Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono di Jakarta, Rabu (23/11/2011) mengatakan, taman yang tidak terawat sudah diperintahkan agar segera diperbaiki.
Bahkan bunga yang berada dalam pot di jalur hijau pun, dikatakan Bambang Sugiyono agar ditata dan dilakukan perawatan. "Jangan nanti pas datang tim penilaian, ada taman yang tidak terawat serta pot ditaruh sembarangan dan tidak ada tanamannya," tegas Walikota Jakarta Utara.
Sebab, dikatakan Bambang Sugiyono, keberadaan taman adalah untuk penghijauan dan keindahan juga dalam rangka penilaian Adipura. Namun kenyataannya, taman di wilayah Jakarta Utara sekitar 50 persen dan kondisinya memperihatinkan.
Taman yang merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan paru-paru Ibukota Jakarta tersebut, dalam kondisi tidak terawat dan rusak karena vandalisme.
Ironisnya, hal itu terjadi disaat penilaian adipura dan pemerintah kota administrasi Jakarta Utara menggalakan penghijauan sesuai dengan intruksi Presiden untuk menanam satu miliar pohon.
Saat ini taman yang kondisinya sangat memperihatinkan adalah taman Sungai Berantas, Darma Raya, Taman Kolong Sungai Bambu, Taman Karapan Sapi, Taman Kolong tol Papanggo, dan Taman Stasiun Tanjungpriok.
Taman Volker Karapan Sapi dan Taman depan BNI 46, pantauan dilapangan banyak pohon maupun tanaman kembang yang mati. Kerusakan taman akibat, adanya tangan jahil.
Padahal anggaran perawatan taman Volker Karapan Sapi sebesar Rp 46,2 juta. "Taman disini, tidak pernah diurus, jadi kelihatan jelek dan gersang. Bahkan beberapa bagian pagar taman rusak. Taman Karapan Sapi sekarang dijadikan tempat besi-besi tua dan kandang bebek," ujar Eko (47) warga Kampung Bahari, Tanjungpriok, Jakarta Utara.
Menurut Eko ayah tiga anak tersebut, kondisi pagar taman sudah sejak empat tahun lalu terbengkalai tidak pernah dibenahi. Padahal, setiap harinya, taman tersebut digunakan untuk arena bermain anak-anak, namun sangat membahayakan.
Kondisi serupa juga terlihat di taman Rawa Badak Jakarta Utara, dan kolong tol Taman Papanggo. Beberapa potong pagar besi pagar hilang. Tidak hanya itu saja, tumpukan sampah pun terlihat di dalam taman.
"Dulu taman ini bersih dan rapi. Sekarang kurang terawat dan jorok," ujar Suwandi (39) warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.
Sementara taman stasiun Tanjungpriok, berubah fungsi dijadikan tempat menjemur pakaian dan hunian gelandangan. Pemerintah DKI Jakarta tengah gencar melaksanakan RTH.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2007, tentang penataan Ruang Kota, luas ruang terbuka hijau harus mencapai 30 persen dari luas wilayah seluruhnya hingga tahun 2030. Namun saat ini DKI Jakarta baru memiliki 13 RTH.
Kasudin Pertamanan Jakarta Utara Ratna Diah Kurniati saat dikonfirmasi mengenai banyaknya taman bermasalah melalui stafnya Isdiantoro mengatakan, belum tahu kalau ada taman yang tidak terawat. "Nanti saja kalau ibu kasudin, lagi ada urusan," kilahnya. (***)
Sumber / Link : berita8com

