MARUNDA- Untuk memberikan dan memudahkan penghuni rusun Marunda mendapatkan fasilitas pihaknya langsung membuka sekolah non formal untuk pengungsi banjir yang ingin tinggal dirusun Marunda. Sekolah non formal meliputi kursus potong rambut, membuat kerajinan maupun menjahit. Begitu juga bagi anak-anak langsung bisa menempati sekolah baru yang berdekatan dengan wilayah ini.
Taupik Yudi Kadis Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan, fasilitas yang disiapkan olehnya agar warga yang direlokasi dari korban banjir di Muara Baru maupun Waduk Pluit bisa langsung mendapatkan pendidikan non formal. Termasuk anak-anak mereka bisa sekolah yang sudah disiapkan oleh pihak Dinas.
"Saat ini kita siapkan selain 50 set bangku dan meja belajar di Blok 8, juga sarana untuk PAUD bagi anak-anak balita diruang yang sudah dibangun" tuturnya. Dengan adanya fasilitas ini, penghuni rusun tak perlu mencemaskan atau kuatir soal fasilitas pendidikan jika pindah ke Rusun.
PUSKESMAS RUSUN
Selain disiapkan sarana pendidikan, Pemda DKI Jakarta juga membuat sarana kesehatan bagi penghuni baru Rusun yakni Puskesmas. Dengan fasilitas lengkap di ruang aula rusun, pasien bisa langsung memanfaatkannya. Bambang Suheri Kasudin Kesehatan Jakut menuturkan, puskesmas Rusun ini sama fasilitas dengan puskesmas lainnya. Dari mulai tenaga medis, bidan, ruang periksa hingga ruang bersalin. "Jadi penghuni rusun tak perlu kuatir lagi jika ingin berobat, puskes Rusun sudah beroperasi" tuturnya.
Sementara itu, Indah 45, penghuni Rusun Lantai 3 blok 8 Rusun Marunda sangat senang dan betah tinggal di Rusun. Bahkan saat mengecek kehamilannya ia langsung dilayani dengan baik. Dan iapun menerima sebuah selimut dan perlengkapan kesehatan dan makanan sehat janinnya untuk menjaga kandungannya."Yaa sudah cukup baik tinggal di sini, tempatnya layak, fasilitasnya juga komplit" ujar Indah salah satu pengungsi korban banjir Muara Baru, Penjaringan
Taupik Yudi Kadis Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan, fasilitas yang disiapkan olehnya agar warga yang direlokasi dari korban banjir di Muara Baru maupun Waduk Pluit bisa langsung mendapatkan pendidikan non formal. Termasuk anak-anak mereka bisa sekolah yang sudah disiapkan oleh pihak Dinas.
"Saat ini kita siapkan selain 50 set bangku dan meja belajar di Blok 8, juga sarana untuk PAUD bagi anak-anak balita diruang yang sudah dibangun" tuturnya. Dengan adanya fasilitas ini, penghuni rusun tak perlu mencemaskan atau kuatir soal fasilitas pendidikan jika pindah ke Rusun.
PUSKESMAS RUSUN
Selain disiapkan sarana pendidikan, Pemda DKI Jakarta juga membuat sarana kesehatan bagi penghuni baru Rusun yakni Puskesmas. Dengan fasilitas lengkap di ruang aula rusun, pasien bisa langsung memanfaatkannya. Bambang Suheri Kasudin Kesehatan Jakut menuturkan, puskesmas Rusun ini sama fasilitas dengan puskesmas lainnya. Dari mulai tenaga medis, bidan, ruang periksa hingga ruang bersalin. "Jadi penghuni rusun tak perlu kuatir lagi jika ingin berobat, puskes Rusun sudah beroperasi" tuturnya.
Sementara itu, Indah 45, penghuni Rusun Lantai 3 blok 8 Rusun Marunda sangat senang dan betah tinggal di Rusun. Bahkan saat mengecek kehamilannya ia langsung dilayani dengan baik. Dan iapun menerima sebuah selimut dan perlengkapan kesehatan dan makanan sehat janinnya untuk menjaga kandungannya."Yaa sudah cukup baik tinggal di sini, tempatnya layak, fasilitasnya juga komplit" ujar Indah salah satu pengungsi korban banjir Muara Baru, Penjaringan


