CILINCING- Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak para korban banjir di Bantaran Waduk Pluit, Penjaringan Jakarta Utara untuk tinggal di Rusun Marunda, CIlincing Jakarta Utara."Kami sudah siapkan seribu unit rusun untuk anda, kami tidak ingin kalian jadi korban terus-menerus" ujarnya saat memberikan penjelasan kepada warga Waduk Pluit.
dijelaskan, Ahok ini merupakan kesempatan para korban banjir di waduk pluit dapat tempat tinggal rumah murah yang dapat memberikan tempat yang layak. Bahkan mereka yang tinggal di Rusun itu hanya membayar uang sewa Rp 150 ribu/bulan. Mereka yang tinggal juga akan diberikan TV LCD, Kasur, Kompor dan Kulkas.Rumah-rumah yang mereka tempati di bantaran waduk Pluit ini rencananya akan dibongkar. Pasalnya rumah-rumah mereka mengganggu waduk pluit."Lapak-lapak yang berdiri ditanah ilegal ini akan dibongkar" ujarnya.juga meminta kepada penghuni Rusun agar melaporkan jika adanya praktek jual beli rusun oleh pengelolah atau pungli maka pihaknya tidak segan-segan untuk memecatnya.
Ahok juga akan memikirkan jika nanti para penghuni Waduk Pluit direlokasi ke Rusun, pihaknya juga akan memikirkan untuk menyiapkan lapangan usahanya. "Nanti ada yang bisa menjual bakso, makanan,pulsa dan lainnya, kami modali tapi terbatas.nanti diundi siapa yang dapat,kalau tidak dapat akan diberikan pelatihan kerja" ujar Wagub. Termasuk penyediaan fasilitas kesehatan, sekolah dan transportasi juga akan disiapkan.
Sementara itu, Dedi 45, warga Muara Baru, Penjaringan masih memikirkan niatnya untuk pindah ke Rusun Marunda.Ia akan membicarakan dengan istri maupun anaknya. Sebab dirinya bekerja di pelelangan ikan sementara anaknya sudah sekolah di kawasan Penjaringan."Nantilah saya pikir-pikir dulu, karena untuk pindah kami akan bicarakan dengan keluarga" ujarnya.
Sementara itu,Yati 34, warga Rusun Blok Bandeng, Rusun Marunda yang juga eks relokasi taman BMW mengaku iri adanya perbedaan fasilitas.Pasalnya ia tidak pernah dapat fasilitas sedemikian rupa. Tetapi ia berharap agar janji fasilitas umum yang meski disiapkan seperti sekolah,pasar, angkutan umum maupun kesehatan harus disiapkan supaya penghuni betah. "kalau seperti sekarang ini kurang nyaman, mau kepuskesmas aja harus tunggu pusling, ke pasar harus ke Cilincing jadi semua serba sulit disini" tungkasnya.
dijelaskan, Ahok ini merupakan kesempatan para korban banjir di waduk pluit dapat tempat tinggal rumah murah yang dapat memberikan tempat yang layak. Bahkan mereka yang tinggal di Rusun itu hanya membayar uang sewa Rp 150 ribu/bulan. Mereka yang tinggal juga akan diberikan TV LCD, Kasur, Kompor dan Kulkas.Rumah-rumah yang mereka tempati di bantaran waduk Pluit ini rencananya akan dibongkar. Pasalnya rumah-rumah mereka mengganggu waduk pluit."Lapak-lapak yang berdiri ditanah ilegal ini akan dibongkar" ujarnya.juga meminta kepada penghuni Rusun agar melaporkan jika adanya praktek jual beli rusun oleh pengelolah atau pungli maka pihaknya tidak segan-segan untuk memecatnya.
Ahok juga akan memikirkan jika nanti para penghuni Waduk Pluit direlokasi ke Rusun, pihaknya juga akan memikirkan untuk menyiapkan lapangan usahanya. "Nanti ada yang bisa menjual bakso, makanan,pulsa dan lainnya, kami modali tapi terbatas.nanti diundi siapa yang dapat,kalau tidak dapat akan diberikan pelatihan kerja" ujar Wagub. Termasuk penyediaan fasilitas kesehatan, sekolah dan transportasi juga akan disiapkan.
Sementara itu, Dedi 45, warga Muara Baru, Penjaringan masih memikirkan niatnya untuk pindah ke Rusun Marunda.Ia akan membicarakan dengan istri maupun anaknya. Sebab dirinya bekerja di pelelangan ikan sementara anaknya sudah sekolah di kawasan Penjaringan."Nantilah saya pikir-pikir dulu, karena untuk pindah kami akan bicarakan dengan keluarga" ujarnya.
Sementara itu,Yati 34, warga Rusun Blok Bandeng, Rusun Marunda yang juga eks relokasi taman BMW mengaku iri adanya perbedaan fasilitas.Pasalnya ia tidak pernah dapat fasilitas sedemikian rupa. Tetapi ia berharap agar janji fasilitas umum yang meski disiapkan seperti sekolah,pasar, angkutan umum maupun kesehatan harus disiapkan supaya penghuni betah. "kalau seperti sekarang ini kurang nyaman, mau kepuskesmas aja harus tunggu pusling, ke pasar harus ke Cilincing jadi semua serba sulit disini" tungkasnya.

