Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Belasan Mobil Parkir di Area Parkir Rusun Marunda

Belasan mobil diparkir berjejer di area parkir kluster A Blok Bawal, Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2013). | KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARI

Warga Rawabadak desak Pemkot Jakut perbaiki Jalan dan Saluran


Warga RW 03 dan RW 09 Kelurahan Rawabadak Utara mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara untuk segera memperbaiki jalan dan saluran yang berada di Jalan Pembangunan Raya dilingkungan RW terebut. Pasalnya, sejak jalan dan saluran itu dibangun sekitar tahun 1998 hingga kini belum pernah lagi diperbaiki. Kini Jalan tersebut kondisinya rusak parah dan saluran yang ada dibawah jalan tersebut juga mengalami hambatan. 

"Kami sangat berharap jalan lintas RW 03 dan 09 ini segera mendapatkan perbaikan dari pemkot Jakarta Utara sebab rusaknya sudah cukup parah," ujar Arifin, Ketua RT 01/3 Rawabadak Utara, Minggu (30/12/2012).

Harapan pembangunan jalan dan jembatan itu juga diamini anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 03 Rawa Badak Utara, Sulaiman. Ia mengaku sejak tahun 1998 pertamakali jalan itu dibangun hingga kini belum ada pembangunan lagi. "Dulu jalan pernah ambrol karena kemakan usia namun dapat diperbaiki oleh warga kini kerusakan jalan semakin parah. Selain itu, saluran yang ada dibawahnya juga tersumbat kami sangat berharap pemkot segera tinjau kelapangan dan melakukan perbaikan," imbuhnya. 

Jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 2 meter, kata dia, merupakan akses masyarakat menuju kantor kelurahan. "Kami sering kali mengusulkan baik dalam musrenbang maupun pada program perbaikan kampun terpadu namun belum ada realisasinya. Mudah-mudahan tahun 2013 jalan kami dapat diperbaiki karena masyarakat setempat sangat mengharapkannya," kata dia.

Tokoh masyarakat RW 09, M.Yani, juga mengharapkan apa yang mengjadi aspirasi masyarakat RW 03 dan 09 menjadi program prioritas pemkot Jakarta Utara baik melalui Sudin Perumahan dan Gedung atau Sudin PU Tata Air. "Kami sudah menunggu pembangunan jalan cukup lama Pak, tolong segera dibangun agar masyarakat kami tidak terganggu aktivitasnya," harap Yani.

PERUMAHAN JAKARTA UTARA

Tingkat kesejahteraan dan kesehatan suatu wilayah dapat diukur dengan beberapa faktor, salah satunya adalah fasilitas perumahan dan lingkungan di wilayah tersebut. Semakin baik fasilitas perumahan dan lingkungan pada umumnya semakin baik pula tingkat kesehatan dan kesejahteraannya.
Pada tahun 2010, sekitar 94,02 persen rumahtangga di Jakarta Utara bertempat tinggal di bangunan rumah yang berlantai bukan tanah. Sementara itu jumlah rumahtangga yang mempunyai luas lantai per kapita kurang dari 20 m2 mengalami peningkatan dari 37,81 persen pada tahun 2009 menjadi 43,05 persen pada tahun 2010. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah namun tidak diikuti dengan penambahan luas lahan sehingga menyulitkan bagi masyarakat di Jakarta Utara untuk memiliki rumah yang luas, disamping harga tanah yang tinggi.
Jaringan listrik sebagai fasilitas penerangan sudah merata di wilayah Jakarta Utara. Hampir seluruh rumahtangga (99,83 persen) menggunakan listrik sebagai fasilitas penerangannya baik listrik PLN maupun Non PLN.
Sebagian besar penduduk Jakarta Utara memanfaatkan air kemasan dan air leding sebagai sumber utama air minum.  Fasilitas air minum baik leding maupun air kemasan tersebut telah dinikmati oleh 99,07 persen rumah tangga pada tahun 2010.

Walikota Datangi Pemukiman Padat, Warga Harapkan Pembangunan

Ratusan warga khususnya kaum ibu dilingkungan RW 08 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara antusias dan merasa gembira lingkungannya dapat dikunjungi Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. Pasalnya, selama ini warga baru pertama kali dapat bertemu dan berjabat tangan langsung oleh orang nomor satu di Jakarta Utara, bahkan tidak sedikit warga minta foto bersama untuk diabadikan.

"Mimpi apa saya semalam dapat berjabat tangan dengan Bapak Walikota Jakarta Utara. Orangnya baik, murah senyum dan mau menyapa warga, kami senang dan merasa tersanjung," ujar Ny. Roha, 45, salah seorang warga RT 13 RW 08 Papanggo, kemarin. Ungkapan yang sama juga dikatakan Ny.Jumilah pengurus RT 13/08 Papanggo dan sejumlah warga lainnya.

Mereka mengaku selama beberapa priode dan berganti-ganti pimpinan baru sekali itu dapat bertemu dan bercakap langsung dengan Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. "Mudah-mudahan Pak Walikota tidak bosan berkunjung kelingkungan kami yang padat dan terpojok ini. Mana tahu kedatangan Walikota membawa berkah dan perubahan terhadap lingkungan kami agar tidak kumuh lagi," imbuh Jumilah.

Minta pembangunan jalan lingkungan
Pada kesempatan itu warga juga menyampaikan agar jalan lingkungan yang berada di RT 13, RT 08 dan RT 11 /RW 08 mendapatkan perhatia dari pemkot Jakarta Utara. "Kami bersyukur walikota dapat berkunjung kesini dan kami berharap kedatangan bapak walikota dapat merubah lingkungan ini lebih baik. Kami punya akses terbuka seperti kolong tol namun warga tidak dapat memanfaatkannya baik untuk bermain maupun olahraga karena banyaknya sampah," kata Bambang, Karang Taruna setempat.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono yang datang di lingkungan RW 08 didampingi Lurah Papanggo Sutarjo mengatakan pembangunan infrastruktur di Jakarta Utara akan terus berjalan. Adapun banyaknya keluhan masyarakat terkait jalan lingkungan yang rusak akan di tindaklanjuti melalui Sudin Perumahan.
"Kami akan perintahkan Sudin Perumahan segera mengecek jalan yang diminta perbaikannya oleh warga. Kalau belum ada dalam program pembangunan tahun ini segera dimasukan dan kalau sudah ada rencananya segera direalisasikan agar aktivitas warga semakin membaik," imbuh Bambang.

Lebih jauh Walikota mengimbau agar warga Papanggo dapat mensukseskan pemilukada pada putaran kedua dengan meningkatkan keamanan. "Bila Jakarta aman pembangunan pun akan terus berjalan setahap demi setahap lebih baik," tambahnya seraya mengatakan agar warga tidak golput.

Foto: Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono (tengah) bersama Lurah Papanggo (pakai topi kanan) serta kaum ibu di lingkungan RW 08 Papanggo.

Jalan Setapak di 42 RW Kumuh Akan Dibetonisasi


TANJUNG PRIOK- Sebanyak 167 ruas jalan MHT atau jalan setapak di Jakarta Utara yang tersebar di 42 RW kumuh tahun 2012 ini akan dibetonisasi oleh Sudin PU Perumahan dan Gedung Jakarta Utara. Jalan-jalan yang berada digang maupun jalan setapak itu akan mulai dikerjakan pada awal Juni 2012 nanti.

Joko Dawud Kasudin Perumahan dan Gedung Jakarta Utara menjelaskan, perbaikan jalan setingkat MHT ini merupakan hasil musrembang dari 31 kelurahan yang tersebar di 6 kecamatan Jakarta Utara."Saat ini proses pelaksanaan mulai perencanaan lelang, dan akhir April 2012 nanti insya allah akan selesai" kata Joko Dawud saat dihubungi melalui telepon selular oleh wartawan.

Ditambahkan, sebanyak 98 RW kumuh di Jakarta Utara sejak tahun 2007 sampai 2011 tinggal 52 RW kumuh yang jalan harus ditata dan diperbaiki. Ditahun 2012 ini hasil musrembang hanya 42 RW kumuh yang mendapatkan prioritas perbaikan jalan betonisasi. Sementara 10 RW lainnya mengajukan perbaikan berada di akses jalan bantaran kali , sutet dan areal Pelindo belum bisa diperbaiki. Rencana perbaikan jalan MHT ini menelan biaya anggaran sebesar Rp 67 Milliar. Perbaikan jalan bervariasi dari mulai ukuran lebar 3 meter panjang 100 meter sampai 400 meter.


"Ada 10 RW Kumuh yang memang belum bisa disetujui lantaran usulan di dekat bantaran kali maupun sutet" ujarnya. Sementara itu, Karya 45 Ketua RW 10 Semper Barat berharap usulan yang diajukan olehnya yakni jalan MHT dan jalan setapak bisa direalisasikan tahun ini . Karena jalan tersebut sudah lama rusak dan belum diperbaiki.

"Yaa mudah-mudahan tahun ini wilayahnya bisa mendapatkan perbaikan supaya warga kami tak lagi cemas saat menggunakan fasilitas jalannya" tuturnya.

Jalan Baru Gang 1 Tergenang, PU Perumahan Jangan 'Tutup Mata'


CILINCING- Warga Gang I Jalan Baru RT 1/1 Kelurahan Cilincing mengeluhkan kondisi jalan setapak yang rusak dan rendah bahkan sering tergenang air saat hujan agar diperhatikan oleh pihak Sudin PU Perumahan Jakarta Utara. Pasalnya hujan sebentar saja air dari saluran air langsung menggenangi jalan dan masuk ke pekarangan rumah. "kita sudah sering melaporkan supaya cepat diberesi, katanya menunggu hasil musrembang. Tapi sudah 5 tahun engga dibetul-betuli" ujar Neneng Warga Gang I RW 1 Cilincing. Pasalnya jalan ditempatnya tinggal rendah dan rusak.

Senada diungkapkan Feri 34, warga RW 1 Cilincing lainnya. Bahkan hujan baru setengah jam saja langsung menggenang setinggi 20 cm bagimana kalau hujan seharian. "Kalau bisa jangan lama-lama dong! pihak terkait jangan tutup mata " ujarnya.

Sementara itu, Kasudin PU Perumahan saat dikonfirmasi tidak bisa dihubungi, namun pihak kelurahan Cilincing sudah mengajukan usulan warga menyangkut masalah perbaikan jalan maupun saluran melalui rembug RW ditingkat kotamadya. "Semua usulan warga baik soal perbaikan jalan setapak maupun saluran air sudah diusulkan melalui rembug RW kotamadya. Mudah-mudahaan usulan tersebut segera direalisasikan" ujar Purnomo Lurah Cilincing (Erri)

Warga Papanggo Minta Pelebaran Jalan Lingkungan

Warga Kampung Lanji berharap kepada walikota Jakarta Utara melakukan pelebaran jalan lingkungan yang berada di Jalan Papanggo II Gang Melati RT 11 RW 03 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok. Pasalnya, jalan tersebut sangat sempit dan sudah banyak yang rusak.


"Jalan ini (Gang Melati) merupakan jalan utama warga kami. Kondisinya rendah dan sudah banyak yang rusak berlubang. Kami ingin jalan lebih baik seperti di Gang Mawar," ujar Ny. Siti Fadillah, Ketua RT 011/03 Papanggo kepada jakartautara.com, Selasa (13/03/2012).

Ia mengaku Jalan yang berada di Gang Melati panjangnya sekitar 300 meter dengan lebar 1,5. "Kami minta kepada Walikota melalui Sudin Perumahan untuk melebarkan jalan. Solusi kami sisi kanan dan kiri bila ditutup deker akan menambah lebar jalan," jelas Ibu RT yang aktif melakukan kerja bakti bersama warga.

Sementara itu, Ketua LMK Papanggo, Iwan Darmawan, mengatakan perbaikan atau pembangunan infrastruktur di lingkungan Papanggo menjadi dominan. "Umumnya aspirasi masyarakat adalah perbaikan jalan dan saluran. Dalam skala mikro seperti pembangunan jalan setapak atau lingkungan dapat dilakukan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK)," kata Iwan.

Namun, ia menjelaskan untuk pembangunan jalan lingkungan bila volumenya masih puluhan meter bisa saja melalui PPMK. "Karena keterbatasan biaya pembangunan PPMK tidak dapat mengakomodir hal itu apalagi melakukan pelebaran. Namun, usulan warga dengan volume pembangunan ratusan meter kami telah tindak lanjuti pada musrenbang tingkat Kecamatan dan Kota Jakarta Utara," jelasnya.

Warga Minta Jalan Rusak Pemukiman Segera Diperbaiki


Semper Barat- Warga Jalan Betet dan Belibis RW 10 Kel Semper Barat, Cilincing meminta kepada pihak Sudin Perumahan Jakarta Utara untuk memperbaiki jalan tersebut. Pasalnya kondisi jalan rendah dan banyak penambalan yang dilakukan warga. Warga kuatir dengan kondisi jalan seperti sekarang ini bisa mengakibatkan banjir saat hujan turun. Begitu juga kelupasan aspal maupun kerikil batu aspal membuat pengguna jalan ekstra hati-hati karena bisa mengakibatkan celaka.

"Jalannya banyak tambalan, ketinggian jalan sudah sama dengan saluran air. Kalau hujan turun jalan disini mudah tergenang" kata Erfan 38 warga Jalan Belibis RT 11/ 10 semper barat.

Karya Ketua 10 Semper Barat, menjelaskan pihak sudah sering mengajukan permohonan perbaikan ke instansi terkait maupun melalui musrembang. Namun belum ada realisasinya. Dirinya berharap agar tahun depan bisa lekas diperbaiki. Kedua jalan tersebut merupakan akses jalan alternatif dan penghubung ke jalan Kebon Baru Semper Barat bagi kendaraan roda dua saat terjebak kemacetan di Jalan Raya Cakung-Cilincing.

"Mudah-mudahan usulan yang sekarang bisa cepat ditanggapi" tuturnya.

Joko S Dawud Kasudin Perumahan Jakarta Utara berjanji dalam waktu dekat ia akan mengirimkan petugasnya untuk mengecek kondisi jalan tersebut. Dan akan memperbaiki pada tahun 2012 nanti."Kita akan kirim petugas ke lokasi, apalagi ini permintaan masyarakat, dan tahun depan kita perbaiki" ujarnya. (bian)

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas