus, iklas dan jujur serta penuh pengabdian. "Kami menjalankan amanah SK Gubernur nomor 36 Tahun 2001 dan siap bekerjasama dengan pemerintah kota dan provinsi DKI Jakarta untuk mensukseskan Jakarta Baru," ucapnya seraya berikrar.


Diguyur Hujan Dan Rob, Kantor kelurahan Kapuk Muara Terendam Banjir 1,5 Meter


PENJARINGAN- Akibat hujan deras dini hari hingga pagi hari membuat sejumlah ruas jalan-jalan di Jakarta Utara terendam banjir. Bahkan kantor kelurahan di Kapuk Muara, Penjaringan terendam banjir hingga 1,5 meter. Belasan petugas berupa menyelamatkan barang-barang dan berkas yang berharga untuk dipindahkan ke lokasi yang aman. Timbo Sugiharjo Lurah Kapuk Muara, Penjaringan menjelaskan, tingginya intensitas hujan disertai pasang air laut berdampak air dari kali angke meluap hingga ke jalan-jalan umum dan kerumah warga. Bahkan kantor kelurahan juga ikut terendam. Ini disebabkan Shiet File di Kali Angke belum dilaksanakan sehingga air cepat meluber ke rumah-rumah warga.

"Tekanan air sangat deras apalagi laut juga sedang pasang, praktis air langsung mengalir ke pemukiman warga" ujar Timbo saat diminta keterangannya oleh jakartautara.co.

Sementara itu, untuk mengantisipasi pelayanan masyarakat senin nanti, pihak kelurahan memindahkan loket pelayanan ke lantai 2 kantor kelurahan.Untuk pelayanan kependudukan, pihak Sudin kependudukan akan mengerahkan KTP mobile ke lokasi banjir.

Sementara itu, H.Hamid Warga RW 5 Kapuk tokoh masyarakat setempat meminta kepada pemerintah DKI Jakarta segera memperbaiki tanggul atau Shiet File di Kali Angke yang menjadi sumber terjadinya banjir. Begitu juga kantor kelurahan untuk segera direhab total. "Saya berharap kantor kelurahan agar direhab total, supaya saat ada banjir kantor kelurahan bisa jadi tempat pengungsian" ujarnya.

Hasil pantauan di lokasi banjir ini merendam kawasan pemukiman warga di RW 1,4 dan 5. Namun secara menyeluruh ratusan rumah warga yang terendam ada di RW 1 Kapuk Muara, Penjaringan. Pihak kelurahan juga menyiapkan lokasi pengungsian dengan membangun tenda disertai kelengkapannya berlokasi di Jalan kapuk Muara pompa II RW 5 Kapuk Muara, Penjaringan. Mengingat curah hujan saat ini masih intensitas tinggi.

Banjir juga melanda kawasan pemukiman padat di Kampung Gusti di RT 1-10 RW 15 Pejagalan. Rumah-rumah warga yang berada disepanjang bantaran Kali Angke dan Tubagus Angke ikut terendam karena luapan kedua kali itu. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 50 cm-65 cm. "Tidak ada Pengungsian hingga saat ini dan sore ini air sudah mulai kembali surut" kata Joni S Mamat Lurah Pejagalan.

Serupa juga terlihat di pemukiman warga Gang Lengkong RT 4/10 Semper Timur dan Kampung Rawa Gatel RT 9/10 Sukapura. Air yang meluap dari Kali Cakung Lama langsung memasuki rumah-rumah warga yang berdekatan dengan kali tersebut. Banjir juga disebabkan karena mengecilnya kondisi kali akibat Okupulasi. Ketinggian air mencapai 60-70 cm. (Bian)

Antisipasi Banjir, Camat,Lurah Dan Warga Bersihkan Kali Cakung Lama

Cilincing- Ratusan Warga di sepanjang bantaran Kali Cakung Lama atau warga tiga kecamatan hari ini kembali menggelar aksi bersih sampah di kali. Apalagi beberapa waktu lalu salah satu pemukiman warga di bantaran kali itu sempat tergenang air.

Warga yang melakukan aksi bersih tiga kecamatan adalah warga RW 5 Semper Barat, RW 10 Sukapura,RW 4 Tugu Selatan dan RW 3 Pegangsaan Dua. Dalam kerja bakti ini sampah di kali dibersihkan warga. Bahkan warga berjibaku mengangkat pohon yang tumbang ke dalam kali. Sejak pukul 06 pagi warga sudah mulai melakukan aksinya. Dengan membawa alat kebersihan seperti cangram, pacul,tambang, perahu keret bambu dan gerobak sampah. Nampak antusias warga bergotong royong untuk membersihkannya.

"Kalinya memang sudah bersih dari sampah dan ada juga petugas PU yang menguras lumpur. Kegiatan ini juga menjadi kegiatan rutin dua mingguan untuk membersihkan sampah di kali"Kata Budi siahaan Sekretaris RW 5 Semper Barat.

Senada disampaikan Encit 49, Ketua RT 9/4 Tugu Selatan. Jika kegiatan bersih kali dari sampah ini dikerjakan dengan gotong royong serta rasa tanggung jawab juga orang yang buang sampah ke kali punya malu sudah pasti kali akan selalu bersih dan bebas penyakit. "Kalau kalinya bersih sudah pasti lingkungan bebas penyakit dan terhindar banjir"tuturnya.

Kegiatan aksi bersih ini juga di pimpin para camat dan lurah setempat diantaranya Dedi Tarmidzi Camat Koja, Heriyadi Wakil Camat Cilincing, Kelik Sutanto Lurah Semper Barat, Mujakir Lurah Sukapura dan Didit Lurah Pegangsaan Dua serta ketua RW di lingkungan Kali Cakung Lama.

"Dengan rasa kebersamaan dan semangat kegotong royongan ini maka upaya masyarakat menciptakan lingkungan kali bersih mudah tercapai. Dan ini perlu dipertahankan serta terus digencarkan" kata Dedi Tamidzi Camat Koja. Bahkan kerja bakti ini dapat mempererat hubungan tali silahtuhrami warga dan berdiskusi dalam menyelesaikan persoalan diwilayahnya masing-masing.

Sekedar diketahui, Kali Cakung lama merupakan kali yang melintasi beberapa pemukiman warga di wilayah Kelapa Gading, Koja dan Cilincing, dengan panjang hampir 10 KM hingga muaranya di Cakung Draine. Kali ini kondisinya ada yang sudah menyempit luasnya hingga 4 meter dan masih ada juga kondisi normalnya masih 15 meter. Pada tahun 2002 dan 2007 lalu saat banjir besar melanda Jakarta kawasan pemukiman di bantaran kali ini terendam hingga 1,5 meter. Tetapi setelah dilakukan kerja bakti massal dari warga dan pengurasan lumpur oleh PU Air kawasan ini hanya terlihat beberapa titik genangan saja.

Pengurasan Lumpur Dan Pembongkaran Gubuk

Selain dibantu oleh warga untuk melakukan kerja bakti massal, pihak Sudin PU Air juga melakukan pengurasan lumpur di kali itu. Beberapa ratus karung sudah terisi lumpur hasil kurasan. Saat ini pengerjaan pengurasan sedang dilaksanakan di Kali Rawa Indah Dan Kali Betik.  "Pengurasan saat ini sedang berjalan di Kali Cakung Lama ( Kali Betik dan Kali Rawa Indah) , sementara itu rencana penertiban gubuk di bantaran kali sedang tahap sosialisasi di kecamatan" kata Siska Herawati Kasudin PU Air Jakarta Utara.

Jalan Cacing Lumpuh, Warga Kampus Blokir Jalan

Ribuan warga Kampus ( Kampung Sawah) Semper Timur hari melakukan aksi blokir Jalan tepatnya di pos III Semper Timur. Ribuan warga yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak langsung menutup jalan dengan membentangkan spanduk.

Mereka blokir jalan lantaran wilayah yang mereka tempati akan dilakukan penggusuran dan eksekusi oleh pengadilan. Dan mereka juga menagih janji Jokowi untuk datang ke kampung sawah.

"Kami warga Kampung Sawah menolak jika tempat tinggal kami harus digusur, dan pak Jokowi harus datang" tutur Surana Koordinator lintas Blok Kampung Sawah.

Sementara itu Zakaria tokoh masyarakat Kampung Sawah menuturkan keinginan warga di Kampus ini hanya ingin tidak ada penggusuran serta segera dibentuk RT/RW agar mereka punya identitas resmi.

Para pengunjuk rasa juga berteriak sambil yel-yel "pak jokowi harus datang". Ada juga spanduk-spanduk bertuliskan "kami tak gentar untuk digusur dan rela mati untuk tempat tinggal kami".

Aksi blokir jalan ini juga mendapat pengawalan ketat ratusan petugas kepolisian dari Polres Jakarta Utara. Hadir juga Kapolres Jakarta Utara Kombes M.Iqbal.

"saat ini kami sedang negoisasi agar blokir jalan bisa dibuka" tuturnya.

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas