Pemerintahan    Pendidikan    Kesehatan    Pariwisata    Perhubungan    Pelabuhan    Dukcapil    Damkar    PU Jalan    PU Air    LMK    KBN    PKK    BPN    PMS    P2B    Tokoh   

Taman di Jakarta Utara Gelap Gulita

Warga Kelurahan Sempet Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan sejumlah taman tidak ada lampu penerangan. Pasalnya, selain jadi gelap gulita, warga juga khawatir jika hal ini tidak segera di pasang lampu digunakan hal-hal negatif oleh oknum tak bertanggungjawab.

Keluhkan itu disampaikan oleh Nawawi, warga RT 14/5, Kelurahan Semper Barat. Menurutnya, kondisi taman yang setiap malam gelap gulita sudah terjadi cukup lama. Meskipun beberapa kali warga meminta kepada PJU Kecamatan Cilincing, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Taman di sini memang sudah ditata dengan bagus oleh Sudin Pertamanan, tapi sayang kalau malam hari kondisinya gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan, ” terangnya.

Hotman Siregar Ketua RT 14/5 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, mengakui adanya keluhan warga tersebut. Menurutnya, dirinya sudah berapa kali mengirim surat dan menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait namun hingga saat ini belum ada kejelasan atau realisasinya.

Menanggapi hal itu Wakil Walikota Jakarta Utara Natsir Sabara saat inventarisasi dan pengecekan taman-taman yang ada di Jakarta Utara berjanji akan segera meminta kepada Sudin PJU Jakarta Utara untuk segera memasang lampu penerangan tersebut. “Saya minta kepada Sudin Perindustrian dan Energi, Jakarta Utara untuk segera memasang lampu-lampu tersebut,”jelas Natsir Sabara didampingi oleh Wakil Camat Cilincing Haryadi.

Wakil Walikota juga menambahkan, pihaknya akan segera memperbaiki sejumlah taman yang ada di Jakarta Utara. Diharapkan dengan adanya perbaikan taman ini akan menambah keindahan wilayah Jakarta Utara. Kasudin Pertamanan, Pemkot Jakarta Utara, Heru Bambang pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan PJU agar supaya memasang lampu-lampu di sejumlah taman yang belum ada penerangannya. Warga Kelurahan Sempet Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mengeluhkan sejumlah taman tidak ada lampu penerangan. Pasalnya, selain jadi gelap gulita, warga juga khawatir jika hal ini tidak segera di pasang lampu digunakan hal-hal negatif oleh oknum tak bertanggungjawab.


Keluhkan itu disampaikan oleh Nawawi, warga RT 14/5, Kelurahan Semper Barat. Menurutnya, kondisi taman yang setiap malam gelap gulita sudah terjadi cukup lama. Meskipun beberapa kali warga meminta kepada PJU Kecamatan Cilincing, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Taman di sini memang sudah ditata dengan bagus oleh Sudin Pertamanan, tapi sayang kalau malam hari kondisinya gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan, ” terangnya.

Hotman Siregar Ketua RT 14/5 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, mengakui adanya keluhan warga tersebut. Menurutnya, dirinya sudah berapa kali mengirim surat dan menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait namun hingga saat ini belum ada kejelasan atau realisasinya.

Menanggapi hal itu Wakil Walikota Jakarta Utara Natsir Sabara saat inventarisasi dan pengecekan taman-taman yang ada di Jakarta Utara berjanji akan segera meminta kepada Sudin PJU Jakarta Utara untuk segera memasang lampu penerangan tersebut. “Saya minta kepada Sudin Perindustrian dan Energi, Jakarta Utara untuk segera memasang lampu-lampu tersebut,”jelas Natsir Sabara didampingi oleh Wakil Camat Cilincing Haryadi.

Wakil Walikota juga menambahkan, pihaknya akan segera memperbaiki sejumlah taman yang ada di Jakarta Utara. Diharapkan dengan adanya perbaikan taman ini akan menambah keindahan wilayah Jakarta Utara. Kasudin Pertamanan, Pemkot Jakarta Utara, Heru Bambang pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan PJU agar supaya memasang lampu-lampu di sejumlah taman yang belum ada penerangannya.
 
Sumber : poskotanews.com

1500 Lebih PJU di Jakut Masih Padam

Tanjung Priok - Dari 4.170 lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Jakarta Utara yang rusak dan padam, sebanyak 2.607 sudah diperbaiki Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Utara. Sedangkan sisanya 1.563 lainnya, yang padam tersebut akan diperbaiki secara bertahap.


Hal itu diakui oleh Kasudin Perindustrian dan Energi Jakarta Utara, Remulsi Napitupulu. Menurutnya, ribuan lampu yang telah diperbaiki tersebar di enam kecamatan di wilayah Jakarta Utara. “Setiap bulannya sebanyak 300 hingga 400 lampu penerangan di Jakarta Utara kami perbaiki. ini dilakukan baik Sudin maupun Kasie di kecamatan,” kata Remulsi.


Diakui oleh Remulsi Januari hingga Februari 2012 di wilayah Jakarta Utara tercatat ada sebanyak 4.170 lampu PJU yang padam. Dari jumlah itu 2.607 lampu sudah di perbaiki, sedangkan, sisanya 1.563 lampu akan secepatnya diperbaiki secara bertahap.


Kasudin juga mengakui, tingkat penerangan di Jakarta Utara masih minim. Meski begitu pihaknya akan terus berupaya membuat Jakarta Utara menjadi terang dengan memperbaiki lampu secara bertahap, agar warga merasa nyaman saat melintas terutama di waktu malam hari.


Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Utara, mencatat di wilayah Jakarta Utara itu terdapat 40.745 titik lampu penerangan jalan yang tersebar di enam kecamatan. Dari jumlah itu untuk kecamatan Penjaringan ada 9.572 titik lampu, Pademangan 4.292 titik, Tanjung Priok 9.421 titik, Koja 4.110 titik, Kelapa Gading 6.811 titik, dan Cilincing 6.539 titik.


“Memang wilayah Penjaringan dan Tanjung Priok jumlah lampu paling banyak. Ini dikarenakan lokasi padat dan selalu ramai dilalui pengendara baik sepeda motor maupun mobil,” tandas Ramulsi Napitupulu didampingi Kasie Perindustrian dan Energi, Kecamatan Tanjung Priok Hendra.


Kasudin menghimbau kepada warga masyarakat di Jakarta Utara yang melihat adanya lampu penerangan jalan yang padam agar supaya secepatnya melaporkan ke Kasie Perindustrian dan Energi, kecamatan atau langsung ke Sudin Perindustrian dan Energi, Pemkot Jakarta Utara. (min/pk)

Lampu PJU di Jalan Logistik Mati, Rawan Kecelakaan Dan Kejahatan

Warga Jalan Logistik, Tugu Selatan, Koja Jakarta Utara meminta kepada Pemko Jakarta Utara melalui PJU (Penerangan Jalan Umum) agar sarana penerangan lampu di jalan tersebut sudah lama tidak menyala. Akibat pemadaman lampu tersebut akses jalan rawan kecelakaan dan kejahatan. hasil pantauan sedikitnya ada 20 tiang lampu yang tidak menyala.

"Sekarang ini sering turun hujan, jalan gelap banyak genangan akibatnya banyak pengguna jalan yang masuk ke genangan air, terutama pada malam hari" kata Edi Warga RW 4 Tugu Selatan, Koja.Kondisi ini juga dikeluhkan Firman 45, warga Sukapura, Cilincing. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif bagi kendaraan umum. Namun jika lampu jalannya padam, rawan kecelakaan. Beberapa kali banyak korban penjambretan di kawasan itu.


Menanggapi hal ini Dedi Tarmidzi Camat Koja akan segera memberitahukan kondisi ke pihak PJU agar segera dilakukan perbaikan pada tiang-tiang lampu yang masih padam. "Kami akan segera melayangkan surat pemberitahuan ke instansi terkait agar cepat direalisasikan" tandasnya. (bian)

Pemkot Jakarta Utara Diminta Tambah Lampu Penerangan Jalan

Pemkot Jakarta Utara Diminta Tambah Lampu Penerangan Jalan

JAKARTA--MICOM: Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara akan meminta Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk menambah penerangan jalan.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya komisaris Besar Baharudin Djafar, Jumat (9/12) di Polres Jakarta Utara, terkait pembunuhan terhadap Christoper Melky Tanujaya oleh Abdul Jalil alias Adul alias Ayub.

Ia mengatakan lokasi penusukan di Pluit Selatan I, depan SDN 01, Pluit, RW 06, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, gelap gulita.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Utara untuk membuat lampu penerangan (di lokasi) yang dianggap rawan aksi kejahatan," katanya.

Selain itu juga Pemkot Jakarta Utara diminta bersama dengan kepolisian untuk melakukan razia anak jalanan di lokasi yang kemungkinan rawan aksi kejahatan.

"Kami akan minta peran serta Pemkot Jakarta Utara untuk melakukan razia di lokasi rawan penodongan," tegas Baharudin.     Adul ditangkap di rumahnya, di Jalan Bakti, Gang Wirabuana RT 7/7 Nomor 23 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/12) sore. Adul ditangkap, setelah diburu selama empat hari.

Christopher Melky Tanujaya, pelajar St. Joseph Singapura asal Indonesia tersebut, tewas setelah ditusuk dengan pisau oleh pelaku yang diketahui sebagai pedagang kaos bola. Korban telah dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. (Ant/OL-04) 

Link : MiCOM

Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Tiang Listrik

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Jakarta Utara, Jumat (25/11) mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Cakung Cilincing (Cacing) Raya sekitar pukul 10.30. Parahnya lagi, pohon tumbang menimpa satu unit Toyota Avanza bernopol 1933 PFZ dan tiang penerangan jalan umum (PJU). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, pemilik mobil diperkirakan mengalami kerugian sebesar belasan juta rupiah.

Imam Asnawi (34), pemilik mobil Avanza yang tertimpa pohon menuturkan, sebelum kejadian, ia tengah melintas dari arah Tanjungpriok menuju Bekasi. Namun, saat melintas di Jalan Cacing Raya tiba-tiba saja sebuah tiang PJU berikut pohon tumbang menimpa mobil yang dikendarainya.

"Saat melintas memang tengah hujan deras dengan angin yang bertiup kencang. Tiba-tiba saja, bagian depan mobil saya tertimpa tiang PJU dan pohon yang tumbang," ujar Imam, Jumat (25/11/2011).

Akibat peristiwa itu, bagian depan mobil milk Imam mengalami penyok serta kaca depannya yang pecah. "Beruntung, sayanya masih selamat. Tapi, mobil saya jadi rusak," katanya.

Staff Seksi Jalur Hijau Sudin Pertamanan Jakarta Utara, Muhammad Kasudi di lokasi kejadian menuturkan, pohon yang tumbang merupakan jenis flamboyan dengan tinggi sekitar 10 meter dan berdiameter 40 sentimeter.

"Tidak hanya itu, akar pohon itu juga terangkat karena hembusan angin yang kencang serta hujan deras. Kami langsung mengevakuasi pohon tumbang tesebut," kata Kasudi.

Untuk mengevakuasi bangkai pohon dan tiang PJU, dikatakan Kasudi, pihaknya mengerahkan tujuh personil yang dibantu lima petugas Sudin Perhubungan Jakarta Utara.

Kasudi mengatakan, korban pohon tumbang akan mendapat biaya penggantian dari Dinas Pertamanan DKI dengan menyertakan surat laporan kejadian dari polisi setempat.

"Korban pohon tumbang mendapatkan asuransi dari Dinas Pertamanan DKI," kata Kasudi.


Sumber : kompas

 
 
Copyright © 2014 JAKARTA UTARA. All Rights Reserved. Powered by Lintas Daerah
Template by Creating Website and Kang Lintas