Untuk mempercepat proses surutnya banjir di Pluit, Penjaringan, Jakarta
Utara, sejumlah pompa penyedot air dikerahkan Pemprov DKI. Namun
sayangnya, empat dari tujuh pompa yang ada tidak bisa digunakan karena
terendam air.Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang meninjau
lokasi langsung, tampak pasrah dengan matinya pompa-pompa air tersebut.
Diakuinya dengan matinya keempat pompa tersebut pihaknya menjadi
kesulitan untuk mengurangi air di pemukiman warga. Sebab pompa-pompa
tersebut adalah satu-satunya cara agar air cepat surut. "Yang tidak
jalan 4 pompa, kerendem. Ini kesulitan kita, kita sedot dari luar sulit," kata Jokowi di Stasiun Waduk Pluit, Jakarta Utara, Senin (21/1).
Ia pun belum mengetahui solusi selanjutnya yang akan diambil, terkait
dengan matinya keempat pompa tersebut. Untuk mencari solusinya, ia akan
melakukan rapat dengan jajarannya malam ini. "Belum ngerti saya, saya bayangkan pompanya kecil. Di sini butuh pompa yang gede sekali. Semua dinamo, mesin, terendem," kata Jokowi.
Stasiun Waduk Pluit merupakan infrastruktur di bawah Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dan memiliki total 7 unit pompa air. Jika pompa ini berfungsi, penyedotan air dari daratan untuk diteruskan dan dibuang ke laut bisa lebih cepat dari kondisi sekarang.
Penjaga Stasiun Waduk Pluit, Joko mengatakan, ketinggian air di kawasan Pluit saat ini masih sekitar 1,5 meter. Jika kondisi tidak hujan maka untuk penyedotan membutuhkan waktu selama enam hari. "Ini tergantung hujan atau tidak. Kalau terang benderang, air tidak naik dan tidak pasang. Butuh 6 hari dengan ketinggian air 1,5 meter," ujar Joko.
Menurutnya dalam kondisi cuaca cerah, air akan berkurang 15 hingga 20 sentimeter per hari dengan sisa pompa yang masih menyala. "Sehari 15-20 cm per hari air bisa kita buang ke laut, kalau tidak hujan," tambahnya.Untuk mengecek kondisi pemukiman warga yang terendam banjir, Jokowi menyisir dengan perahu karet. Selain itu, Jokowi juga memberikan bantuan berupa sembako, alat-alat sekolah seperti buku dan lain sebagainya kepada anak para pengungsi. (bjc)
Stasiun Waduk Pluit merupakan infrastruktur di bawah Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dan memiliki total 7 unit pompa air. Jika pompa ini berfungsi, penyedotan air dari daratan untuk diteruskan dan dibuang ke laut bisa lebih cepat dari kondisi sekarang.
Penjaga Stasiun Waduk Pluit, Joko mengatakan, ketinggian air di kawasan Pluit saat ini masih sekitar 1,5 meter. Jika kondisi tidak hujan maka untuk penyedotan membutuhkan waktu selama enam hari. "Ini tergantung hujan atau tidak. Kalau terang benderang, air tidak naik dan tidak pasang. Butuh 6 hari dengan ketinggian air 1,5 meter," ujar Joko.
Menurutnya dalam kondisi cuaca cerah, air akan berkurang 15 hingga 20 sentimeter per hari dengan sisa pompa yang masih menyala. "Sehari 15-20 cm per hari air bisa kita buang ke laut, kalau tidak hujan," tambahnya.Untuk mengecek kondisi pemukiman warga yang terendam banjir, Jokowi menyisir dengan perahu karet. Selain itu, Jokowi juga memberikan bantuan berupa sembako, alat-alat sekolah seperti buku dan lain sebagainya kepada anak para pengungsi. (bjc)
